Tuesday, March 17, 2015

Rupiah Lemah, Harga Obat Bakal Naik


Rupiah Lemah, Harga Obat Bakal Naik

JAKARTA – Satu per satu para perusahan-perusahan dan pelaku ekonomi mulai resah dengan semakin melemahnya nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah ini juga dirasakan PT Indofarma (Persero) Tbk. Perseroan yang bergerak dibidang obat-obatan ini mengklaim akan merugi karena bahan bakunya masih impor.

"Industri farmasi memakai bahan baku impor semua. Kami membeli bahan baku dengan rupiah. Jadi rupiah me­lemah pasti terpengaruh," ujar Sekretaris Perusahaan Yasser Arafat, kemarin.

Karena itu, pihaknya men­gusulkan menaikkan harga obat generik untuk mengh­adapi tekanan rupiah terhadap dolar. "Kami sudah usulkan ke Kementerian Kesehatan menaikkan harga obat generik melihat kondisi rupiah seka­rang," katanya.

Dengan rupiah yang me­lemah, kata dia, pihaknya tidak bisa mengandalkan obat generik untuk meningkatkan per­tumbuhan kinerja. Karena itu, perseroan akan meluncurkan produk suplemen seperti ma­kanan kesehatan. Diharapkan produk tersebut meningkatkan kinerja perseroan.

"Ada beberapa produk yang diluncurkan, dan salah satunya produk suplemen. Saat ini kami sedang menunggu serti­fikat halal," ujar Yasser.

Dia memprediksi, awalnya rupiah akan berada di kisaran 12.500, tapi ternyata semakin tertekan. Pihaknya pun hati-hati untuk ekspansi.

Menurutnya, tekanan ru­piah banyak dipengaruhi faktor eksternal terutama ekonomi Amerika Serikat (AS) mem­baik. Sedangkan fundamen­tal ekonomi Indonesia masih relatif baik.

Karena itu, ia mengharap­kan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dapat menjaga kestabilan rupiah, dan suku bunga acuan dapat kembali turun untuk menunjang bisnis farmasi ke depan.

Tahun ini, perseroaan me­nargetkan pertumbuhan penda­patan menjadi Rp 1,7 triliun dan laba bersih sekitar Rp 33 miliar. Pertumbuhan kinerja ditopang dari kenaikan volume produksi dan peluncuran sejumlah produk baru.

Pada 2014, perseroan men­catatkan laba bersih Rp 1,16 miliar dari periode sama tahun hsebelumnya rugi Rp 54,22 miliar. Penjualan bersih naik tipis 3,28 persen menjadi Rp 1,38 triliun pada 2014

http://fajar.co.id/ekonomi-bisnis/20...akal-naik.html

kalo obat mbah dukun naik ngga ya

Link: http://adf.ly/1AFIjS

Blog Archive