Monday, March 23, 2015

kubu agung laksono sah pilkada serentak


JAKARTA, TIMEX-Kisruh di tubuh Partai Golkar kian menjadi-jadi. Ada pertanyaan, bagaimana dengan sikap KPU? Kubu manakah yang berhak mengajukan calon kepala daerah pada momentum Pilkada yang sudah di depan mata? Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang diserahi tanggungjawab mengurusi agenda demokrasi, satu diantaranya Pilkada, ternyata memberi sinyal, kubu Agung Laksono-lah yang dinilai layak mengajukan paket kepala daerah dan wakil di Pilkada.Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengisyaratkan hanya akan menerima pendaftaran calon kepala daerah yang diajukan kubu Agung Laksono. Dikatakan, untuk verifikasi keabsahan dukungan pencalonan dari parpol, KPU mendasarkan pada dokumen kementerian hukum dan kakazasi manusia."Kami tidak akan menggunakan dokumen yang dikeluarkan oleh parpol atau pihak lain. Kita akan minta ke Kemkumham," ujarnya, Rabu(11/3).Dia mengatakan, tidak masalah jika dua kubu di parpol yang bersengketa, sama-sama mengajukan pasangan calon. "Kalau orang datang dan beda namanya dengan nama yang di Kumham, daftar saja, tapi kami akan periksa. Misalnya kami dapat dari Kumham minggu depan, 14 parpol dan pengurusnya, oke itu jadi patokan. Tapi kalau ada perubahan setelah dia daftar, bisa kami terima. Karena memang yang menentukan ituKumham, bukan kami. Misal ada keputusan pengadilan, kita juga enggak bisa langsung terima, kami tetap harus nanya ke Kumham," katanya.Sebagaimana diketahui, dalam kisruh Partai Golkar, Menkumham Yasonna H Laoly telah menyatakan kubu Agung Laksono sebagai pengurus DPP Partai Golkar yang sah. Namun atas keputusan tersebut, kubu Aburizal Bakrie telah mendaftarkan gugatan yang baru ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat.Hal senada disampaikan salah satu komisioner lainnya, Ida Budhiati.Menurutnya, pendaftaran calon kepala daerah oleh partai politik atau gabungan partai politik, sedianya memang dilakukan sesuai tingkatan. Meski begitu, tetap diperlukan adanyakeputusan pencalonan pasangan yang diajukan dari pengurus partai politik di tingkat pusat."Jadi yang bisa didaftarkan itu pasangan calon yang mendapatkan persetujuan dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Ini memang ranah baru. Kalau dulu kan diajukan oleh kepengurusan sesuai tingkatan, enggak ada campur tangan DPP. Tapiundang-undang baru (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015, tentangPemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, red) ada peran DPP. Jadi tidak cukup hanya kepengurusan sesuai dengan tingkatannya, tapi juga harus ada dokumen lain," katanya, Rabu (11/3).Kondisi ini menurut Ida, perlu mendapat perhatian dari seluruh partai politik. Terutama yang saat ini masih menjalani penyelesaian sengketa internal. Seperti Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).Menurut Ida, jika pada saat pendaftaran masih terdapat sengketadi tubuh parpol, maka pihaknya akan mengesahkan calon yang diajukan kubu sebagaimana diatur dalam undang-undang. KPU akan meminta dokumen dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham).Sementara, dari kubu Agung Laksono diinformasikan, mereka mempersilakan jika Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali,Fadel Muhammad ingin memboikot Pilkada serentak sebagaimana pemberitaan yang ada."Itu hak pak Fadel kalau mau boikot, tapi perlu saya beritahukan Indonesiaadalah negara hukum, kita semua harus taat azas dan hukum yang berlaku. Hanya saja pertanyaannya dalam kapasitas apa beliau memboikot Pilkada?, karena beliau tidak tercatat sebagai pengurus di kepengurusan DPP Golkar yang sudah disahkan," kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, Samsul Hidayat, Rabu (10/3).Merujuk Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH.AH.11.03-26 tertanggal 10 Maret 2015, Samsul menekankan, kepengurusan Partai Golkar yang sah dibawah kepemimpinan Agung Laksono. Untukitu, pihaknya sudah mengirimkan surat ke KPU Pusat maupun Daerah (KPUD) terkait keputusan Yasonna tersebut. "Jadi tidak ada masalah bagi kami siapapun mau menjegal itu kewenangan yang berwajib untuk menghalaunya," ungkapnya.Sebelumnya Fadel menyatakan rasa kecewanya terhadap hasil keputusan Menkumham Yasonna yang memenangkan kubu Agung Laksono Cs. "Ini permainan tak benar," katanya. (gir/jpnn/rmo/boy)

sumur:' http://www.timorexpress.com/nasional...h-ikut-pilkada'


<quote> wkwkwkwkwkw mampus lu ical,, tinggalin ical, suruh dia beresin lumpur kotor <quote>

Link: http://adf.ly/1BJvAv

Blog Archive