Thursday, March 26, 2015

Pemerintah Berencana Hapus Subsidi Elpiji 3 Kg




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah serius mengubah mekanisme penyaluran subsidi terbuka gas elpiji 3 kilogram (kg) dengan dana tunai.
Bahkan, dalam waktu dekat segera berlangsung ujicoba pemberian dana tunai bagi masyarakat miskin untuk membeli harga gas elpiji 3 kg yang sudah tak disubsidi.
Ya, dengan rancangan mekanisme baru, harga jual gas elpiji 3 kg bakal menyesuaikan kondisi pasar, seperti gas elpiji 12 kg. Lalu, agar masyarakat miskin tak terbebani, pemerintah akan memberikan bantuan langsung berupa uang tunai setiap bulan berupa uang untuk membeli gas elpiji. Penyaluran bantuan uang melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sudah tersebar ke masyarakat kurang mampu.
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, ada tiga kota yang menjadi pilot project alias percontohan penerapan subsidi tunai tersebut. "Mereka adalah Batam, Bali, dan Bangka sehingga di kota itu akan berlaku harga tunggal untuk penjualan elpiji 3 kg dan 12 kg," jelas Sudirman, Rabu (25/3).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM IGN Wiratmadja dalam kesempatan yang sama menambahkan, dalam ujicoba ini pemerintah akan memberikan dana subsidi sebesar Rp 40.000-45.000 per kepala keluarga setiap bulannya. Namun, ia enggan memaparkan jumlah anggaran total untuk proyek percontohan ini. Periode pelaksanaan proyek percontohan juga dirahasiakan.
Tanpa subsidi, harga jual gas elpiji di tiga wilayah itu akan naik pesat. Jika mengikuti harga elpiji 12 Kg saat ini yang sebesar Rp 134.000 per tabung, maka harga untuk elpiji 3 Kg sekitar Rp 40.000 per tabung.
Wiratmadja bilang, untuk kelancaran proyek percontohan, Kementerian ESDM segera mengeluarkan aturan sebagai payung hukumnya. Hasil pelaksanaan pilot project akan menjadi bahan kajian untuk penerapan secara nasional.
Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam bilang, pencabutan subsidi elpiji 3 Kg akan berimplikasi terhadap inflasi. Mengingat, harga elpiji akan naik pesat. Apalagi elpiji 3 Kg merupakan kebutuhan pokok masyarakat, yang selalu dibeli setiap bulan
Imbas langsung akan terjadi di harga makanan pokok, misalnya harga jual makanan di rumah makan. Laju inflasi akan menurunkan daya beli masyarakat menengah bawah yang tak mendapat dana subsidi.(Asep Munazat Zatnika).


----------



Link: http://adf.ly/1BqW3S

Blog Archive