Thursday, April 2, 2015

|Anti Pedo| Menikahkan Anaknya yang Masih Berusia 12 Tahun, Ayah di Australia Dihukum


Menikahkan Anaknya yang Masih Berusia 12 Tahun, Ayah di Australia Dihukum
Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 02/04/2015 13:58 WIB

5091162_20150402023852.jpg
5091162_20150402025456.png

New South Wales, Seorang ayah di daerah New South Wales, Australia, terbukti bersalah oleh pengadilan setelah ia menikahkan anak perempuannya yang masih di bawah umur. Ia dinyatakan bersalah atas dasar memaksa anak terlibat dalam aktivitas seksual yang melanggar hukum.

Pria berusia 63 tahun yang namanya dirahasiakan ini mengatakan bahwa ia menikahkan anaknya dengan hukum Islam dan mengaku tak memaksakan sang anak yang saat itu berusia 12 tahun. Meskipun demikian, hakim Deborah Sweeney menemukan bukti-bukti bahwa sang ayah dengan sengaja ingin mendorong anaknya terlibat aktivitas seksual seperti mengizinkan anaknya pergi ke hotel berdua atau berbagi tempat tidur.

Pria yang menjadi suami anaknya adalah seorang pria berdarah Lebanon berusia 26 tahun. Sang anak dilaporkan mengalami keguguran setelah hamil dan sang suami telah dipenjara untuk setidaknya 7,5 tahun.

Pengadilan Downing Centre di Sydney mendengar pembelaan sang Ayah yang mengaku alasan di balik tindakannya adalah rasa khawatir terhadap perilaku seksual anak yang telah sampai usia pubertas. Sweeney mengeluarkan pembelaan-pembelaan yang dikeluarkan namun lemah bila dibandingkan dengan bukti yang telah ditemukan.

"Beberapa bukti yang ia ajukan begitu tak masuk akal sehingga sulit untuk dipercaya," ujar Sweeney seperti dikutip dari ABC Australia pada Kamis (2/4/2015).

Pengakuan dari suami anak tersebut dan kiai yang menikahkan mereka, keduanya telah mendapat izin dari sang ayah. Petugas perlindungan anak yang pernah terlibat juga mengaku bahwa sang ayah pernah mengatakan 'lebih baik dia menikah dan berhubungan seksual'.

Sidang masih terus berlangsung dan pada tanggal 29 Mei 2015 mendatang sang ayah akan menerima vonis hukuman dari hakim.

Code: http://health.detik.com/read/2015/04/02/135829/2876964/763/menikahkan-anaknya-yang-masih-berusia-12-tahun-ayah-di-australia-dihukum


Organ Reproduksi Belum Matang, Ini Akibatnya Pernikahan Dini
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 26/06/2013 16:02 WIB


Kendari, Pernikahan dini tidaklah semanis cerita di opera sabun atau sinetron. Jauh dari romantisme, belum matangnya organ reproduksi pada remaja yang menikah muda membuatnya terancam berbagai masalah, mulai dari gangguan fisik, psikologis, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

"Belum matangnya organ reproduksi menyebabkan pelaku pernikahan dini umur 10-14 tahun 5 kali lebih besar mengalami kematian saat melahirkan. Pada remaja usia 15-20 tahun, risikonya 2 kali lipat," jelas Shauqi Maulana, Duta Mahasiswa Genre Tingkat Nasional 2012, dalam acara 'Seminar Remaja dalam Rangka Hari Keluarga XX Tingkat Nasional' di Hotel Azahra, Kendari, Rabu (26/6/2013).

Selain itu, belum matangnya organ reproduksi menyebabkan wanita yang menikah di usia muda berisiko terhadap berbagai penyakit mengerikan, seperti kanker serviks, kanker payudara, mioma dan kanker rahim.


Secara psikologis, mental remaja juga belum siap untuk menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan. Akibatnya, banyak terjadi perceraian di usia muda dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurut hasil riset, 44 persen pelaku pernikahan dini mengalami KDRT frekuensi tinggi, dan 56 persen mengalami KDRT frekuensi rendah.

"Masih pacaran aja berantem sedikit langsung galau. Belum siap mental pria jangan dipaksakan menikah, nanti dikit-dikit main tangan," ujar alumni Fakultas Komunikasi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin ini.

Belum lagi soal pendidikan yang terbengkalai. Menurut riset, hanya 0,02 persen pelaku pernikahan dini yang dapat melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi.

Uqi mengatakan, perilaku seksual menyimpang juga tinggi di kalangan remaja yang menikah dini. Hal ini dipicu akibat maraknyaa video porno, yang membuat banyak remaja ingin mencoba-coba.

"Belum waktu dan tempatnya tapi sudah dilakukan. Akhirnya menimbulkan penyakit," tutur Uqi.

Dengan adanya Genre (Generasi Berencana) dan program Penundaan Usia Perkimpoian (PUP), idealnya wanita menikah di atas usia wanita 20 tahun dan pria 25 tahun. Usia tersebut dianggap sudah baik dan matang untuk organ reproduksi wanita, melahirkan, mengatur perekonomian dan keluarga.

Code: http://health.detik.com/read/2013/06/26/155355/2284980/763/organ-reproduksi-belum-matang-ini-akibatnya-pernikahan-dini


marah.gif Sudah ada bukti medis dan psikologi bahwa pernikahan di bawah umur beresiko, tp tetap saja ada yg tidak peduli terhadap kesehatan anaknya. Aceng Fikri dan Syekh Puji yg kimpoi dengan anak di bawah umur aja kena, apalagi di Australia.

Link: http://adf.ly/1CoDob

Blog Archive