Tuesday, March 24, 2015

Durhaka! Ferdy Bakar Hidup-hidup Ayah dan Ibunya, Ini Hukumannya


Jakarta - Ferdy Soegianto (26) membakar hidup-
hidup ayah dan ibu kandungnya Wandy Soegianto
dan Sherly Soegianto. Akibatnya, Wandy
meninggal dunia dan Sherly mengalami cacat
wajah seumur hidup. Durhaka!

Kasus bermula saat Wandy dan Sherly tidak
merestui pernikahan Ferdy dengan kekasihnya.
Ferdy lalu marah dan merencanakan membunuh
kedua orang tuanya. Saat fajar mulai
menyingsing pada 22 Januari 2013, Ferdy
mengendap-endap mengambil minyak tanah di
dapur. Ia berjalan perlahan ke kamar orang
tuanya di rumah mereka di Jalan Basuki Rahmat,
Palu, Sulawesi Tenggara.

Setelah masuk ke kamar, Ferdy lalu menyiram
ayahnya dengan minyak tanah dan disusul
dengan melempar korek api. Burr.. Api membakar tubuh sang ayah.

Api yang berkobar membuat sang ibunda
terbangun dan berusaha menyelamatkan
suaminya. Tapi Ferdy malah menyiram ibundanya dengan minyak tanah dan membakar ibunya sehingga kedua orang tuanya langsung dilalap api. Wandy dan Sherly berteriak meminta tolong.

Para tetangga korban yang mendengar teriakan
itu langsung berdatangan dan memberi
pertolongan. Kedua korban dilarikan ke RS Budi
Agung Palu. Kondisi kedua korban sangat
menyedihkan. Wandy menderita luka bakar
hingga 90 persen hingga meninggal dunia
sedangkan Sherly menderita luka bakar sangat
parah. Polisi yang mendengar peristiwa tersebut
langsung mendatangi lokasi dan berhasil
meringkus tersangka.

Tidak berapa lama, anak durhaka itu lalu diajukan
ke persidangan. Pada 19 September 2013,
Pengadilan Negeri (PN) Palu menjatuhkan vonis
pidana penjara seumur hidup kepada Ferdy.
Putusan ini lalu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi
(PT) Palu pada 15 November 2013. Atas vonis
itu, Ferdy mengajukan kasasi dengan harapan
hukumannya diperingan. Tapi apa kata MA?

"Menolak permohonan kasasi Ferdy Soegianto,"
demikian lansir panitera Mahkamah Agung (MA)
dalam websitenya, Selasa (24/3/2015).

Duduk sebagai ketua majelis Imron Anwari
dengan anggota Salman Luthan dan Prof Dr
Gayus Lumbuun. Majelis kasasi menilai Ferdy
telah melakukan pembunuhan berencana dan
penganiayaan berat.

"Sherly berteriak-teriak meminta tolong, kemudian adik terdakwa, Nelly datang akan menolong,namun oleh Ferdy dihalang-halangi dan dipukulnya," ucap majelis pada 24 Maret 2014 lalu.

Hukuman penjara seumur hidup ini sesuai dengan tuntutan jaksa. Alhasil, Ferdy harus hidup di balik bui hingga meninggal dunia.

http://m.detik.com/news/read/2015/03/24/151106/2868224/10/durhaka-ferdy-bakar-hidup-hidup-ayah-dan-ibunya-ini-hukumannya


Dasar anak biadab....kalau ane yg jadi MA udah ane jatuhin hukuman mati nih orang...

Link: http://adf.ly/1BWjZP

Blog Archive