Tuesday, March 17, 2015

Dukung Jokowi. Keluar dari KMP, Kini Golkar Diterima Baik oleh Megawati


Agung: Bu Mega Terima Kami dengan Baik
Senin, 16 Maret 2015 | 15:39 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Golkar (Munas Jakarta) Agung Laksono mengaku pihaknya diterima dengan baik oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Agung melakukan kunjungan safari politik ke kediaman Mega di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

"Bagian silaturahim, sudah berjalan beberapa hari ini, menemui langsung pimpinan parpol," kata Agung usai bertemu Mega, Senin (16/3/2015).

Agung menambahkan, pihaknya sudah dinyatakan pengurus Golkar yang sah oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Pihaknya akan solid mendukung pemerintah dan keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP). "Dengan harapan kerja sama dengan PDIP, baik di parlemen, dan berbagai hal," ujarnya.

"Banyak yang akan dilakukan, masalah undang-undang, menghadapi banyak hal, disepakati pada Bu Mega menerima kami dengan baik," tandasnya.

Sebelumnya, Agung juga telah melakukan safari politik ke beberapa partai di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) seperti, NasDem, PPP kubu Romahurmuziy, Hanura, dan PDIP.

Kemudian Agung juga telah menyambangi satu partai di Koalisi Merah Putih (KMP) seperti Partai Amanat Nasional (PAN).
http://nasional.inilah..com/read/det...-di-teuku-umar

Agung Sambangi Kediaman Mega di Teuku Umar
Senin, 16 Maret 2015 | 14:23 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2015).

Agung ditemani sejumlah politikus Golkar seperti Priyo Budi Santoso, Yorrys Raweyai, Siswono Yudo Husodo, Agun Gunandjar, dan Agus Gumiwang.

Mereka disambut oleh pelaksana tugas Sekjen PDIP Hasto Kristianto dan politikus senior PDIP Pramono Anung. Pertemuan antara Agung dan Mega dilakukan secara terutup.

Agung tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya ia melakukan safari politik ke beberapa partai di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) seperti, NasDem, PPP kubu Romahurmuziy, dan Hanura.

Agung juga bersilaturahmi dengan satu partai di Koalisi Merah Putih (KMP) yakni Partai Amanat Nasional (PAN).

Safari politik Agung dilakukan setelah mendapat surat dukungan dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. [
http://nasional.inilah..com/read/det...-di-teuku-umar


Agung Laksono Pastikan Golkar Keluar dari KMP dan Dukung Pemerintahan Jokowi
Selasa, 10 Maret 2015 | 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Hasil Musyawarah Nasional IX Jakarta, Agung Laksono memastikan akan mengubah arah politik Golkar dengan keluar dari Koalisi Merah Putih dan mendukung pemerintahan Joko Widodo. Namun demikian, Agung menyatakan Golkar tak akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat.

"Ini tentu harus menyesuaikan dengan keputusan Munas Ancol. Kami menyatakan keluar dari Koalisi Merah Putih," kata Agung, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Agung mengungkapkan, dalam Munas IX Jakarta telah diputuskan bahwa Golkar tidak akan berada dalam KMP. Selain itu, Golkar juga harus harus menciptakan iklim politik yang kondusif dengan cara mendukung pemerintah berkuasa.

"Kami tidak ingin terikat dengan koalisi manapun. Kami ingin menciptakan iklim politik yang kondusif dengan bergabung dalam pemerintahan Jokowi-JK," ujarnya. (Baca: Agung Laksono: Golkar Sebaiknya Dukung Pemerintahan Baru  (nasional.kompas.com))

Sebagai informasi, Agung menyatakan sikap politik Golkar setelah keluarnya putusan Menteri Hukum dan HAM yang mengakui kepengurusan Golkar hasil Munas IX Jakarta. Dalam surat yang ditandatangani Menkumham Yasonna H Laoly itu disebutkan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 32 ayat (5) UU Nomor 2/20144 tentang Perubahan Atas UU Nomor 2/2008 tentang Partai Politik dinyatakan bahwa putusan Mahkamah Partai bersifat final dan mengikat secara internal dalam hal perselisihan kepengurusan.

Dengan alasan itu, Menkumham meminta kepengurusan Golkar hasil Munas IX Jakarta untuk segera membentuk kepengurusan secara selektif dengan kewajiban mengakomodir kader-kader Partai Golkar yang memenuhi kriteria berprestasi, berdedikasi, loyal, dan tidak tercela. (Baca: Kubu Agung Laksono Akan Bawa Golkar Keluar dari KMP  (nasional.kompas.com))
http://nasional.kompas.com/read/2015...tahan.Jokow i


Setia dengan Pemerintah yang Sedang Berkuasa Merupakan Doktrin Pendiri Golkar
11 Desember 2014 18:46 wib

Metrotvnews.com, Jakarta: Setia bersama pemerintah, merupakan doktrin pertama yang dibangun para pendiri Golkar, Tri Karya (Kosgoro, Soksi, dan MKGR). Apalagi wakil presiden saat ini, Jusuf Kalla (JK), adalah kader Partai Golkar.

"Awal Ruhnya Golkar pendukung pemerintah yang sah. Maka kami keputusannya mendukung Jokowi-JK. Apalagi pak JK mantan ketua umum kami. Itu sangat prinsipil," tegas Ketua DPP Partai Golkar bidang Komunikasi, Informasi dan Penggalangan Opini, Leo Nababan di ruang kerjanya, Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, kamis, (11/12/2014).

Kemudian, Leo menyinggung soal slogan Partai Golkar yang telah berganti. Dari 'Suara Golkar, Suara Rakyat', menjadi 'Suara Rakyat, Suara Golkar'. Artinya, kata dia, Golkar mendukung penuh pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada. "Suara rakyat menginginkan pilkada langsung. Kami memutuskan mendukung Perppu," terangnya.

Meskipun pada akhirnya, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Bali Aburizal Bakrie (Ical), menolak rekomendasi Munas, yang mempertahankan pilkada melalui DPRD. "Sebagai aktivis, kaget juga. Baru kali ini, keputusan Munas dibatalkan seorang ketua umum. Seharusnya, keputusan Munas, rekomendasi, atau catatan kecil apapun harus dibatalkan lewat Munaslub," ujar dia.
http://news.metrotvnews.com/read/201...pendiri-golkar

---------------------------

Kasihan Ical ... konon kabarnya setelah dilengserkan dari dunia politik, dia juga akan dimiskinkan. Bisa jadi KPK atau Kejagung akan memperosesnya atas kasus-kasus perusahaannya di masa lalu seperti Lapindo atau perusahaan batubaranya yang di Kaltim itu




Link: http://adf.ly/1AFHsD

Blog Archive