Sunday, March 15, 2015

(Ngurangin Sampah Masyarakat) Negara Ini Akan Eksekusi Mati 1.000 Terpidana


Liputan6.com, Islamabad -
Pemerintah Indonesia tengah menerapkan
pelaksanaan hukuman mati sebagai upaya tegas
untuk memberikan efek jera bagi pelaku tindak
pidana kejahatan berat dan memberikan dampak
buruk yang begitu besar, termasuk terpidana
mati narkoba yang mengancam masa depan
anak bangsa.

Namun Indonesia bukanlah satu-satunya
sebagai negara yang menggalakkan hukuman
mati secara tegas. Pakistan baru-baru ini
mencabut moratorium eksekusi mati, yang
artinya pelaksanaan hukuman terberat itu akan
kembali diberlakukan lantaran maraknya aksi
terorisme.

Sejak Desember 2014, Pakistan telah melakukan
hukuman gantung kepada 24 terpidana, sebagai
langkah keras usai terjadinya serangan yang
dilakukan militan Taliban di sekolah militer pada
akhir tahun lalu. Serangan itu mengakibatkan
150 orang tewas, termasuk pelajar.

Otoritas setempat menyatakan pihaknya akan
mengeksekusi lebih dari 1.000 terpidana mati
yang permohonan grasinya ditolak. Namun
menurut badan Hak Asasi Manusia (HAM)
Amnesty International, ada 8.000 terpidana mati
yang diperkirakan terancam bakal dieksekusi di
negara tersebut.

Menanggapi hal itu, Badan Human Right Watch
menilai langkah pemerintah untuk menerapkan
kembali eksekusi mati merupakan suatu
kemunduran.

"Langkah eksekusi mati Pemerintah Pakistan
merupakan reaksi atas kejahatan yang masif dan
mengerikan daripada memperbaiki sistem
keamanan negara," ujar Phelim Kine, Deputi
Direktur Human Rights Watch di Asia, seperti
dimuat News.com.au , Sabtu (14/3/2015).

"Pakistan merupakan negara dengan terpidana
mati paling banyak yang bakal menghadapi
eksekusi," imbuh dia.

Dijelaskan Phelim Kine, para terpidana mati itu
merupakan pelaku kejahatan atas kasus
pemerkosaan, pembunuhan, pemberontakan, dan
penghinaan berat.

Sebelumnya Pakistan menerapkan moratorium
eksekusi mati sejak 2008. Yang artinya, sejak
masa itu, tak ada hukuman mati yang
diterapkan, menurut aturan.

Meski demikian, pada kenyataannya, ada satu
terpidana mati yang dieksekusi, yakni seorang
tentara yang dihukum pengadilan militer dan
dihukum mati pada November 2012.

Salah satu terpidana yang terancam hukuman
mati adalah seorang mantan polisi yang
menembak mati Gubernur Punjab Salman Taseer
di Islamabad pada 2011 silam.

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi baru-baru
ini telah mengeksekusi mati 44 orang. Menurut
catatan Badan HAM, negara kerajaan itu telah
mengeksekusi 2.000 orang sejak tahun 1985 dan
2013.

Pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden
Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya
mengeksekusi mati 6 terpidana pada 18 Januari
2015 lalu. Saat ini, Kejaksaan Agung (Kejagung)
dikabarkan akan mengeksekusi mati sekitar 10
terpidana dalam waktu dekat.

m.liputan6.com/news/read/2190881/negara-ini-akan-eksekusi-mati-1000-terpidana

Kalau pake cara yg halus tapi masyarakat masih gk mau hidup dgn benar jgn salahkan pemerintah kalau pemerintah pake cara yg kasar

Link: http://adf.ly/1AA6vs

Blog Archive