Tuesday, March 31, 2015

Perang di Yaman, Pesawat TNI AU Siap Evakuasi 4.000 WNI


Pemerintah menyiapkan pesawat angkut TNI Angkatan Udara untuk mengevakuasi warga negara Indonesia yang masih tinggal di Yaman. Evakuasi ini mendesak dilakukan karena situasi di negara itu yang kian tak menentu akibat perang.

Kondisi keamanan di Yaman terus memanas setelah pada pertengahan pekan lalu kelompok milisi Houthi berhasil menguasai kota Aden. Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi yang berkantor di kota itu dapat diselamatkan keluar dari negaranya.

Menurut Menlu, pihaknya telah memberikan informasi mengenai konsentrasi warga WNI di Yaman, dimana paling banyak di sebelah Timur, sekitar 80% mahasiswa Indonesia.

"Jumlah total warga WNI ada 4159. Dari jumlah itu, ada 2626 mahasiswanya, 1488 tenaga professional kita, 45 orang merupakan Staf KBRI dan Keluarga," terang Menlu.

Diakui Menlu, belum semua WNI itu siap dievakuasi, karena KBRI mengalami kendala komunikasi dengan WNI yang ada disana, disamping ada juga WNI yang mengatakan belum perlu ada evakuasi karena situasinya masih tenang.

Mengenai kemungkinan penarikan pulang Staf KBRI di Yaman, Menlu menjelaskan, bahwa KBRI di negara tersebut tidak terlalu bersar. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah menyiapkan Tim Deployment yang akan membantu, yang terdiri dari diplomat muda yang pernah penempatan disana dan bisa berbahasa arab.

Sebelum berkantor di Aden, Hadi memimpin pemerintahan dari ibu kota Yaman, Sana'a, hingga pada Januari 2015, Istana Presiden di kota itu direbut oleh Houthi. Sebulan kemudian, pemerintahan Hadi juga dibubarkan oleh Houthi. Sejak saat itu, Hadi dan pendukungnya pindah ke Aden.

Kondisi kian tidak terkendali karena negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan serangan udara atas bangunan strategis milik Houthi di Sana'a. Penyerbuan dilakukan dengan target melumpuhkan kekuatan Houthi sehingga Hadi dapat kembali berkuasa.

Sejumlah kalangan menilai, bukan tidak mungkin konflik di Yaman berujung pada perang berlarut-larut seperti yang terjadi di Suriah.

Sudah tentu apa yang dilakukan TNI adalah merupakan upaya untuk melindungi dan memberikan penyelamatan terhadap warganya. Apalagi apa yang dilakukan TNI merupakan upaya untuk memberikan atau mengevakuasi 21 WNI yang saat ini tengah berada di Yaman, yang terjadi peperangan dan konflik di negeri tersebut.

Pesawat TNI AU Siap Meluncur


Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan, TNI siap untuk mengerahkan armada guna membantu evakuasi warga negara Indonesia.

"Saat ini TNI sudah menyiapkan pesawat, kru, dan metode-metode evakuasi. Kami sudah siap. Hari ini, menit ini, dibutuhkan, kami akan berangkat," ucap Moeldoko, kemarin.

Menurut rencana, pesawat yang akan digunakan adalah jenis Boeing 737 yang dinilai persiapannya dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan menggunakan pesawat Hercules. "Berapa pun armada yang diminta, kami siap," ujar Moeldoko.

Menurut dia, TNI terus menerima informasi lanjutan dari Menteri Luar Negeri, termasuk mengenai kondisi warga negara Indonesia di Yaman. "Kami terus menunggu informasi dari Menteri Luar Negeri. Jika diperlukan, tentu kami akan mengambil langkah-langkah berikutnya," ujar Moeldoko.

Total WNI di Yaman tercatat 4.159 orang, terdiri dari 2.626 mahasiswa dan 1.488 tenaga kerja profesional yang bekerja pada sektor penambangan minyak dan gas. Adapun 45 orang lainnya merupakan staf Kedutaan Besar RI dan keluarga mereka.

Konsentrasi WNI di Yaman terletak di sebelah timur negara itu. Sekitar 80 persen WNI berada di Yaman timur. Sisanya tinggal di Yaman barat yang situasinya lebih mengkhawatirkan. Di belahan barat ini terletak kota Sana'a dan Aden.

Pada gelombang pemulangan pertama 1 Maret, ada 148 WNI yang dievakuasi. Pengumuman rencana pemulangan pada tanggal tersebut atau pembukaan pendaftaran evakuasi sudah dilakukan Kedutaan Besar RI di Sana'a sejak Februari 2015.

Pemulangan WNI dalam jumlah cukup besar itu baru bisa dilakukan satu kali karena semua bandar udara di Yaman ditutup mengingat kondisi keamanan yang memburuk. Kalaupun ada izin bagi KBRI mengevakuasi WNI lewat jalur udara, kesempatan membuka bandara sangat terbatas.

Selasa lalu, sekitar 90 WNI yang telah dikumpulkan KBRI Sana'a akhirnya dapat dibawa lewat jalur darat menuju kota al-Hudaydah. Di kota ini, ada satu bandar udara yang masih aman dan bisa dipakai untuk membawa WNI keluar dari Yaman.

Dari 90-an orang itu, terdapat 12 mahasiswa atau pelajar Indonesia, yang sebelumnya termasuk dalam 23 pelajar/mahasiswa yang ditahan di penjara setelah terjaring razia. Menurut Retno, petugas dari KBRI terus mendatangi satu per satu penjara yang kemungkinan dijadikan tempat para pelajar atau mahasiswa WNI itu ditahan.

Proses evakuasi WNI berikutnya kemungkinan akan dilakukan melalui negara tetangga, yakni di kota Salalah, Oman, dan kota Jizan, Arab Saudi. KBRI dan Konsulat Jenderal RI di kedua negara itu telah mempersiapkan segala sesuatunya bagi keperluan evakuasi.

Pemerintah Indonesia pun meminta jaminan keamanan dari otoritas Oman, Arab Saudi, ataupun Yaman agar proses evakuasi WNI dari Yaman dapat berjalan lancar.

Meski konflik berlangsung sengit di Yaman, pelayanan KBRI di Sana'a tetap buka. Mereka yang bertugas terdiri dari 6 diplomat dan 9 staf. Ada pula tim lain dari KBRI yang sudah merapat ke perbatasan guna menyiapkan evakuasi.

Link Info : http://setkab.go.id/pemerintah-siapk...ni-dari-yaman/


Link: http://adf.ly/1CStD3

Blog Archive