Tuesday, March 31, 2015

Perusahaan Ini Akan Bangun Terowongan 'Raksasa' Anti Banjir dan Macet Rp 29 T


Perusahaan Ini Akan Bangun Terowongan 'Raksasa' Anti Banjir dan Macet Rp 29 T di Jakarta
  (finance.detik.com)

Aditya Fajar Indrawan - detikfinance
Selasa, 31/03/2015 12:44 WIB

Perusahaan Ini Akan Bangun Terowongan Raksasa Anti Banjir dan Macet Rp 29 T

Jakarta - PT Antaredja Mulia Jaya  , berniat membangun terowongan raksasa untuk jalan tol, pengendali banjir, pengembangan untuk air baku, dan pengembangan pembangkit tenaga listrik mikrohidro di Jakarta senilai Rp 29 triliun.

Komisaris Utama Antaredja, Wibisono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan kesiapan keuangan perusahaan, sehingga proyek ini tidak mangkrak. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang tidak mau proyek ini mangkrak seperti monorel. Antaredja telah melakukan perjanjian dengan investor Singapura.

Perusahaan Ini Akan Bangun Terowongan Raksasa Anti Banjir dan Macet Rp 29 T
Ilustrasi JIT

"Melaporkan ke Wagub, atas pemintaan Wagub 3 minggu lalu, untuk sektor swasta harus diperkuat khususnya investor swasta, dilihat dari segi finansial, teknologi, dan pembangunannya nanti jadi tidak mangkrak," jelas Wibisono usai bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/3/2015).

"Har ini kita beritahukan kalau kita ini sudah melakukan perjanjian dengan investor dari Sembawang Singapura. Dan kalau pihak swasta kan inginnya cepat. Jadi sejalan dengan apa yang diinginkan Pak Gubernur untuk proses pembangunannya agar cepat. Kami juga kemarin sudah diminta laporan finansialnya agar pembangunan bisa selesai sebelum Asian Games (2018)," kata Wibisono.

Perusahaan Ini Akan Bangun Terowongan Raksasa Anti Banjir dan Macet Rp 29 T
Terowongan yang disebut sebagai Jakarta Integrated Tunnel (JIT) ini akan menggunakan teknologi tinggi. Karena itu, Antaredja menggandeng perusahaan yang berpengalaman membuat terowongan.

Teknologi bor untuk membuat terowongan ini, kata Wibisono, baru dibuat oleh 3 negara, yaitu Jerman, China, dan Prancis. Sementara negara di Asia Tenggara belum memiliki teknologi tersebut.

"Nilai investasi Rp 29 triliun. Tahun ini berharap sudah groundbreaking," kata Wibisono.

Bila jadi, terowongan ini mampu menampung 60% debit luapan air di Sungai Ciliwung sehingga mengurangi banjir. Dana pembangunan terowongan ini tidak menggunakan APBD sama sekali.

JIT ini rencananya menghubungkan Ulujami-Tanah Abang untuk menampung air dari Kali Pesanggarahan serta Manggarai-Pasar Minggu menampung air Kali Ciliwung masing-masing dua lajur sepanjang 12 km. Kedalamannya sekitar 5 meter hingga 15 meter dari permukaan tanah dengan diameter 11 meter.
(dnl/hen)

Pembangunan JIT akan berbeda dengan pembangunan mass rapid transit (MRT).
MRT bikin macet, kalau JIT ini orang di jalan tidak akan tahu kalau di bawahnya dibangun JIT.
Untuk lebih mengetahui bagaimana JIT buka link ini 

Link: http://adf.ly/1CTNcr

Blog Archive