Thursday, March 19, 2015

[Endonesah Hebrinkh] Habis Tim Sukses Jokowi, Terbitlah Komisaris BUMN


Habis Tim Sukses Jokowi, Terbitlah Komisaris BUMN


Fenomena tim sukses pasangan calon presiden masuk menjadi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menjadi hal yang rutin dalam setiap pergantian pemerintahan. Era SBY dan era Jokowi tidak ada beda.

Sejumlah tim sukses pasangan capres Jokowi-JK hingga pengamat ditunjuk dalam jajaran Komisaris di BUMN. Seperti yang terjadi di PT Jasa Marga Tbk yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (18/3/2015) dengan menunjuk Refly Harun sebagai Komisaris Utama.

Refly Harun selama ini dikenal sebagai pengamat hukum tata negara. Sebelum ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga, Refly juga ditunjuk sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Nama Refly sebenarnya tidak masuk dalam jajaran tim sukses Jokowi-JK.

Sementara itu di PT Bank Mandiri Tbk, nama Cahaya Dwi Rembulan Sinaga yang selama ini dikenal sebagai relawan Jokowi-JK yang tergabung di Tim Transisi Jokowi-JK ditunjuk sebagai komisaris independen di bank pelat merah itu. Ia disebut sebagai bekas Caleg dari Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Kalimantan Tengah dalam Pemilu lalu.

Hal yang sama saat RUPS PT Bank Negara Indonesia (BNI) TBk. Nama bekas Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati Soekarnoputri yakni Rizal Ramli juga ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT BNI dalam RUPS yang digelar, Selasa (17/5/2015).

Di jajaran komisaris PT BNI ada juga nama Pataniari Siahaan. Bekas anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini ditunjuk sebagai Komisars PT BNI. Ia menjadi anggota DPR RI dua periode yakni periode 1999-2004 dan periode 2004-2009.

Selain nama-nama itu, sebelumnya ada juga nama bekas anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfie Othniel Fredric Palit. Ia gagal maju kembali sebagai anggota DPR dalam Pemilu 2014 lalu. Ia ditunjuk sebagai komisaris PT Telkom Indonesia. Penunjukan dilakukan pada akhir tahun lalu.

Sejumlah nama-nama tersebut tentu memiliki jejak rekam di bidangnya masing-masing. Seperti Rizal Ramli memiliki jejak rekam di bidangnya. Di era pemerintahan SBY, Rizal Ramli juga pernah ditunjuk sebagai Komisaris di PT Semen Gresik. Sebagai mantan Menko Perekonomian, tentu reputasi Rizal di bidang ekonomi sudah teruji.

Begitu juga nama Dolfie yang memiliki jejak rekam positif saat berada di Komisi XI DPR RI. Ia dikenal mumpuni dalam penguasaan isu-isu di Komisi XI DPR RI. Dalam isu-isu ekonomi makro, PDI Perjuangan kerap menjadikan Dolfie sebagai juru bicara.

Namun, nama seperti Refly Harun dan Pataniari Siahaan sebenarnya lebih kuat di kajian hukum ketatanegaraan. Seperti Pataniari termasuk tim dari Fraksi PDI Perjuangan dalam amandemen UUD 1945. Disertasi Pataniari membahas soal pembentukan perundang-undangan. Bidang yang ia kuasai jauh dari persoalan perbankan. Begitu juga Refly Harun, ia telah publik ketahui sebagai pengamat hukum tata negara.

Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai wajar saja para tim sukses termasuk pengamat ditunjuk sebagai komisaris di sejumlah BUMN. "Wajar mereka mendapat jatah kursi komisaris. Ini sebagai upah mendukung Jokowi waktu Pilpres kemarin," katanya di Jakarta, Rabu (17/3/2015).

Menurut Uchok penempatan sejumlah pihak duduk di komisaris di sejumlah BUMN tak lebih sebagai upah politik. Semestinya, kemampuan dari para komisaris yang ditunjuk menjadi pijakan dalam memilih seseorang. "Jangan sampai nawacita menjadi nawaduka. Mengangkat orang tidak kompeten menjadi komisaris bisa saja menjadi duka bagi perusahaan," ingat Uchok.


BOCOR  (nasional.inilah..com)



Abis obral pepesan bodong, panen pu'un wank :


Maskud eloh githu ya COK


Link: http://adf.ly/1AU4sk

Blog Archive