Sunday, March 29, 2015

Dituding Boneka Iran, Pemimpin Yaman Bersumpah Gempur Houthi


383658_620_tempoco.jpg

TEMPO.CO, Sanaa - Pemimpin Yaman, Abd-Rabbo Mansour Hadi, dengan dukungan Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara Teluk, menyatakan akan terus menggempur basis pertahanan Houthi hingga kelompok bersenjata yang dituding sebagai boneka Iran itu menyerah.

Berbicara di depan peserta pertemuan Liga Arab di Mesir, Sabtu, 28 Maret 2015, Hadi, yang bulan lalu dipaksa turun takhta dari Istana Presiden di Ibu Kota Sanaa oleh pemberontak dan terbang ke Aden, mengatakan pemberontak telah menghancurkan Yaman.

"Saya katakan kepada boneka Iran, Anda telah menghancurkan Yaman dengan permainan politik yang masih hijau, serta menyebabkan krisis di dalam negeri dan regional," katanya.

Iran dan pemberontak Syiah Houthi menyangkal berbagai tuduhan yang menyebutkan bahwa senjata Teheran telah menggerakkan pemberontakan. Meskipun demikian, Republik Islam Iran telah memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan lain ke Yaman. Ihwal tudingan Hadi, pejabat di Iran tak bersedia memberikan komentar.

Pernyataan keras Hadi itu disampaikan menyusul bombardir jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan anggota Dewan Kerja Sama Teluk terhadap posisi Houthi. Gempuran jet tempur ini memaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa mengevakuasi seluruh staf mereka dari Yaman.

Sementara itu, sejumah laporan dari Aden, kota terbesar kedua di Yaman, menyebutkan puluhan penduduk sipil tewas setelah terjadi adu senjata di darat antara milisi Houthi dan pasukan bersenjata pendukung Hadi.

Arab Saudi mengatakan Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab turut ambil bagian dalam koalisi. Namun tidak dijelaskan apakah pesawat perang mereka terlibat dalam pengeboman terhadap Houthi. Tidak disebutkan bahwa Oman, yang juga anggota Dewan Kerja Sama Teluk, terlibat dalam pertempuran tersebut.

Dalam pertemuan di resor Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mendukung dibentuknya pasukan bersenjata Arab. Adapun salah seorang diplomat negara Teluk memperingatkan bahwa serangan udara yang dipimpin Saudi di Yaman dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

http://www.tempo.co/read/news/2015/0...-Gempur-Houthi

Saudi Diyakini Belum Akan Kirim Pasukan Darat ke Yaman


RIYADH - Pengamat dari Pusat Penelitian Yaman, Abaad memprediksi Arab Saudi dan sekutunya belum akan mengirim pasukan darat ke Yaman. Menurut mereka, Saudi akan mengalami kerugian jika melakukan serangan darat saat ini.

Direktur Abaad, Abdul Salam Mohammed mengatakan, saat ini hampir seluruh sudut Yaman, khususnya di kota Sanaa, dijaga oleh pasukan Houthi yang bersenjata lengkap. Jadi, jika Saudi dan sekutunya tetap menyerang, maka kemungkinan untuk kalah cukup besar.

"Saya tidak berpikir koalisi yang dipimpin Saudi akan segera melakukan serangan darat. Saya sangat menyarankan mereka fokus pada serangan udara terlebih dahulu. Sebab, hampir seluruh wilayah Yaman dijaga oleh pasukan bersenjata lengkap dan operasi darat akan menyebabkan kerugian besar bagi koalisi," ucap Mohammed, seperti dilansir Sputnik, Kamis (26/3/2015).

Dirinya juga mengatakan, serangan yang dilakukan oleh Saudi dan sekutunya belum memberikan kerusakan berarti secara fisik. Mungkin, hanya Sanaa yang mengalami kerusakan parah, tapi beberapa kota lainnya yang diduduki Houthi tidak mengalami kerusakan berarti.

"Serangan-serangan itu tidak terlalu banyak menyebabkan kerusakan material, tapi cukup "kerusakan" pada moral warga Yaman. Moral warga Yaman cukup jatuh akibat serangan tersebut," Mohammed menambahkan.

Mohammed juga kembali menyatakan, satu-satunya cara untuk mengalahkan Houthi adalah dengan serangan udara, dan bukan serangan darat. Ini dikarenakan Houthi tidak memiliki kekuatan udara, mereka hanya memiliki senjata anti-pesawat yang jumlahnya juga sangat terbatas.

http://international.sindonews.com/r...man-1427378666
http://www.ciputranews.com/internasi...-operasi-darat



Link: http://adf.ly/1CHo2T

Blog Archive