Monday, March 30, 2015

(Fuck 86)Salah Tangkap Aparat Diganti Rp 1 Juta, Praktisi Hukum: Itu Penzaliman


Jakarta - Rakyat yang dipenjara tanpa dosa akibat salah tangkap aparat di Indonesia diberi ganti rugi maksimal Rp 1 juta. Aturan ini diminta untuk segera direvisi karena telah berusia lebih dari 32 tahun.

Nilai ganti rugi itu sesuai pasal 9 ayat 1, PP Nomor 27 tahun 1983 tentang Pelaksanaan KUHAP, yang berbunyi:

Ganti kerugian berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 huruf b dan Pasal 95 KUHAP adalah berupa imbalan serendah-rendahnya berjumlah Rp 5.000 dan setinggi-tingginya Rp 1.000.000.

"PP itu sebenarnya perlu diubah kerena memang sudah tidak sesuai dengan keadaan sekarang. Kita bisa membayangkan, orang sudah ditahan sampai sekian ratus hari kemudian dinyatakan tidak bersalah dan mereka hanya diganti Rp 1 juta. Ini merupakan bentuk penzaliman menurut saya," kata praktisi hukum Ahmad Rifai, Senin (30/3/2015).

PP 27/1983 itu disahkan oleh Presiden Soeharto pada 1 Agustus 1983 dan hingga hari ini belum diubah sama sekali. Ganti rugi Rp 1 juta tetap berlaku, meski sudah berusia 32 tahun.

"Mengapa penzaliman? Mereka sudah ditahan dengan nilai yang tidak bisa dibayar dengan uang. Ketika seseorang ditahan, kewibawaannya runtuh, kepercayaan dari masyarakat jatuh, label orang yang melakukan tindak pidana pun sudah menempel di situ. Kemudian pada saat ini mereka hanya mendapat Rp 1 juta. Tentu PP ini lah yang harus benar-benar diubah," ujar mantan kuasa hukum Bibit-Chandra itu.

Rifai memberi catatan khusus yaitu nantinya selain memberikan ganti rugi kepada pihak yang menjadi korban kekuasaan negara, PP ini juga harus memberikan punishment kepada aparat yang melakukannya. Jangan sampai korban mendapat ganti rugi, tetapi pelakunya dibiarkan


http://news.detik.com/read/2015/03/30/084526/2873093/10/salah-tangkap-aparat-diganti-rp-1-juta-praktisi-hukum-itu-penzaliman

benar2 aparat keparat

Link: http://adf.ly/1CP7z2

Blog Archive