Friday, March 20, 2015

[Kabar Gembira] Baca Pantun di UI 'Bergerak', Budayawan Butet Sindir Jokowi


Baca Pantun di UI Bergerak, Budayawan Butet Sindir Jokowi


Jakarta - Budayawan Butet Kertaradjasa ikut bersuara dalam gerakan anti korupsi yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan ikatan alumi (Iluni) UI. Menyoroti kriminalisasi terhadap KPK, Butet mengatakan yang harus diingatkan adalah Presiden Joko Widodo.

"Bandel, bangkang, kurang ajar itu (kriminalisasi terhadap KPK). Yang harus diselenthuk presidennya. Instumen negara tidak boleh membantah. Pembangkangan tidak boleh dibiarkan," ujar Butet di Gedung Universitas Indonesia, Salemba, Jakpus, Jumat (20/3/2013).

Menurut Butet, acara gerakan antikorupsi ini sangat bagus. Sebab dapat mengingatkan presiden dan Polri untuk menghentikan kriminalisasi terhadap KPK dan pihak-pihak lainnya yang diperkarakan.

"Acara seperti ini mengingatkan presiden dan polisi. Ini proses menuju ke pembusukan. Kalau masih bisa diselamatkan, diselamatkan," kata seniman asal Yogyakarta itu.

Selain Butet, penyair Taufik Ismail juga ikut tampil ke atas panggung dan membacakan puisi. Beberapa tokoh juga hadir dalam acara gerakan antikorupsi ini, seperti Abraham Samad, Denny Indrayana , dan Imam Prasodjo.

Inilah pantun yang dibacakan Butet di atas panggung:
Inilah pantun-pantun zaman batu,
Pantun untuk mereka yang berkepala batu.
Lihatlah siluman dan preman bersatu,
Mencuri anggaran dengan bersekutu.

Semua mabuk batu akik batu bacan
Yang bawa senapan matanya mendelik cari sasaran.
Hati-hatilah wahai kalian para cendekiawan.
Hanya karena berpikir waras bisa dikriminalkan.

Tawuran, biasanya hujannya hujan batu
Tawaran, biasanya uangnya uang dolar
Jika akhirnya polisi dan koruptor bersatu
Harus dilawan biarpun pangkatnya Jenderal.

Hujan emas di negeri orang
Panen rejeki hatinya girang.
Presiden bilang kriminalisasi dilarang,
Tapi bawahannya tetap membangkang.

Hujan akik di negeri sendiri,
Hidup tercekik sudah menjadi ciri.
Presiden mimpi jadi bangsa mandiri,
Eh, import komoditi tetap jadi mainan menteri.

Hakim jujur bisa kehilangan palu,
Hakim lucu dengkulnya berotak batu.
Jika koruptor ketawa-ketiwi tak lagi punya malu,
Alumni perguruan tinggi harus mengganyang dan bersatu.

http://m.detik.com/news/read/2015/03...-sindir-jokowi


Sudah mulai sadar??

< air kobokan












denny masih ada PR


Link: http://adf.ly/1Aj9KX

Blog Archive