Friday, March 27, 2015

“Republik Komedi ½ Presiden”, Apakah Ngarang atau Fakta?


Jakarta , Bambang Soesatyo (Bamsoet) merupakan Politisi Partai Golkar, dikenal sebagai seorang yang kritis dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Sejak era Presiden SBY, hingga kini Bamsoet dikenal vocal dalam menyikapi suatu persoalan.

Ditengah konflik melanda Partai Golkar, Bamsoet tetap konsisten bersama Ketua Umum Munas Bali, Aburizal Bakrie. Bahkan Bamsoet menyempatkan diri meluncurkan karyanya melalui buku yang berjudul "Republik Komedi ½ Presiden".

Ini adalah salah satu cara untuk menyindir keberadaan Presiden Joko Widodo yang ditulis Anggota Komisi III DPR tersebut.

Tak hanya tentang kepemimpinan Jokowi, Bamsoet juga tak lupa menyoroti orang-orang yang berada di belakang Jokowi dan kebijakan Jokowi dalam 100 hari kerjanya.

"Kenapa saya pilih judul setengah presiden?. Ada banyak hal yang membuat dia (Jokowi) jadi setengah presiden," katanya, di Jakarta (26/3/15).

Bamsoet juga mengungkapkan alasannya menggunakan kata komedi dalam buku terbarunya.

"Karena ada banyak cerita lucu-lucuan. Banyak hal menggelikan dari gaya, ucapan dan sikap presiden. Blusukan, menteri lompat pagar, menteri bertato, menteri merokok di depan publik," ungkapnya.

Didalam buku "Republik Komedi ½ Presiden" itu, loyalis Ical ini menggambarkan bagaimana Kabinet Kerja terbentuk. Mulai dari inkonsistensi dari seorang Jokowi.

"Soal kabinet, banyak yang tak konsisten. Tidak menunjuk menteri dari partai, faktanya banyak dari partai. Jadi ucapan dan perbuaan tidak selaras," terangnya.

Dia menilai, masyarakat sudah melihat ada pihak-pihak yang menyetir Jokowi, sehingga mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak bisa berkutik dan mandiri.

"Kita lihat 5 tahun ke depan. Apakah masih setengah presiden atau sudah jadi presiden. Atau, kalau tidak diperbaiki, ini bisa-bisa jadi tinggal seperempat presiden," candanya (dr)

cahaya.co  (cahaya.co)

Link: http://adf.ly/1BuEmr

Blog Archive