Thursday, April 23, 2015

Akhirnya, Petral Dibubarkan! Pukulan Telak kepada Keluarga Cendana?


Akhirnya, Petral Dibubarkan!
Rabu, 22/04/2015 14:10 WIB

Jakarta -Bertahun-tahun, anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) menjadi buah bibir, karena disebut-sebut menjadi sarang permainan impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM). Anak usaha Pertamina ini akhirnya akan dibubarkan.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, pembubaran Petral dilakukan karena sekarang fungsinya sudah tidak seperti saat awal pembentukannya.

Seperti diketahui, saat ini impor minyak dan BBM sudah tidak lagi dilakukan oleh Petral yang berdomisili di Singapura. Impor minyak dan BBM dilakukan Pertamina sendiri lewat Integrated Supply Chain (ISC).

"Dalam waktu dekat, Petral akan dibubarkan. Alasannya, karena fungsinya sudah tidak lagi seperti awal pembentukannya. Karena sebelumnya Petral kan memasok minyak dan BBM ke Pertamina. Sekarang Pertamina sendiri yang melakukan pengadaan minyak dan BBM," jelas Dwi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Kemarin, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pembubaran Petral tinggal menunggu waktu saja. "Jadi tinggal tunggu waktu, mereka akan melaporkan bahwa Petral akan dibubarkan. Saya rasa dalam waktu dekat mereka (Pertamina) akan melapor ke Bapak Presiden (Joko Widodo/Jokowi)," ujar Rini.
http://finance.detik.com/read/2015/0...ral-dibubarkan


Dirut Pertamina: Petral Segera Dibubarkan
Rabu, 22 April 2015 | 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menyatakan tengah mempersiapkan pembubaran anak usaha yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Diharapkan pada tahun ini fungsi pengadaan baik minyak mentah maupun produk bahan bakar minyak (BBM) oleh Petral bisa digantikan oleh anak usaha baru Pertamina. "Ya (bisa tahun ini Petral dibubarkan)," kata Dwi ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Ketika ditanya apakah pembubaran Petral bisa dilakukan pada paruh pertama 2015, Dwi mengatakan akan dilakukan sesegera mungkin. Sejauh ini pihak Pertamina melakukan evaluasi keberadaan Petral.

Dwi mengatakan, pada awalnya Petral berfungsi untuk memasok crude oil dan produk BBM ke Pertamina. Dalam perkembangannya, setelah fungsi Petral ini digantikan langsung oleh unit usaha Pertamina, Integrated Supply Chains (ISC), tentu posisi Petral tidak seperti dahulu ketika dibentuk.

"Pertamina akan mengambil aset-aset (Petral) yang ada. Dan aset-aset ini ke depan akan kita kembangkan sesuai dengan visi Pertamina ke depan menjadi The Real International Trading. (Unit usaha baru) Nantinya tidak lagi menjadi trading arm bagi Pertamina di portofolionya," jelas Dwi.

Nantinya, pengadaan crude oil dan produk BBM akan dikelola langsung oleh anak usaha baru Pertamina, di bawah Pertamina. Unit usaha Pertamina yang akan dikembangkan untuk menggantikan peran Petral yakni Pertamina Energy Services (PES).

"Kita harapkan PES ini yang bisa dikembangkan untuk menjadi anak usaha Pertamina secara internasional," pungkas Dwi.
http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...era.Dibubarkan


DPR Setuju Petral Dibubarkan
Rabu, 22/04/2015 16:32 WIB

Rapat kerja antara Menteri ESDM Sudirman Said dengan Komisi VII DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

MerahPutih Bisnis - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui rencana PT Pertamina dalam membubarkan PT Petral. Menurut anggota Komisi VII Bowo S Pangarso, sudah saatnya Pertamina mengurus sendiri pengimporan bahan bakar minyak (BBM).

"Setuju apabila Petral diambil alih fungsi dan tugasnya oleh Pertamina," kata Bowo kepada Merahputih.com di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/4).

Menurut Bowo, pengambilalihan itu akan memberi keuntungan. Salah satunya, harga BBM menjadi lebih murah karena tidak lagi melalui pihak ketiga, melainkan langsung kepada produsen. "Kasaranya kita membeli pada pihak pertama lebih murah daripada beli pihak kedua," kata Bowo.

Dia menjelaskan, banyaknya oknum di dalam tubuh Petral menyebabkan perusahaan yang bermarkas di Singapura itu sulit dibubarkan. "Dimana ada madu pasti banyak pemain, di sini ada banyak pemain, mereka tidak ikhlas melepas Petral," kata Bowo.

Bowo juga tidak setuju dengan usulan Pertamina untuk mengakuisisi Petral. Sebab, langkah Pertamina hanya akan sia-sia bila mekanismenya tetap sama. "Selama Pertamina bisa tidak perlu perusahan baru," tandasnya.
http://news.merahputih.com/bisnis/20...ubarkan/12060/


Mantap, Jokowi Berhasil Bongkar Keterlibatan Keluarga Cendana di Petral
SELASA 25 NOVEMBER 2014 13:37 WIB

Nama perusahaan Petral disebut-sebut sebagai mafia migas yang menyebabkan Indonesia harus impor minyak dari luar.

Petral ini bagian perusahaan Pertamina yang berkedudukan di Singapura. Tetapi dalam menjalankan bisnisnya selalu dikendalikan orang-orang tertentu.

Nama yang disebut-sebut menjadi kendali Petral adalah Reza Chalid. Pria keturunan Arab ini mengatur impor minyak untuk Indonesia. Di bawah Presiden Jokowi, Indonesia ingin menghapus mafia migas karena dapat merugikan negara sampai triliunan rupiah. Jokowi pun membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin ekonom Faisal Basri.

Jokowi memberikan tugas kepada Faisal Basri untuk membongkar mafia migas di Indonesia termasuk membeberkan ke media. Berdasarkan kajian timnya, Petral ini sahamnya dikuasai keluarga Cendana seperti Tommy Soeharto dan Bob Hasan. Pertamina hanya memiliki saham 40 persen.
http://indonesiana.tempo.co/read/257...dana-di-petral


Betulkah Jokowi berani sentil kepentingan bisnis keluarga Cendana di PETRAL?
Jokowi Akan Sikat Keluarga Cendana di Petral
01 December 2014 |

Pertamina akan terus membongkar mafia minyak di Pertamina Energy Limited (Petral) walaupun ada beberapa orang penting yang bermain.

Dalam kajian tim reformasi migas, ditemukan awal pendirian Petral ada saham milik keluarga Cendana. Ada nama Tommy Soeharto dan Bob Hasan.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Pertamina akan menindaklanjuti temuan tim reformasi migas yang dipimpin Faisal Basri.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengakui akan membersihkan mafia migas dan ingin menjadikan perusahaan plat merah itu menjadi nomor satu. Baca di sini

Dalam internal Pertamina sendiri, akan melakukan reformasi termasuk pengurangan direksi.

Dalam direksi dan Dirut Pertamina yang baru ini diharapkan tidak ada yang melakukan intervensi baik pemerintah maupun partai politik.

Selama ini sudah menjadi rahasia umum, Pertamina menjadi sapi perah partai politik untuk menjalankan kegiatannya.
http://politik.kompasiana.com/2014/1...l--689666.html


Jokowi Bongkar Keluarga Cendana di Petral, Tommy 20%, Bob Hasan 20%
Jumat, 28 November 2014 09:41 WIB

Berdasarkan kajian timnya, Petral ini sahamnya dikuasai keluarga Cendana seperti Tommy Soeharto dan Bob Hasan. Pertamina hanya memiliki saham 40 persen

Nama perusahaan Petral disebut-sebut sebagai mafia migas yang menyebabkan Indonesia harus impor minyak dari luar.

Petral ini bagian perusahaan Pertamina yang berkedudukan di Singapura. Tetapi dalam menjalankan bisnisnya selalu dikendalikan orang-orang tertentu.

Nama yang disebut-sebut menjadi kendali Petral adalah Reza Chalid. Pria keturunan Arab ini mengatur impor minyak untuk Indonesia.

Di bawah Presiden Jokowi, Indonesia ingin menghapus mafia migas karena dapat merugikan negara sampai triliunan rupiah.

Jokowi pun membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin ekonom Faisal Basri.

Jokowi memberikan tugas kepada Faisal Basri untuk membongkar mafia migas di Indonesia termasuk membeberkan ke media.

Berdasarkan kajian timnya, Petral ini sahamnya dikuasai keluarga Cendana seperti Tommy Soeharto dan Bob Hasan. Pertamina hanya memiliki saham 40 persen.
http://baranews.co/web/read/26568/jo...0.bob.hasan.20


Jokowi "bongkar" Petral, ini kata Tommy Soeharto
DEC 3, 2014

KOMODONEWS- Presiden Joko Widodo atau Jokowi berhasil membongkar keterlibatan keluarga Cendana di Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Perusahaan yang berlokasi di Singapura ini disebut-sebut hanya memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu saja. Hal ini menjadikan Indonesia rugi. Bahkan Petral ini menjadi mafia migas.

Jokowi pun sudah memerintahkan Komite Reformasi Tata Kelola Migas diketuai Faisal Basri untuk membongkar siapa saja yang terlibat dalam Petral itu. Ia pun tidak akan menutupi.

Melansir tempo.co, bahkan Faisal Basri pun diminta membuka ke media siapa saja yang mengelola dan berperan banyak dalam Petral ini.

Melihat langkah Jokowi tersebut, Tommy pun tidak tinggal diam. Ia memiliki akun Twitter resmi, @TommySoeharto62.

Pada 24 November 2014, Tommy Soeharto menuding dua nama dengan inisial J dan K ketika menanggapi pendapat soal negara ini bisa hancur.

"Ada yang bilang "mas kayanya bisa hancur negara ini ke depannya," jawab saya "kurang tau coba Tanya bapak2 ber inisial dua huruf J dan K …"

Kalau diperhatikan, putra bungsu Presiden Soeharto itu ingin mengatakan kalau Jokowi adalah menjadi penyebab kehancuran bangsa Indonesia saat ini.
[url]http://www.komodonews.info/jokowi-bongkar-pe


-----------------------------------

Siapa bilang Jokowi tidak tegas dan tidak berani?




Link: http://adf.ly/1Fgwxw

Blog Archive