Tuesday, March 31, 2015

Syiah Houthi Yaman Jadikan Rumah Penduduk Sipil Sebagai Tameng


WNI di Yaman Rawan jadi Korban Penculikan

Muhammad Kholil terpaksa meninggalkan Sanaa menyusul situasi yang konflik kian memburuk di Yaman. Selain takut terkena imbas serangan udara Arab Saudi dan sekutu, mahasiswa asal Indonesia ini juga khawatir menjadi incaran penculikan kelompok pemberontak Houthi.

"Taruhannya nyawa jika harus tetap tinggal di Sanaa," ujar Kholil dalam perbincangan dengan CNN Indonesia, Senin (30/3).

Kholil mengungsi ke wilayah pedalaman yang dia rahasiakan karena situasi di Sanaa kian mencekam. Beberapa WNI mengungsi ke wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Pria 23 tahun ini mengontrak rumah bersama WNI lainnya di sebuah daerah perumahan di Sanaa, dekat kampusnya, Andalus University. Namun strategi baru Houthi yang menembak jet tempur Arab Saudi dan 9 negara lainnya dari perumahan warga sipil kian membahayakan nyawa masyarakat.

"Di Sanaa jika pagi dan siang cenderung aman. Namun orang-orang Houthi menembak pesawat koalisi Arab dari perumahan warga sipil. Hal ini dilakukan untuk memancing serangan ke wilayah itu sehingga yang kena adalah warga sipil," ujar Kholil.

"Saya sudah melihat banyak orang yang meninggalkan ibu kota menuju kampung masing-masing," lanjut dia.

Selain ancaman terkena imbas serangan udara, warga asing terancam jadi sasaran penculikan Houthi. Dia mengatakan saat ini ada 21 mahasiswa Indonesia yang berada di penjara Houthi. Jumlah ini masih simpang siur, sebelumnya diberitakan 24 orang, dan Kementerian Luar Negeri RI menginformasikan ada 23 orang.

Kholil mengatakan bahwa selain WNI, warga asing lainnya yang diculik berasal dari Inggris, Perancis, Aljazair dan India, semuanya adalah mahasiswa.

"Yang jelas warga asing harus segera merapat ke kedutaan masing-masing atau meninggalkan Sanaa," tegas Kholil.

Lolos dari Houthi

Penculikan dilakukan di masjid-masjid yang banyak didiami oleh WNI, terutama para mahasiswa Indonesia dari Darrul Hadits, pesantren di Dammaj yang terusir akibat agresi Houthi.

Kholil menceritakan bahwa kawannya, seorang WNI, berhasil lolos dari penangkapan Houthi karena dia keturunan Yaman. Peristiwa ini terjadi Jumat pekan lalu saat masjid tempat mereka menginap digeruduk Houthi sekitar pukul 10 malam.

"Orang-orang Syiah Houthi masuk ke dalam masjid secara paksa. Mereka memisahkan antara orang Yaman dan orang asing. Kawan saya dan dua adiknya, karena mereka keturunan Yaman memilih ikut dalam kelompok orang Yaman," ujar Kholil.

Warga asing lantas ditangkap, termasuk 14 WNI. Sementara warga Yaman dipisahkan lagi, antara yang memiliki KTP dan yang tidak. "Alhamdulillah dia menunjukkan surat pengenal dari kabilahnya di Yaman, akhirnya dia dibebaskan karena dikira orang Yaman," lanjut Kholil lagi.

Alasan penangkapannya juga tidak jelas. Kholil mengatakan bahwa pemberitaan media Yaman yang mengatakan bahwa para WNI tidak memiliki izin tinggal tidak tepat. Pasalnya yang punya izin juga ikut diangkut.

"Alasan yang paling dekat adalah ini penculikan atas dasar ideologi. Karena mereka Sunni maka harus segera ditangkap. Saya tidak menafikan peperangan di Yaman ada unsur politiknya, tapi unsur ideologi sangatlah terlihat," tegas Kholil.

http://www.cnnindonesia.com/internas...an-penculikan/

Link: http://adf.ly/1CTo4m

Blog Archive