Monday, March 30, 2015

Namai Makanan "Pelacur", Kedai di Yogyakarta Diprotes


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menampilkan daftar menu dengan istilah-istilah berbau pornografi, Kedai 24 di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman, mendapat protes Forum Komunikasi Psikolog Puskesmas se-Kabupaten Sleman. Protes tersebut disampaikan melalui via broadcast (BC) Black Berry Messenger (BBM).

Nama menu-menu kontroversial tersebut antara lain "Pelacur" (Pemusnah Lapar Cukup Rasional), "Peniz" (Spesial Nasi Soziz), "Sodomie" (Semangkok olahan Indomie) dan "Gigolo" (Gerombolan Nasi Goreng Sesuka Lo).

Nama-nama menu tadi dianggap vulgar dan berbau pronografi oleh psikolog dari Forum Komunikasi Psikolog Puskesmas se-Kabupaten Sleman.

"Assalamualaikum wr wb Bapak Ibu... Mohon bantuannya, untuk bersama2 ber-amar ma'ruf nahi munkar, menyelamatkan anak2 kita semua dari pornografi. Saat ini kami dari forum komunikasi psikolog puskesmas se kabupaten sleman merasa resah dengan usaha Kedai 24 yang menggunakan konsep menu 'vulgar' di setiap nama pada makanan dan minuman yg dijual. Sehingga kami merasa perlu mengkoreksi konsep tsb. Saat ini kami sedang berupaya agar pemilik Kedai 24 tsb yg salah satunya berada di jalan Damai, untuk mengubah konsep warung dlm bentuk nama2 menu makanan minuman, serta dekorasi interior-nya, menjadi lebih santun. Kami masih menunggu tenggang 2x24jam agar pemilik melakukan perubahan"

Selain itu, Forum Komunikasi Psikolog juga mengajak masyarakat untuk mengirimkan pesan ke nomor pemilik warung Kedai 24 dengan disertakan pernyataan dalam BC tersebut.

Sementara itu, ketika akan dikonfirmasi terkait protes dari Forum Komunikasi Psikolog Puskesmas Se-Kabupaten Sleman, nomor ponsel Arismanto, pemilik Kedai 24, tidak dapat dihubungi. Namun berdasarkan informasi, pemilik Kedai 24 itu telah dimintai klarifikasi oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sleman terkait daftar menu di warungnya.

pelacur  (regional.kompas.com)

-------------------

sory no mulustrasi

Link: http://adf.ly/1CMp6p

Blog Archive