Saturday, March 21, 2015

Ahok kumat, kembali memakai kata2 bombastis (diadu-domba VOC Belanda)


Baru2 ini saya membaca berita,

Setelah Badan Anggaran DPRD menolak membahas RAPBD 2015, Ahok kumat.

Dia bilang :

1. Ini jebakan dari Taufik, Lulung, dan Ferial.

2. PNS gaji dst tetap berjalan biasa, nggak terpengaruh, kalau ada yang bilang terpengaruh itu cuma politik adu domba ala VOC Belanda.

3. Prasetro Ketua DPRD menghilang karena dia nggak enak sama teman2nya di DPRD. Salah Prasetyo juga jadinya. Saya (Ahok) sudah lapor ke Pak Jokowi.

(Padahal mungkin Pak Prasetyo benar2 sakit, Ahok cuma negative thinking melulu).

4. Saya (Ahok) bakal kasih password ke Pak Jokowi dan Dirjen Kemendagri. Malah enak toh, jadi urusannya dengan mereka saja, anggap saja DPRD tidak ada.

5. Saya (Ahok) sudah menduga mereka akan mem-Pergub-kan, karena kalau nggak mereka akan malu, sudah terlanjur gengsi.

Waduhhhh!!!!!!!!!


http://news.detik.com/read/2015/03/2...gub?n991101605
http://megapolitan.kompas.com/read/2...campaign=Kknwp  (megapolitan.kompas.com)
http://m.merdeka.com/jakarta/ahok-ma...d-tak-ada.html
http://news.detik.com/read/2015/03/2...ya?nd772204btr


Itu bahasa apa itu ?

Ahok kumat lagi, kumat lagi.

Coba deh kalau sekarang kamu memposisikan dirimu sebagai pimpinan DPRD, apakah Prasetyo, atau Taufik, Lulung, atau Feriyal.

Gimana perasaan kamu ?

Dihina, direndahkan, dipermalukan, di depan umum seperti itu.

Ahok demi ego pribadi dan gengsi pribadi, selalu memulai hal-hal yang tidak perlu. Pakai bahasa2 bombastis untuk melecehkan orang lain dan seolah2 menunjukkan dirinya sendiri hebat ke orang lain.

Apakah mesti seperti itu.

Kalau Ahok selalu mementingkan ego pribadinya seperti itu dan menyandera kepentingan publik yang lebih luas, saya himbau kepada seluruh warga DKI, lain kali jangan pilih dia lagi deh.

Dia itu bermasalah, EQ jongkok.

Taunya konfrontasi terus, konfrontasi terus.

Coba, baru2 ini Sutiyoso memberikan wejangan.

Dia bilang, dulu di jaman dia, dia undang anggota DPRD untuk minum kopi bersama.

http://www.tempo.co/read/news/2015/0...oso-Ajak-Ngopi

Jadi dia ajak ngomong, ajak diskusi, dibujuk.

Dia juga bilang, sebaiknya meng-wongke-ni orang lain (memanusiakan dan menghargai orang lain), bukan mempermalukan mereka di depan umum.

Ini sebenarnya nasihat tersirat untuk mantan anak buahnya, Ahok.

Ada lagi nih contoh,

Dulu waktu mau melakukan penggusuran warga waduk, Jokowi sampai ngajak mereka makan siang berkali-kali, terus kasih mereka bus, diantar ke showroom, dibujuk, akhirnya mau tuh.

Tapi Ahok ?

"Komunis!"

Ingat nggak ?

Sampai dia di-demo karena sembarangan memakai kata komunis.

Dari sini kita bisa lihat, antara cara Sutiyoso dan Jokowi yang halus dan komunikatif, dengan cara Ahok yang tidak komunikatif tapi sukanya konfrontasi terus.

Kalau dia mau konfrontasi terus, sebaiknya lampiaskan saja nafsunya di sasana tinju. Jangan dibawa2 ke ranah politik.

Saya sangat mempertimbangkan untuk mencabut dukungan saya ke Ahok.

Kelebihan dia ada, tapi kekurangan dia juga ada, dan fatal.



Link: http://adf.ly/1AwrGB

Blog Archive