Monday, March 16, 2015

Gerhana Bulan Total Menghiasi Langit Jakarta April Mendatang


Gerhana Bulan Total Menghiasi Langit Jakarta April Mendatang

Sabtu, 4 April 2015 mendatang akan menjadi sejarah bagi langit Jakarta. Pasalnya, akan terjadi fenomena alam langka dan luar biasa. Fenomena itu biasa kita sebut dengan Gerhana Bulan Total (GBT) yang menurut sejumlah pihak masuk kategori langka karena jarang terjadi. Meskipun demikian, ini merupakan GBT ketiga yang terjadi secara berurutan. GBT pertama telah terjadi pada 15 April 2014, sedangkan yang kedua pada 8 Oktober 2014.

Gerhana Bulan Total Menghiasi Langit Jakarta April Mendatang

GBT yang akan menghiasi langit Jakarta ini merupakan juga rangkaian GBT yang terjadi pada tahun 2014 dan 2015. Dan uniknya lagi, GBT ini terjadi secara berurutan, yang menjadikannya sebuah fenomena langka atau jarang sekali terjadi. Biasanya para astronom menyebut kejadian ini dengan Gerhana Bulan Tetrad. Dalam seribu tahun di milenium ketiga, Gerhana Bulan dini hanya terjadi sebanyak 32 kali saja. Seri Gerhana Bulan Tetrad pertama pada milenium ketiga, terjadi sebelas 11 tahun silam pada 16 Mei dan 9 November 2003 serta 4 Mei dan 28 Oktober 2004. Jarak antar seri Gerhana BulanTetrad bisa dalam rentang 7, 11, 18, 22 tahun, hingga 311 dan 293 tahun.

Bayangkan, bagaimana peristiwa ini menjadi penting bagi para astronom dan siapa saja yang ingin menikmati keindahan saat terjadi GBT. Karena peristiwa GBT yang terlukis di langit Jakarta ini dapat dinikmati dengan mata telanjang, dan untuk lebih jelasnya dapat menggunakan teropong dan teleskop bintang. Pihak Planetarium dan Observatorium Jakarta akan mempersiapkan semua kebutuhan yang terkait dengan GBT ini. Selain menikmati peristiwa GBT, para astronom dapat juga mengevaluasi ketepatan perhitungan ephemeris (koordinat benda angkasa).

Gerhana Bulan Total Menghiasi Langit Jakarta April Mendatang

Saat terjadi GBT  (jakarta.panduanwisata.id), sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Hal ini dikarenakan bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Saat GBT terjadi maka bulan akan tampak berwarna merah pada 5 menit selama fase puncak gerhana, itulah mengapa fenomena ini sering juga disebut "Blood Moon". Tapi warna yang dihasilkan bulan tergantung pada kondisi luar angkasa bumi seperti merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Berikut adalah penjelasan fase-fase GBT yang akan terjadi di langit Jakarta :
- Bulan mulai masuk bayangan penumbra Bumi atau awal Gerhana Samar terjadi pada pukul 16:01:27 WIB s.d. pukul 17:15:45 WIB. Fase ini Bulan tidak teramati karena Bulan belum terbit, posisinya masih berada di bawah ufuk.
- Bulan mulai masuk bayangan umbra Bumi atau awal gerhana parsial atau gerhana sebagian pada pukul 17:15:45 WIB. Pada saat ini, Bulan masih berada di bawah ufuk dan mulai dapat teramati pada saat Bulan terbit. Bulan terbit di Jakarta pada pukul 17:52:26 WIB sedang mengalami gerhana parsial sampai pukul 18:57:54 WIB. Bentuk Bulan menjadi sabit karena gerhana atau terhalang oleh umbra Bumi.
- Awal Gerhana Bulan Total berlangsung pada pukul 18:57:54 WIB. Bulan tampak bercahaya redup berwarna merah tembaga atau merah darah akibat refraksi atau pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
- Tengah Gerhana atau maksimum gerhana berlangsung pada pukul 17:00:4,5 WIB.
- Akhir Gerhana Bulan Total berlangsung pada pukul 19:02:37 WIB, memasuki fase Gerhana Bulan Sebagian atau Gerhana Bulan Parsial.
- Bulan mulai meninggalkan bayangan umbra Bumi pada pukul 20:44:46 WIB.
- Bulan mulai meninggalkan bayangan penumbra Bumi pada pukul 21:58:58 WIB, mengakhiri fase gerhana samar, yang mengakhiri seluruh rangkaian fase gerhana.


Link: http://adf.ly/1ADQCN

Blog Archive