Monday, March 30, 2015

(Ustad Yang Tertukar)Relawan Jokowi Protes Penangkapan Penyair Saut Situmorang


Rimanews - Relawan Presiden Joko Widodo memprotes penangkapan penyair, Saut Situmorang, di rumahnya, Jalan Danunegaran Mantrijeron, Yogyakarta, Kamis (26/3) lalu.

Menurut Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Sihol Manullang penjemputan Saut oleh polisi sarat aroma kekuasaan. Sebab, sebagaimana diketahui, kasus Saut berawal dari debat sastra antara penyair nyentrik ini di media sosial.

Sastrawan berambut gimbal itu dilaporkan ke polisi oleh Fatin Hamama, seorang penyair perempuan disebut Saut sebagai makelar Denny JA dalam penulisan buku '33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh'. Dalam buku itu, Denny JA yang akrab di telinga masyarakat sebagai konsultan politik, tiba-tiba menjadi sastrawan berpengaruh, sejajar dengan Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar, dan WS Rendra.

Sihol Manullang menilai, debat sastra adalah dunia unik yang lepas dari segala warna dan aroma kekuasaan. Dia berpendangan polisi telah memasuki ajang ini dan telah mencemari sastra, mengadili pikiran, memaksa sastrawan menjawab apa saja sesuai keinginan penyidik.

"Kalau aroma kekuasaan polisi campur tangan dalam debat sastra Saut Situmorang cs, sungguh kemunduran," kata Sihol Manullang dalam keterangan pers yang diterima Rimanews.

Sihol menjelaskan, kemenangan Jokowi adalah kebangkitan rakyat, ekspresi kebebasan rakyat menentukan pilihan, lepas dari sekat partai politik. Sudah terbukti, Parpol dan kekuasaan, tidak bisa mengintervensi pikiran rakyat.

"Estetika dan puisi, dunia yang berbeda dengan kepolisian. Walaupun ada pengaduan, tetapi seharusnya polisi tidak buta. Harus ada nurani kejujuran," kata Sihol. Sebab, kata dia, interpretasi dalam sastra berbeda dengan ilmu atau filsafat.

"Ketika kekasihku bersumpah cintanya tulus, aku percaya kepadanya, meski aku tahu dia berdusta," ungkapnya, mengambil mengutip penggalan karya sastrawan legendaris Inggris, William Shakespeare dalam Soneta 136, dua makna berbeda dalam satu kalimat.

"Puisi adalah sebuah mitos kecil tentang kemampuan manusia untuk membuat hidupnya lebih bermakna. Pada akhirnya, puisi bukan sesuatu yang kita lihat. Lebih tepatnya, puisi adalah cahaya yang membuat kita melihat sesuatu lebih jelas, dan sesuatu itu adala
h hidup," Sihol mengutip defisini/makna puisi menurut Robert Penn Warren.


http://nasional.rimanews.com/peristiwa/read/20150330/204531/Relawan-Jokowi-Protes-Penangkapan-Penyair-Saut-Situmorang

panastak kurang kerjaan

Link: http://adf.ly/1COxsf

Blog Archive