Thursday, March 26, 2015

[Astaga] Dokumen NSA : Israel Musuh Dalam Selimut Intelijen AS


Jakarta, CNN Indonesia -- Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah bahwa intelijen Israel memata-matai negosiasi nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia termasuk Amerika Serikat, dokumen NSA mengatakan sebaliknya.

Sebuah laporan dari Wall Street Journal, yang dibocorkan oleh Gedung Putih, menuduh bahwa Israel memata-matai negosiasi AS dengan Iran lalu memberikan informasi tersebut pada anggota Kongres dari Partai Republik.

"Negara Israel tidak melakukan spionase terhadap AS atau sekutu Israel yang lain," bantah Netanyahu setelah isu spionase itu menyebar.

Namun dokumen rahasia dari Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yang dipublikasikan oleh situs Intercept menyatakan bahwa Israel memang menargetkan pemerintahan AS, mengawasi mereka dan melakukannya dengan lebih agresif dan mengancam dari semua negara lain di dunia.
Quote:
650c3aac-6bdb-4f9d-bc01-a0b734edaeaa_169
Dokumen ini membalikkan bantahan Netanyahu bahwa Israel tak memata-matai AS. (Getty Images/Mario Tama

Dilansir oleh Sputnik, upaya Israel yang begitu agresif terhadap AS ini, membuat beberapa dokumen penting pemerintahan AS, termasuk dokumen anggaran intelijen pada 2013 menyebut memasukkan Israel ke dalam "musuh" siber AS yang paling mengancam.

Dalam sebuah dokumen tahun 2008, divisi NSA untuk menangkal intelijen asing menempatkan Israel di peringkat ketiga negara yang memata-matai AS, hanya di belakang Rusia dan Tiongkok.

Meski memuji hubungan AS dengan Israel dan menyebutnya sangat berharga, pejabat yang tidak disebutkan namanya menambahkan mengatakan, "Salah satu ancaman terbesar NSA sebenarnya dari badan intelijen yang ramah, seperti Israel."

Secara khusus, orang-orang Israel "menargetkan kami untuk mengetahui posisi kami terkait masalah Timur Tengah."

Dalam "anggaran hitam" AS pada 2013, Israel berada dalam daftar "target" utama intelijen AS dan "musuh intelijen asing" yang dikelompokkan bersama Rusia, Tiongkok, Iran, Pakistan dan Kuba.

Dokumen NSA tersebut, menurut Intercept, "membuktikan bahwa bentahan Netanyahu adalah palsu: Israel terlibat secara aktif dan agresif dalam spionase melawan AS, meski AS setiap tahun menyokong Israel miliaran dolar dari dana pajak AS dan melindungi setiap aksi Israel di PBB." (stu)

HOT !  (www.cnnindonesia.com)

parah ini, sudah jadi anak buah yang setia dan selalu nyumbang dana dalam jumlah besar ke israel, tapi dibelakang malah di backstab kawan sendiri

ngakak.gif

Link: http://adf.ly/1Bpptd

Blog Archive