Tuesday, March 17, 2015

'Geng' Begal ABG yang Dibekuk di Depan Musala Ternyata Beraksi untuk Hiburan


'Geng' Begal ABG yang Dibekuk di Depan Musala Ternyata Beraksi untuk Hiburan
  (news.detik.com)

Semarang - Sekelompok begal yang beranggotakan remaja usia 14 tahun hingga 18 tahun diamankan di Mapolrestabes Semarang. Aksi begal sadis yang mereka lakukan ternyata bukan berlatar belakang harta benda namun hiburan semata.

Itulah yang dipikirkan AS (17) dan kawan-kawannya setelah membacok seorang remaja 15 tahun di depan Musala Kyai Morang, Penggaron Kidul, Pedurungan, Semarang hari Minggu (15/3) dini hari kemarin.

"Ya cuma ikut cari hiburan saja, kok," ujar AS yang mukanya ditutup sebo saat gelar kasus di Mapolrestabes Semarang, Senin (16/3/2015).


Selain AS ada sembilan teman lainnya yang ituk ditangkap yaitu TP (17), FR (16), MAS (16), MUN (15), DW (16), HAR (16), SN, RH (14), dan AR (17). Mereka melakukan aksi begal 16 kali dan terakhir dilakukan hari Minggu (15/3) kemarin.

Awalnya mereka pesta miras di salah satu rumah tersangka. Setelah itu dengan mengendarai tujuh motor, 11 remaja tersebut keluar ke jalan dan mengeroyok seseorang di daerah Horison, Demak. Kemudian mereka memalak seseorang di jembatan layang Genuk Semarang untuk membeli bensin. Rombongan remaja mabuk itu terus melaju hingga perumahan Klipang Tembalang dan memukuli dua orang di sana.

Tidak berhenti sampai di situ, mereka mencari sasaran lain dan memukuli dua orang tak dikenal di jembatan Penggaron. Bahkan saat itu mereka merusak motor korban tanpa ambil barang. Aksi berikutnya dilakukan di depan Mushola Kyai Morang, Penggaron Kidul, Pedurungan.

Dalam aksi tersebut, yang bertugas sebagai eksekutor menyiksa korban adalah AS yaitu memukul kepala menggunakan sabuk yang ujungnya dipasang gir, SN dengan menyabitkan celurit kecil ke punggung korban, AR membacok kepala korban dengan parang, sedangkan tersangka paling muda yaitu RH menebas tangan kiri korban menggunakan parang pendek.

"Saya yang pakai sabuknya," ujar AS.

Dalam tiap aksinya mereka seperti tidak terlalu peduli dengan hasil harta benda yang diperoleh. Hal itu terlihat karena mereka menghajar dan hanya mengambil handphone dan tidak ada benda lainnya. Bahkan mereka juga memalak hanya untuk meminta rokok.

"Tadi malam minta (malak) rokok. Ini teman-teman kumpul. Ini perjanjian," pungkasnya tanpa meneruskan perjanjian apa yang dimaksud.
(alg/try)
-------------------------------------


Edaaaan....malak, mbacok orang, menggal tangan orang...hanya untuk hiburan?

anjriitt....bener2 generasi bar-bar....

Link: http://adf.ly/1AEeil

Blog Archive