Friday, March 13, 2015

Rapat Hak Angket Ahok Diwarnai "Curhat" Anggota DPRD DKI


Jumat, 13 Maret 2015 | 08:45 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Tim Angket DPRD DKI Jakarta terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tak hanya membahas hal-hal yang menjadi substansi pengajuan angket. Seperti yang terjadi pada Kamis (12/5/2015) kemarin. Anggota Tim Angket dari Fraksi Demokrat-Partai Amanat Nasional Achmad Nawawi "curhat" soal anak-anaknya yang mengancam berhenti kuliah jika ayahnya korupsi. Hal ini, kata dia, terkait tudingan Ahok terhadap anggota DPRD telah "menyulap" RAPBD DKI sehingga ada dana sebesar Rp 12,1 triliun dianggap sebagai "dana siluman".

"Yang betul-betul menyakitkan, anak saya sampai keduanya mengatakan, 'Kalau bapak terlibat korupsi kami akan keluar kuliah'. Semua itu sudah ke mana-mana. Kalimat itulah opini sesat yang disebar oleh Ahok sehingga masyarakat teropini betul seolah-olah anggota Dewan bermain," ujar Nawawi, di akhir rapat yang mengagendakan pemeriksaan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis kemarin. 

Nawawi mengaku sakit hati terhadap tudingan Ahok bahwa DPRD yang telah menyelipkan "dana siluman" sebesar Rp 12,1 triliun. Menurut dia, seharusnya Ahok tak melontarkan tudingan tersebut karena belum ada terbukti terjadi korupsi. Namun, akibat tudingan itu, kata dia, para anggota DPRD telah mendapatkan sanksi sosial dari keluarga dan masyarakat. 

"Mungkin harusnya dijelaskan problem Rp 12,1 triliun itu ada di mana saja, programnya apa saja, barangnya apa saja, dan apakah betul itu adalah kerjaannya para Dewan?" ujar Nawawi. 

Mendengar "curhat" Nawawi, Ketua Tim Hak Angket Muhammad "Ongen" Sangaji mengingatkan bahwa apa yang disampaikan Nawawi sudah melenceng dari substansi rapat. 

"Om Nawawi, tadi saya sudah sampikan bahwa pembahasan yang seperti itu sudah bosan. Mungkin lupa kali ya, kita sudah bosan, kita tidak lagi bicara itu. Yang kita tuju adalah membuktikan APBD itu asli apa palsu. Itu tugas angket, tidak masuk kepada e-budgeting dan isi-isinya," ujar Ongen kepada Nawawi. 

Selain Nawawi, anggota lainnya, Maman Firmansyah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, juga berbicara hal di luar substansi rapat angket. Kepada Sekretaris Daerah DKI Saefullah yang hadir untuk dimintai keterangan, Maman menanyakan soal tulisan tangan Ahok yang ada di dalam draf APBD.

"Draf APBD yang ada tulisan 'Nenek lu' itu bisa enggak, Pak Sekda, kai dapatkan? Itu yang tersebar di media," ujar Maman. 

Pertanyaan Maman mengundang tawa anggota lainnya. Beberapa waktu lalu, beredar foto berupa RAPBD yang dicoret oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan ditulis dengan tulisan "Pemahaman Nenek Lu!". 

Akan tetapi, permintaan Maman ini tidak diakomodasi oleh Ongen karena dianggap tak substantif. 

Penulis: Jessi Carina

Editor: Inggried Dwi Wedhaswary



http://kom.ps/AFrAWh




Link: http://adf.ly/1A6B71

Blog Archive