Monday, March 23, 2015

( Dukung Keras ) Jokowi Calon Wakil Ketua Umum PDIP Pilihan Publik




Menjelang Kogres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang akan digelar April 2015, lembaga survei opini publik Poltracking Indonesia memaparkan hasil surveinya. Survei opini yang diambil dari pakar politik ini menemukan fakta bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang juga kader PDIP diminati publik sebagai calon ketua umum periode 2015-2019.

Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda menyebutkan, dari 10 kriteria kompetensi yang diujikan kepada sembilan nama yang memiliki rekam jejak kepemimpinan di PDIP, Jokowi memiliki nilai rata-rata terbanyak.

"Berbanding lurus dengan rata-rata total yang diperoleh. Jokowi merupakan figur yang paling direkomendasikan oleh para pakar untuk memimpin PDIP, dengan persentase 29, 35 persen," katanya kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/3).

Setelah Jokowi, Hanta memaparkan, Pramono Anung dan Ganjar Pranowo menduduki posisi kedua dan ketiga dalam rekomendasi publik untuk caketum, yakni berturut-turut 28,73 persen dan 19,85 persen.

Menurut Hanta, hal tersebut bisa terjadi karena ketokohan Jokowi semakin kuat sejak terpilih menjadi presiden RI. "Sementara Pramono Anung merupakan politisi senior yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen PDIP," imbuhnya.

Hanta mengatakan, tiga besar nama selain trah Soekarno itu membuktikan, keberhasilan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam menjalankan regenerasi parpol.

Tiga tokoh itu layak mendapatkan poin tertinggi, sebab menurutnya, mereka memiliki tiga aspek yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah parpol, yakni, visi dan gagasan, kompetensi dan kapabilitas, dan integritas dan rekam jejak.

Terdapat sepuluh aspek yang menjadi kriteria penilaian dari lembaga survei ini. Adalah integritas dan rekam jejak, kompetensi dan kapabilitas, visi dan gagasan, komunikasi elit, komunikasi publik, akseptabilitas publik, pengalaman dan prestasi memimpin, kemampuan memimpin organisasi partai, kemampuan memimpin koalisi, dan kemampuan memimpin dalam pemerintahan dan negara.

Adapun sembilan tokoh PDIP yang berdasar rekam jejaknya memiliki pengaruh di PDIP selain Jokowi, Pramono dan Ganjar, adalah Maruarar Sirait, Prananda Prabowo, Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Hasto Kristianto dan Tjahjo Kumolo.

Juri penilai merupakan 200 pakar politik kredibel yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemilihan juri penilai tidak dilakukan dengan metode acak sederhana, tetapi dengan snowballing, mempertimbangkan aksesibilitas pengambilan data dan penilaian.

Temuan dalam riset tersebut lebih bersifat deskriptif, bukan inferensial, sehingga 200 pakar yang menjadi juri penilai tidak dimaksudkan mewakili seluruh pakar secara nasional.

http://www.beritasatu.com/nasional/2...an-publik.html

Link: http://adf.ly/1BJaDU

Blog Archive