Thursday, March 19, 2015

Mencegah dan Mengantisipasi Akses Pengikut ISIS



Upaya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkaya strategi dalam mencegah aksi-aksi terorisme melalui deradikalisasi dan anti-radikalisasi harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Saat ini, warga negara Indonesia kian menjadi incaran perekrutan oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Terbukti dengan hilangnya 16 WNI dan penangkapan 16 WNI lainnya di Turki dalam waktu tertentu dan hampir bersamaan. Dua kelompok WNI ini diduga berniat bergabung dengan ISIS.

Deradikalisasi dan anti-radikalisasi merupakan strategi dengan pendekatan lunak, selain strategi penindakan dengan tindak kekerasan melalui penangkapan dan pengungkapan pelaku terorisme yang disasar program ini adalah orang yang pernah terlibat kegiatan terorisme dan organisasi radikal, atau masyarakat umum agar tidak tertular "virus" radikalisme dan terorisme. Dalam program deradikalisasi ada empat pendekatan yang ditempuh BNPT, yakni kontra-ideologi, kontra-radikalisasi, kontra-propaganda, dan kontra-narasi.

Seperti dikutip pada koran Tempo, menjadikan 2015 sebagai "Tahun Damai di Dunia Maya" merupakan contoh kontra-propaganda yang dilakukan BNPT. Upaya ini sebagai antisipasi terhadap pesatnya perkembangan situs-situs web terorisme yang membidik generasi muda. Internet dipilih sebagai arena propaganda karena mudah diakses, tidak ada kontrol, memiliki audiens yang luas dan identitasnya bisa tidak diketahui.

Melakukan kontra-propaganda diantaranya melalui dua situs, Damailahindonesiaku.com dan Jalandamai.org, BNPT berusaha melawan ISIS yang memang menjadikan dunia maya sebagai alat utama menyebarkan ajaran dan merekrut anggota. Salah satu, contoh kontra-propaganda adalah video yang diunggah ke situs Youtube yang memperlihatkan seorang perempuan pekerja migran membalas tantangan tokoh ISIS, Abu Jandal Al Indonesi, yang menantang TNI melalui video dibuatnya. Sayangnya, video kontra-propaganda ini kurang terekspos.

Propaganda anti-terorisme seperti ini perlu digalakkan. BNPT harus bisa menciptakan kontra-propaganda yang menggunakan isu dan model yang sedang tren. Melibatkan anak-anak muda yang paham media sosial dan tahu bagaimana memanfaatkan media sosial, serta sangat ekspansif. Tidak hanya BNPT, keterlibatan semua pihak juga sangat dibutuhkan dalam program deradikalisasi ini. Kebijakan pemerintah yang menutup akses para pengikut ISIS. Pintu-pintu keluar ini harus dijaga ketat, misalnya biro perjalanan wisata dan umrah serta perusahaan penyalur pekerja migran yang dicurigai Badan Intelijen Negara sebagai kamuflase para pengikut ISIS.


ISIS Kehed sia
sumur   (hankam.kompasiana.com)

Link: http://adf.ly/1ASwGI

Blog Archive