Monday, March 16, 2015

(When We Were Young) Mengenang Masa Bocah Melalui Permainan Tradisional


Citizen6, Jakarta Perlu kita ketahui bahwa permainan tradisonal anak indonesia di era tahun 80an sampai 90an mungkin tak banyak kita ketahui bahkan tak pernah liat anak jaman tahun 2014-2015. Sekarang ini mungkin hanya sebagian kecil anak yang mengenal permainanan tetapi tidak pernah merasakan seperti apa permainan tradisional seperti dulu.

Apa lagi jika di daerah itu adalah perkotaan, mungkin kita sudah jarang melihatnya. Tidak seperti anak yang berada di daerah pedasaan atau kampung halaman sendiri. Itu adalah sedikit sample dari beberapa anak yang mengenal permainan tradisonal namun tidak tahu apa nama permainan tradsional pada era 90an yang pantas dilestarikan.

Berikut beberapa daftar permainan tradisional yang hampir punah di jaman yang sudah digital seperti sekarang.

1. Petak Umpet
Permaianan yang diawali dengan hompipah alaihom gambreng yaitu untuk mencari siaapa yang akan kalah dan menjadi penjaga untuk mencari temannya dengan memejamkan matanya di sebuah batang pohon atau tembok dengan hitungan sampai 10 yang akan sembunyi dan jika sudah ketahuan temanya Jika si penjaga menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika ia mencari, ia biasanya harus meninggalkan tempatnya.

2. Gasing
Gasing adalah mainan yang dapat berputar pada poros serta berkesetimbangan pada sebuah titik. Gasing adalah mainan tertua yang ditemukan di beberapa website arkeologi serta tetap dapat dikenali. Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, mesikipun tak jarang dibuat dari plastik, alias bahan-bahan lain.

Kayu diukir serta dibentuk sampai menjadi tahap badan gasing dan bisa dibuat dengan tanah dan di bagian bawah poros dengan menggunakan kelereng. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisionalyang di buat mengguanakan tanah dengan kelereng tali untuk memutarnya kan mengguanakan tali plastik atau rafiah.


3. Kasti alias Gebokan Batu
Permainan ni sejenis olahraga bola semacam halnya olahraga softball alias baseball. Permainan yang diperbuat 2 kelompok ini memakai bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan serta tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang sukses menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan.

Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang bakal menjadi penjaga awal serta kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga wajib segera meringkus bola secepatnya seusai tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Jika bola sukses menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu.


4. Benteng
Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok, masing–masing kelompok terdiri dari 4 hingga 8 orang. Kedua kelompok kemudian bakal memilih sebuahtempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu alias pilar yang disebut sebagai "benteng". Tujuan mutlak permainan ini merupakan untuk menyerang serta mengambil alih "benteng" lawan dengan menyentuh tiang alias pilar yang sudah dipilih oleh lawan serta meneriakkan kata benteng.

Kemenangan juga dapat diraih dengan "menawan" seluruh anak buah lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi "penawan", ditentukan dari siapa yang paling akhir menyentuh "benteng" mereka


5. Bola bekel
Permainan bola bekel ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Dengan memakai media bola kecil transparan yang dapat memantul. Tutorial bermain bola bekel ini lumayan ringkas serta mudah. Pemain lumayan memantulkan bolanya dari lantai sambil mengambil biji keong,batu alias sejenisnya untuk diambil satu per satu,apabila telah diambil semua,maka pemain wajib mengambil semua biji batu dengan cara bersamaan. Apabila sukses maka pemain dikatakan sebagai pemenang.


6. Permainan Lompat Tali/karet gelang
Sebetulnya karet gelang disini dikegunaaankan untuk mengikat bungkus sayuran ketika orang berbelanja dipasar. Tapi tidak hanya dipakai untuk faktor tersebut, karet gelang juga bisa dikegunaaankan oleh anak-anak dulu sebagai alat bermain. Anak wanita memakai karet gelang ini untuk bermain "lompatan" serta "semprong". Karet gelang ini dirajut sampai mencapai panjang 2 alias 3 meter bahkan lebih terlebih dahulu supaya bisa dipakai untuk bermain


7. Permainan Taplak
Taplak bisa dimainkan di lapangan alias halaman rumah. Kami butuh mengfoto arena bermain dengan memakai kapur tulis. Foto 8 kotak serta diakhiri dengan gunungan di atasnya! Tutorial bermainnya dengan melemparkan batu kecil (umpama pecahan genteng) ke kotak pertama, lalu pemain wajib lompat dengan memakai satu kaki hingga ke kotak terbaru, serta kembali lagi untuk mengambil batu yang dilempar tadi. Bila sukses dirinya bisa semakin bermain hingga ke urutan kotak berikutnya.

Bila batu sudah hingga pada kotak terbaru, pemain bakal memperoleh bintang dengan tutorial melemparkan batu dikotak yang diharapkannya. Kotak yang berbintang itu tak boleh diinjak pemain lawan jadi lumayan menyulitkan lawan. Giliran bakal hilang bila batu keluar kotak saat dilemparkan serta bila pemain jatuh jadi menyentuh alias di luar garis. Pemenangnya merupakan yang sukses mengumpulkan bintang paling tak sedikit.

Meskipun sekarang ini kita di era modern eranya digital semua anak sudah di biasakan dengan gadget dengan bermain di gadget dan banyak pilihan game yang lebih modern, tetapi kita tidak bisa menyalakan waktu karena semua sudah berubah menjadi lebih canggih, tinggal kita menyadari betapa serunya dan senang nya permainan pada zaman 90an mari kita lestarikan agar permainan tradisional ini tidak punah.

Kita patut bangga menjadi anak indonesia yang lahir di era 90an karena dan sebenernya masih banyak permainan tradisional indonesia yang lainnya seperti Seperti Bentek, Gedrik, Egrang, Layangan, Tamtam Buku, Paton, kelereng dan lain-lain. semoga bermanfaat artikel ini.

http://citizen6.liputan6.com/read/2191493/mengenang-masa-bocah-melalui-permainan-tradisional








satu lagi yg kurang, kelereng / gundu / guli....seneng bgt ane jadi bagian generasi 80an yg pernah mengalami masa kecil dgn permainan2 kayak gini, jadi berasa banyak cerita banget di masa kecil
Tapi, kemudian semua berubah sejak era nitendo dan kemudian sega dimulai

Link: http://adf.ly/1ADZM7

Blog Archive