Saturday, March 28, 2015

Cina Peringatkan Filipina Soal Aktivitas di Laut Cina Selatan


TEMPO.CO, Beijing - Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan sangat prihatin setelah Filipina mengatakan akan melanjutkan kerja-kerja perbaikan dan rekonstruksi di pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Kementerian mengatakan Manila telah melanggar kedaulatan Cina, Jumat, 27 Maret 2015.

"Ini bukan hanya pelanggaran terhadap kedaulatan Cina. Tapi juga sekaligus menunjukkan kemunafikan Filipina," katanya, menyeru kepada Filipina agar menarik diri dari pulau-pulau.

Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan aktivitas mereka, termasuk perbaikan landasan, tidak melanggar kode etik informal di Laut Cina Selatan. Sebab mereka tidak akan mengubah status quo di daerah yang disengketakan. Perjanjian tersebut ditandatangani Cina dan sepuluh negara Asia Tenggara di Phnom Penh.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengatakan pihaknya sangat prihatin mendengar pernyataan Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario.

"Di satu sisi Filipina membuat kritik yang tidak masuk akal tentang kegiatan pembangunan yang normal dilakukan Cina di pulau sendiri, sementara di sisi lain mengumumkan akan melanjutkan perbaikan pada bandara, landasan pacu, dan konstruksi ilegal lain di Kepulauan Spratly Cina yang mereka tempati secara ilegal," kata Hua.

Filipina sempat menghentikan kegiatan tersebut tahun lalu atas kekhawatiran terhadap dampak negatif yang ditimbulkan di pengadilan arbitrase internasional yang mereka ajukan terhadap China.

Oktober tahun lalu, Manila meminta semua negara menghentikan pekerjaan konstruksi di pulau-pulau kecil dan terumbu karang di Laut Cina Selatan yang sebagian besar diklaim Cina.

Cina sendiri sedang melakukan pekerjaan reklamasi besar-besaran di daerah tersebut. Adapun Taiwan, Malaysia, dan Vietnam sedang membangun dan meningkatkan fasilitas mereka di daerah yang sama.

Pada 2013, Manila mengajukan kasus arbitrase di Den Haag untuk mempertanyakan batas laut yang diklaim Beijing. Del Rosario mengatakan Manila berharap ada keputusan pada Februari tahun depan.

Cina telah mengklaim hampir seluruh Laut Cinta Selatan, yang diyakini memiliki simpanan besar minyak dan gas. Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Taiwan juga mengklaim daerah tersebut, tempat sekitar $ 5 triliun kekayaan alam diangkut setiap tahun.

http://www.tempo.co/read/news/2015/03/27/118653450/Cina-Peringatkan-Filipina-Soal-Aktivitas-di-Laut-Cina-Selatan

Link: http://adf.ly/1C4Gdm

Blog Archive