Monday, March 16, 2015

Akibat isu 'kakek sarung', warga pukuli wanita disangka nenek sarung


Akibat isu 'kakek sarung', warga pukuli wanita disangka nenek sarung


Kisah-kisah gaib memang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Percaya tak percaya namun hal tersebut memang ada di sekitar kita.

Keberadaan hantu dan sejenisnya, tak bisa dipungkiri jika ternyata ada. Seperti beberapa waktu, warga Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang dihantui pocong gentayangan. Sontak, peristiwa itu membuat geger warga sekitar dengan berkeliarannya pocong tersebut.

Kali ini terjadi di Medan, namun bukan lagi pocong yang membuat resah warga. Akan tetapi kakek sarung pencabut nyawa. Disebut kakek sarung, lantaran ada seorang kakek menjual sarung ke rumah-rumah warga.

Kabarnya jika sarung tidak dibeli, si kakek akan menangis seperti bayi. Namun, kalau sarung dibeli dan disentuh, si pembeli akan meninggal.

Karena isu kakek sarung ini membuat resah, sampai-sampai ada wanita tua tak berdosa menjadi bulan-bulanan warga. Dia diduga sebagai nenek sarung yang bakal mencabut nyawa.

Bagaimana cerita gaib kakek sarung hingga buat seorang wanita tua babak belur? Berikut rangkumannya:


1. Kakek sarung, jika dibeli pembeli akan meninggal

Warga Medan dan sekitarnya dibuat heboh dengan kabar adanya kakek sarung pencabut nyawa. Percaya tak percaya, namun isu itu membuat resah warga.

Konon, kakek sarung pencabut nyawa merupakan seorang kakek penjual sarung yang mendatangi rumah-rumah warga pada dini hari, sore dan selepas magrib.

Dia menjual sarungnya Rp 5.000, ada pula yang menyebut Rp 10.000.

Jika sarung tidak dibeli, si kakek akan menangis seperti bayi. Namun, kalau sarung dibeli dan disentuh, si pembeli akan meninggal. Disebutkan pula bahwa yang dijual itu sebenarnya bukan sarung melainkan kain kafan bekas sebagai bahan pesugihan.

Beredar pula kabar bahwa korban Kakek Sarung ini sudah banyak berjatuhan, seperti di Diski, Binjai, Tandem, dan Sunggal. Bahkan, ada yang menyebut pembantu dosen dan mahasiswa USU turut menjadi korban. Namun, belum satu pun kabar itu terbukti.


2. Bertemu kakek sarung, sebagian warga lolos dari maut

Bak pesan berantai, kabar mengenai kakek sarung pencabut nyawa ini beredar dari mulut ke mulut. Ini membuat warga semakin resah akibat kabar yang masih simpang-siur itu.

"Tadi di sekolah ada yang bilang ketemu kakek-kakek mau jual sarung. Katanya kami mau dijadikan tumbal kalau kami beli sarungnya," cerita Dara, Rizkia siswa SMP swasta di Medan Denai, Sabtu (14/3).

Kabar itu juga beredar lewat media sosial, seperti BBM. Warga yang mendapatkan kabar itu pun berbagi pengalamannya. 

"Aku memang pernah didatangi kakek-kakek naik sepeda sama anak kecil di rumah kami. Dia mau jual sarung kotak-kotak warna krem, sudah kumal. Ku kasih duit sedekah saja, sarungnya enggak ku ambil. Kalau ditanya percaya atau tidak, kami enggak tahu kebenarannya, tapi hal-hal gaib kan memang harus kami percaya," kata Bahri, seorang pegawai swasta di Tembung.

Seorang warga Perumnas Simalingkar, Dedi Ginting, juga bercerita kalau istrinya mengaku bertemu dengan kakek-kakek menjual sarung kumal sambil mendorong sepeda. Tapi sang istri hanya memberi Rp 2.000 sebagai sedekah.

"Kata istriku, kejadiannya sudah lama. Aku pun tahu isu ini dari istriku yang mendengar di kantornya. Aku nggak percaya isu ini. Tadi banyak keluarga dan tetangga yang bertanya, aku suruh jangan percaya, karena korbannya tidak terbukti," katanya.


3. Takut kakek sarung, warga hajar wanita tua

Adanya kabar kakek sarung pencabut nyawa membuat warga Medan dan sekitarnya begitu hati-hati. Mereka pun tidak ingin menjadi korban kakek sarung yang konon akan mendatangi korbannya pada dini hari, sore dan selepas magrib.

Saking takutnya dengan adanya kakek sarung pencabut nyawa, membuat warga Medan selalu curiga ketika kedatangan warga asing di daerahnya.

Seperti yang terjadi pada Sabtu (14/3), seorang perempuan tua yang ingin mencari pekerjaan di Belawan sempat dihajar warga di sana. Dia babak belur dihajar karena dituduh sebagai Nenek Sarung.

Untungnya perempuan asal Padang Sidempuan yang disebut bernama Sariati (64) itu diselamatkan polisi yang kemudian membawanya ke Mapolsek Belawan.


4. Polisi pastikan kakek sarung pencabut nyawa hoax

Ramainya isu kakek sarung pencabut nyawa di Medan masih simpang siur kebenarannya. Akan tetapi, kepolisian memastikan isu Kakek Sarung yang beredar di Medan sekitarnya merupakan kabar bohong atau hoax.

Masyarakat diminta tidak mempercayai kabar itu. "Enggak benar itu. Tidak ada kejadian (Kakek Sarung) seperti yang dikabarkan itu," kata Kombes Helfi Assegaf, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, saat dihubungi merdeka.com, Minggu (15/3).

Polda Sumut meminta masyarakat tidak mempercayai isu Kakek Sarung pencabut nyawa itu. Bukan hanya itu, masyarakat juga diimbau agar tidak mebesar-besarkan kabar bohong tersebut.

Helfi mengatakan mereka masih menyelidiki pihak tidak bertanggung jawab yang pertama kali menyebarkan isu Kakek Sarung. Dia mengingatkan pengedar kabar bohong bisa dikenakan pidana. 

"Jika meresahkan, bisa kena pidana," ucap perwira dengan tiga melati di pundak in


http://m.merdeka.com/peristiwa/akiba...ek-sarung.html

Jaman udah maju tp pikiran msh mundur. Gegara percaya mitos ampe makan korban



Link: http://adf.ly/1ADfmC

Blog Archive