Monday, April 13, 2015

"Anomali" budaya politik DPR: Isteri Politisi ternyata dilibatkan 'lobby' Politik?


Wah! Peredam Konflik Antar Politisi Senayan Ternyata Para Istrinya
Minggu, 12 April 2015 , 03:01:00

JAKARTA - Kedekatan para istri politisi di Senayan ternyata memberikan pengaruh signifikan bagi suami mereka yang bekerja di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Anggota DPR dari Fraksi PAN, Tjatur Sapto Edy mengatakan, istri punya peran strategis dalam memengaruhi seorang suami untuk mengambil sebuah kebijakan. Bahkan, kedekatan para istri politisi ini juga seringkali menjadi peredam konflik yang terjadi antarsuami mereka.

"Kedekatan antaristri itu bisa memengaruhi diplomasi suami," kata Tjatur di sela-sela kegiatan Persaudaraan Istri Anggota (PIA) Dewan Periode 2014-2019 di Kompleks Parlemen, Sabtu (11/4).

Ya, PIA berkumpul dalam rangkaian kegiatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April. Kali ini mereka mengadakan berbagai acara seperti lomba tumpeng, fashion show, kampung dolanan dan lomba menggambar serta mewarnai untuk anak SD.

Selain itu diselenggarakan pula kegiatan talk show yang bertajuk "Mengenal dan Memahami Perbedaan Program Otak Wanita dan Pria". Menurutnya Tjatur, di DPR sendiri memang terdapat dua koalisi besar yang merupakan imbas Pemilu Presiden 2014 lalu, yakni Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.

Namun, Tjatur bersyukur karena keberadaan koalisi yang beberapa bulan belakang kerap berseteru di parlemen, tak membuat hubungan para istri anggota dewan ikut panas. Ini terbukti setiap ada kegiatan PIA.

"Tadi juga Golkar dari kedua kubu, PPP juga, PKB, hadir. Lalu istri dari politisi PDI Perjuangan juga hadir meski hanya satu-dua karena suami-suami mereka lagi kongres di Bali," ujarnya.

Karenanya ke depan, Tjatur berharap para istri anggota DPR bisa menggelar kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk mempererat persaudaraan sesama istri anggota
http://www.jpnn.com/read/2015/04/12/...-Para-Istrinya


Para istri anggota DPR dari Golkar justru akrab dan hangat
Rabu, 25 Maret 2015 18:36 WIB | 8.002

... istri dari kedua kubu bahkan ada yang jadi peragawati. Kami cair kok, tidak konflik dan tetap hangat...
Jakarta (ANTARA News) - Dualisme kepemimpinan di Fraksi Golkar, yakni antara kubu Aburizal Bakrie (ARB) dan kubu Agung Laksono tidak mempengaruhi keakrabam para istri anggota DPR RI dari Golkar.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI, Deisti Novanto di sela-sela peragaan busana dan bincang-bincang, Bring Out Your Potential For Success, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

"Kami tidak ikut andil dalam kisruh politik Partai Golkar antara kubu Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono ini," kata Deisti.

Menurut istri Ketua DPR RI itu, PIA adalah wadah bersilaturrahminya istri anggota DPR RI. "Tapi tidak akan ikut campur dalam dinamika politik praktis, baik di DPR RI maupun di internal masing-masing partai politik," kata dia.

Bahkan dirinya mengimbau para istri anggota DPR RI dari Golkar untuk berperan aktif mendorong para suami ke arah dan situasi yang lebih baik dan damai agar tugasnya sebagai wakil rakyat bisa berjalan optimal.

"Pertemuan hari ini cukup menjadi bukti bahwa PIA tetap solid," kata Deisti.

Sementara itu, Ketua Ikatan Istri-Istri Anggota Fraksi Partai Golkar, Netty Ade Komarudin mengatakan, apa yang dilakukan para istri anggota DPR RI dari Golkar bisa menular kepada para suami.

"Jadi kalau para istri ini tetap bersatu dan damai, semoga juga diikuti oleh para suami. Kami malah tidak merasa ada di kubu siapa-siapa, justru kami berharap bisa bersatu sampai ke suami-suami kami,"‎ kata Netty.

Netty menyebutkan, para istri yang hadir dari kedua kubu terlihat akrab dan kompak.

"Para istri anggota DPR dari Golkar tidak ada perpecahan baik secara keseluruhan PIA maupun di intern fraksi Partai Golkar. Istri-istri dari kedua kubu bahkan ada yang jadi peragawati. Kami cair kok, tidak konflik dan tetap hangat," demikian Netty.
http://www.antaranews.com/berita/487...rab-dan-hangat


Ogah Ikut Suami, di Perkumpulan Istri DPR Tak Ada Kubu-kubuan
Rabu, 25 Maret 2015 , 15:44:00 WIB

RMOL. Untuk menambah wawasan istri-istri anggota dewan, Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI menggelar serangkaian acara mulai dari taklshow, sampai dengan pameran busana. Tema talkshow adalah bring out your potensial for succes.

Menurut Ketua PIA Deisti Astriani Novanto, kegiatan tersebut tentunya bermanfaat bagi istri-istri anggota DPR.

"Kita akan laksanakan talkshow dan fashion show tujuannya adalah untuk memberikan masukan, utamanya untuk pengembangan diri," kata Deisti kepada wartawan di Gedung Nusantara IV (Pustakaloka) Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (Rabu, 25/3).

Menurut dia, istri-istri para DPR yang tergabung dalam PIA tidak mau mencampuri urusan ataupun gejolak yang terjadi di DPR, utamanya perseteruan Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.

"Kami sebagai istri tak mau masuk ke wilayah politik. Sebagai anggota PIA kami semuanya menjadi satu kesatuan, tidak ada kubu-kubuan," kata Deisti yang didampingi Netti Komaruddin, istri Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin,

Talkshow pada acara itu pihak penyelenggara menghadirkan pakar kepribadian yakni Mien Uno. "Dengan kehadiran Mien Uno kiranya dapat memberikan manfaat bagi para istri anggota DPR, terutama wawasan," kata Netti.

Mien Uno sendiri pada kesempatan itu mengatakan kalau pihaknya ingin mengajak istri anggota DPR dan juga perempuan Indonesia untuk memberdayakan diri dalam membangun bangsa dan negara.

"Membantu agar istri anggota DPR juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Mien Uno.

Menariknya dalam acara pameran busana, para peragawati bukan dari model kenamaan. Justru yang menjadi peragawati dadakan adalah istri-istri anggota DPR
http://politik.rmol.co/read/2015/03/...a-Kubu-kubuan-


Koalisi di DPR Tak Merembet ke Hubungan Antar-Istri
12 Apr 2015 at 03:36 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy mengatakan, istri memiliki peran penting dalam mempengaruhi seorang suami untuk mengambil sebuah keputusan. Menurutnya, sering kali konflik yang terjadi antara suami dengan koleganya mereda lantaran kedekatan dengan istri.

"Kedekatan antara istri dengan suami itu bisa mempengaruhi diplomasi suami saat berkonflik," kata Tjatur saat menghadiri kegiatan Persaudaraan Istri Anggota (PIA) Dewan Periode 2014-2019 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2015).

Anggota Komisi III DPR itu menuturkan, di DPR sendiri terdapat 2 koalisi besar yang merupakan imbas Pemilu Presiden 2014 lalu, yakni Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). "Namun saya bersyukur jika keberadaan koalisi itu tak merembet hingga ke hubungan antar-istri anggota dewan," ujar Tjatur.

"Tadi juga Golkar dari kedua kubu, PPP juga, PKB, hadir. Lalu istri dari politisi PDI Perjuangan juga hadir meski hanya satu-dua karena suami-suami mereka lagi kongres di Bali," imbuh dia.

Ke depan, Tjatur berharap para istri anggota DPR tak hanya menggelar kegiatan seperti ini, tetapi juga kegiatan lain yang dapat meningkatkan persaudaraan antarsesama istri anggota. "Saya harap acara seperti ini terus diadakan," tandas Tjatur.

Kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini itu diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti lomba tumpeng, fashion show, kampung dolanan dan lomba menggambar serta mewarnai untuk anak SD. Selain itu diselenggarakan pula kegiatan talk show yang bertajuk 'Mengenal dan Memahami Perbedaan Program Otak Wanita dan Pria'.
http://news.liputan6.com/read/221187...an-antar-istri

------------------------------

Anomali budaya politik DPR: Isteri Politisi ternyata dilibatkan lobby Politik?
Anomali budaya politik DPR: Isteri Politisi ternyata dilibatkan lobby Politik?
Anomali budaya politik DPR: Isteri Politisi ternyata dilibatkan lobby Politik?

Tidak seharusnya para isteri itu dilibatkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Sebab, tugas isteri itu sudah sakral, membina internal rumah tangganya, membesarkan anak-anaknya, menjaga perut dan kelamin suaminya agar jangan berzina, menjalankan roda ekonomi dalam rumah tangga di masa sulit seperti ini. Maka akan semakin beratlah tugasnya bila ditambahi "tugas-tugas" yang seharusnya hanya dilakukan oleh 'spionase wanita' seperti 'Lady Escort" itu misalnya. Terlalu!




Link: http://adf.ly/1EeIei

Blog Archive