Monday, April 20, 2015

[akik harganya 7M] Demam Batu Akik Hinggapi para Perwira Polisi


BRIGADIR N Setiawan sesekali terlihat menggosok batu cincin di jari manis tangan kanannya ke seragam cokelat yang ia kenakan, saat berbincang ringan dengan sejumlah wartawan akhir pekan lalu.

Kadang-kadang, ia juga mengelus batu cincin itu dengan salah satu jarinya.

"Saya sih cuma penggemar batu cincin, tapi tidak kecanduan," ujarnya.

Setiawan menuturkan batu cincin hitam berkilau yang ia kenakan ialah batu akik jenis kecubung teh.

Batu cincin itu, kata dia, hanyalah satu dari empat batu cincin yang ia koleksi.

Menurut dia, keempat batu cincin itu diperoleh dari pemberian teman-temannya.

Setiawan tinggal merogoh kocek membeli cangkang cincin untuk meletakkan batu tersebut.

"Kalau bahan (cangkangnya) perak, agak lumayan mahal. Kalau bahannya titanium atau besi putih bisa lebih murah. Saya punya cangkang dari perak, 12 gram, harganya Rp200 ribu," ungkap Setiawan yang saat ini bertugas di Detasemen Pengamanan dan Operasional Badan Pemeliharaan Keamanan Polri.

Tidak hanya Setiawan, di lingkungan Mabes Polri, Jakarta, banyak polisi menggandrungi cincin batu akik.

Mulai level perwira pertama hingga perwira tinggi seperti jenderal, banyak yang membicarakan penghias jari tersebut.

Hal itu terlihat, misalnya, saat seorang petugas piket yang berjaga di lingkungan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menunjukkan kotak berisi selusin cincin. Merasa sedang senggang, ia memanfaatkan waktu untuk menggosok koleksi batu cincinnya dengan sehelai kain.

Polisi berpangkat bintang pun tak mau ketinggalan mengikuti tren cincin batu akik itu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan, misalnya, dalam satu dialog dengan wartawan, memamerkan cincin di jarinya.

"Mana tangannya? Coba saya lihat. Ah, kalau tidak ada cincin itu berarti bukan tangan, tapi kaki," selorohnya kepada wartawan.

Jenderal lain yang juga sempat kepergok mengelus batu cincin ialah Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso.

Pemandangan itu terlihat saat ia sedang mengobrol santai di ruang wartawan.

"Ini apa, ya? Saya juga tidak tahu. Yang pasti bukan batu bacan," celetuknya saat seorang wartawan menanyakan cincin yang tersemat di jarinya.

Media Indonesia bahkan menemukan polisi di lingkungan Mabes Polri yang mengaku memiliki batu cincin dan hendak dijualnya dengan harga Rp7 miliar.

Polisi dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri itu mengatakan batu cincinnya sangat mahal karena ada gambar pocong.

Untuk membuktikan koleksinya bernilai, ia menunjukkan sebuah kartu sertifikat yang dikeluarkan laboratorium gemologi, Dufau Gemological Laboratories, institusi yang mengeluarkan sertifikat keaslian batu mulia.


http://www.mediaindonesia.com/mipagi...isi/2015/04/20


hayoo siapa yg minat?


tapi masih kalah mahal sama akik motif naga nyembur api di aceh yg dihargain 18M

Link: http://adf.ly/1FQXhE

Blog Archive