Thursday, April 16, 2015

Astaghfirullah! Selagi 3 anggota BRIMOB aja bisa kena Begal? Pasti begalnya hebat?


Tiga Brimob Jadi Korban Pembegalan di Indramayu

Kamis, 16 April 2015, 05:59 WIB



REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU -- Tiga orang anggota Brimob Detasemen C Cirebon dan sejumlah warga telah menjadi korban pembegalan di ruas jalan raya Karangampel - Krangkeng, Kabupaten Indramayu, dalam waktu berlainan. Jajaran Polres Indramayu pun terus memburu para pelaku. ''Pelakunya diduga sama,'' ujar Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, Rabu (15/4).

Wijonarko mengatakan, beberapa saat setelah mendapatkan laporan mengenai aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa anggota Brimob Detacemen C Cirebon, Selasa (14/4) lalu, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Meski identitas pelaku minim, namun pihaknya tetap berupaya melakukan pengejaran.''Kami akan ambil tindakan tegas terhadap para pelaku,'' kata Wijonarko.

Seperti diberitakan, seorang anggota Brimob Detacemen C, Cirebon, bernama Bripka Aryon, dibegal di jalan raya Karangampel, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/4) sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam peristiwa itu, para pelaku yang berjumlah enam orang berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha Vixion milik korban.

Beruntung, nyawa korban selamat meski tangannya sempat mendapat tebasan golok oleh pelaku. Korban pun ditolong beberapa pengguna jalan raya serta warga setempat.

Sebelumnya, pada awal April 2015, aksi serupa juga menimpa dua orang anggota Brimob Detasemen C Cirebon. Keduanya dibegal di jalan raya Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Usai melakukan aksinya, para pelaku kabur membawa hasil jarahan mereka dengan berpencar ke arah yang berbeda. Sementara, korban yang semula diancam ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian.

Selain menimpa ketiga anggota Brimob, aksi begal juga sebelumnya menimpa beberapa warga di ruas jalan raya Krangkeng - Karangampel, Kabupaten Indramayu. Kondisi itupun membuat warga yang melintasi daerah tersebut kerap dilanda kekhawatiran.
http://nasional.republika.co.id/beri...n-di-indramayu


Begal di Tasikmalaya Ternyata Anggota TNI
MINGGU, 05 APRIL 2015 | 04:28 WIB



TEMPO.CO, Tasikmalaya - Seorang anggota TNI berpangkat prajurit dua (prada) ditangkap warga dan polisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Badak Paeh, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu, 4 April 2015.

Anggota TNI berinisial BD itu ditangkap karena diduga telah merampas sepeda motor dan tiga ponsel di Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu dinihari.

Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Susnadi menjelaskan, penangkapan ini bermula dari keberadaan tiga korban begal, yakni Er, Yud dan Ih di Dadaha. Mereka adalah warga Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya.

"Korban didatangi empat begal. Mereka tiba-tiba dianiaya, sepeda motor dan ponselnya dirampas," kata Susnadi. Para begal diketahui lari ke Kabupaten Tasikmalaya. "Oleh korban dan kawan-kawannya, begal ini diikuti hingga ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya."

Saat melintasi SPBU Badak Paeh di Singaparna, sepeda motor seorang begal masuk ke SPBU itu untuk mengisi bensin. Ketiga korban langsung menghampiri begal itu dan menanyakan sepeda motor milik korban yang dirampas. "Korban mengenali betul begalnya," kata Susnadi.

Namun, Susnadi melanjutkan, begal ini menolak menjelaskan. "Terjadi pertengkaran. Keributan itu mengundang perhatian warga sekitar."

Setelah korban menjelaskan bahwa dia menjadi korban perampasan, warga di sekitar pompa bensin itu menahan si begal agar tidak kabur. "Begal sampai mengambil pisau dan menusuk seorang warga di SPBU," kata Susnadi.

Polisi yang mengetahui peristiwa itu segera meluncur ke SPBU tersebut. "Kita menahan orang itu yang ternyata memiliki kartu tanda anggota dari sebuah kesatuan di TNI," ucap Susnadi.

Setelah mengetahui yang ditangkap adalah anggota TNI, polisi kemudian menyerahkan kasus tersebut ke Sub-Detasemen Polisi Militer Tasikmalaya.
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...ta-Anggota-TNI


Marak Begal Motor, TNI Terjunkan Tim Patroli
Selasa, 3 Februari 2015 - 16:20 wib

DEPOK - Polresta Depok baru-baru ini berhasil meringkus tiga serangkai pelaku perampasan atau begal sepeda motor. Meski kasus begal sudah berhasil diungkap, pesan palsu (hoax) meresahkan masih banyak beredar melalui SMS, BlackBerry Messenger, serta situs jejaring sosial lainnya.

Dandim Depok 0508, Letkol Inf Santosa, menegaskan bahwa situasi dan kondisi Depok saat ini kondusif. Pihaknya selalu menggelar patroli rutin di 11 kecamatan.

"Depok kondusif! Kami rutin patroli dilaksanakan Koramil dan Polsek, kalaupun belakangan ada patroli ramai-ramai itu memang gabungan dengan Polres dan Pemerintah Kota," tegasnya di Depok, Selaasa (3/2/2015).

Ia menegaskan sebanyak 5-10 personel bersiaga di tiap Koramil sesuai kebutuhan wilayah. Santosa menjelaskan, tindak kejahatan memang tak bisa diprediksi.

"Walaupun tempat aman belum tentu aman. Jangan percaya hoax begal meresahkan. Barangkali ada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan ini. Memang harusnya bisa dilacak. Warga pun saling bahu membahu,"
http://news.okezone.com/read/2015/02...an-tim-patroli


Panglima TNI: Bila Diminta Polisi, TNI Siap Berantas Begal
06 Feb 2015 at 14:10 WIB


Moeldoko akan ikut menerjunkan kekuatan penuh TNI untuk pengamanan. Selain pasukan TNI, pelantikan pun akan dijaga ketat kepolisian demi memastikan kelancaran acara, Jakarta, Selasa (14/10/2014) (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi keamanan di Jakarta kini sedang dibuat resah dengan keberadaan komplotan begal atau pencuri kendaraan dengan kekerasan. Dalam setiap aksinya, mereka tidak segan melukai korban bahkan hingga meninggal.

Jajaran Polda Metro Jaya pun semakin giat melakukan patroli dan razia melalui operasi di malam hari. Operasi ini dirasa belum cukup sehingga banyak pihak yang menilai dibutuhkan unsur TNI untuk menjaga keamanan Ibukota.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, dalam hal keamanan memang sudah menjadi tugas kepolisian. Namun, TNI akan membantu bila diminta oleh jajaran kepolisian.

"Prinsip kami semuanya, kami diminta kepolisian. Rekan rekan kepolisian boleh setiap saat meminta," ujar Moeldoko di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (6/2/2015).

Masalah keamanan di Ibukota tentu tidak luput dari perhatian TNI. Hanya saja, persoalan ini sudah menjadi perhatian kepolisian. Karena itu, Moeldoko akan menguatkan unsur teritorial untuk membantu tugas kepolisian jika sewaktu-waktu diminta.

"Kalau kita melihat ada berbagai persoalan keamanan. Nanti jadi perhatian kami unsur teritorial," jelas Moeldoko.

Di lokasi yang sama, Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo mengatakan, sampai saat ini jajarannya belum diminta untuk mengerahkan pasukan membantu polisi. Karena itu, sejauh ini pihaknya hanya membantu di bidang petukaran informasi.

"Sampai saat ini belum ada permintaan. Kita pada dasarnya siap. Sejauh ini kami dari Kodam Jaya membantu memberikan informasi," ungkap Agus.
http://news.liputan6.com/read/217197...berantas-begal


Akar masalah maraknya BEGAL akibat ekonomi masyarakat yang memburuk?
Quote:
Salah Siapa Bila Ekonomi Rakyat Memburuk?
Selasa, 07 April 2015 , 05:10:00 WIB

DALAM sebulan terakhir sudah terjadi dua kasus bunuh diri di kalangan wong cilik, yang kuat dugaan disebabkan oleh depresi sang kepala keluarga karena masalah ekonomi. Yang pertama terjadi di Purwosari 21 Maret 2015, saat ayah mengajak puterinya yang sebenarnya berprestasi di sekolah bunuh diri bersama menabrakan diri mereka pada kereta api yang melaju kencang. Yang kedua terjadi di Kediri awal April 2015, saat ayah, ibu, dan puterinya yang juga berprestasi di sekolahnya bunuh diri bersama dengan menenggak racun di dalam rumah di mana sang ayah sempat menulis surat wasiat berkaitan penguburan mereka sekeluarga. Memang banyak lagi kasus akibat himpitan ekonomi yang eksesnya tidak sampai seekstrim bunuh diri, hanya mungkin para wong cilik, orang kebanyakan, "terpaksa" menjadi gelandangan, pengangguran, penderita gangguan jiwa, begal, TKI, atau bahkan PSK. Di sini jargon Revolusi Mental menjadi kehilangan maknanya karena urusan mayoritas rakyat masihlah soal perutnya, bukan lagi soal-soal yang abstrak seperti mental dan semacamnya.

Rakyat kita memang sudah lupa "Salam Dua Jari" karena janji-janji Jokowi untuk mengangkat derajat wong cilik meringankan beban mereka menghadapi hidup di dalam negara neoliberal tidak ada yang terwujud, hingga yang tersisa hanya "Salam Gigit Jari". Segala derita wong cilik yang disebabkan oleh kebijakan pengetatan fiskal Kabinet Kerja, berbagai subsidi yang langsung berhubungan dengan rakyat seperti BBM, TDL, LPG, pupuk, kereta api ekonomi, semua dicabut. Belum lagi karena kurang tanggapnya tim ekonomi Kabinet Kerja, defisit transaksi berjalan tidak membaik dalam 6 bulan pertama, sehingga saat terjadi shock eksternal (rencana penaikkan suku bunga The FED yang akan menyebabkan arus keluar modal asing jangka pendek) maka kurs rupiah pun melemah terhadap dollar AS. Pelemahan kurs ini pun ikut memukul perekonomian rakyat karena bahan-bahan kebutuhan pokok yang diimpor menjadi semakin mahal.

Padahal pada saat kampanye Pilpres tahun lalu banyak kalangan wong cilik yang menyaksikan Jokowi berjanji tidak akan cabut subsidi BBM. Namun tentu kita juga ingat bahwa JK, yang kemudian menjadi wapres Jokowi, adalah salah satu tokoh yang sudah sejak lama getol mencabut subsidi energi. Selain itu berbagai pengamat ekonomi juga meramalkan, seperti dikutip berbagai media nasional saat Pilpres, bahwa kurs rupiah akan menguat bila Jokowi menjadi presiden. Nyatanya saat ini tim ekonomi yang menkonya seseorang yang tak paham makro adalah orang kepercayaan JK, yang menteri keuangannya adalah pejabat warisan dari rezim sebelumnya, tidak mampu untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan yang merupakan faktor fundamental pelemahan kurs.

Karena sangat kuat indikasi bahwa Jokowi menyerahkan pemilihan tim ekonomi pada JK, maka sebagian kesalahan atas buruknya kinerja ekonomi saat ini pantas dialamatkan juga pada JK. Entah apa yang membuat Jokowi sedemikian percaya pada JK untuk mengatur jalannya perekonomian (atau mungkin Jokowi selalu kalah berdebat dengan JK terkait urusan ekonomi?) Padahal semasa menjadi wapres SBY tahun 2004-2009, JK terindikasi memperkaya perusahaannya dan kroninya. Sejarah mencatat, bahwa pada saat menjadi wapres SBY lah JK masuk ke dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes. Melonjaknya kekayaan grup bisnis JK pada periode tersebut, menurut penelusuran yang dilakukan oleh Ir. Abdulrachim, aktivis GM 77/78, adalah karena banyaknya proyek pembangkit listrik, infrastruktur, dan pemutihan utang (sebesar Rp 1,4 triliun ke Bank Mandiri) yang diterima grup bisnisnya.

JK memang tidak mengharamkan pemanfaatan jabatan untuk kepentingan bisnis golongannya, setidaknya hal ini disampaikannya secara gamblang dalam salah satu buku biografinya. Faktanya saat ini grup Kalla sudah merambah ke sektor migas dengan bekerja sama dengan Pertamina dalam pembangunan kilang LNG (dan kabarnya masih banyak proyek di sektor serupa yang belum terungkap media). Jadi jika begini alur ceritanya, bisa saja kita simpulkan bahwa berbagai pengetatan fiskal, pencabutan subsidi rakyat, yang dananya akan digunakan untuk infrastrukturisasi kelak juga akan menciprat ke kerajaan bisnis JK. Dan kita tahu bahwa margin keuntungan di sektor infrastruktur ini kisaran minimal 30 persen, jadi akan bertumbuhlah secara signifikan kekayaan para taipan semacam JK dan teman-temannya yang merupakan perwakilan kurang dari 1 persen penduduk.

Kerja memang bagus, karena tanpa kerja, peradaban manusia tidak akan pernah ada. Namun perlu digarisbawahi, kerja pembangunan peradaban manusia selama puluhan abad ini sejatinya berdiri di atas keringat para budak, para petani, dan para buruh, atau kaum 99 persen penduduk. Bukannya menafikan peran intelektualitas para elit tuan budak, raja, dan pengusaha, kaum 1 persen penduduk, namun di masa depan kita harus lebih berkeadilan sosial dalam memandang Kerja. Karena istilah Kabinet Kerja sangatlah bersejarah, digunakan oleh Bung Karno di akhir masa pemerintahannya yang revolusioner dan bernafaskan keadilan sosial. Namun saya ragu JK memiliki kenangan manis dengan istilah ini. Karena bukankah pada saat Kabinet Kerja terakhir yang dipimpin Bung Karno, pemuda JK adalah salah satu pemimpin dari para aktivis yang menghendaki pemerintahan ayahanda Megawati itu berakhir di tahun 1966?
http://www.rmol.co/read/2015/04/07/1...kyat-Memburuk-


Menkeu Minta Waspadai Kuartal II 2015, Ekonomi Bisa memburuk
Jumat, 21/11/2014 12:57 WIB

Menkeu Minta Waspadai Kuartal II 2015, Ekonomi Bisa memburukPresiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menkeu Bambang Brodjonegoro (kanan) sebelum memberikan pengarahan kepada pejabat eselon I dan II di lingkungan Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/11). (CNN Indonesia/Antara Photo/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mewaspadai risiko pembalikan arus modal ke luar negeri yang bisa memperburuk ekonomi Indonesia pada kuartal II 2015. Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menyebut faktor normalisasi kebijakan suku bunga bank sentral AS dan repatriasi keuntungan pemodal bisa jadi penyebabnya.

"Tantangan terbesar salah satunya dari ketidakpastian global yang justru lebih berisiko. Salah satunya karena kebijakan moneter AS yang stimulusnya berakhir pada tahun ini dan kemungkinan bank sentralnya harus menaikkan suku bunga," katanya dalam Rakernas Kadin, di Jakarta, Jumat (21/11).

Bambang menjelaskan kenaikan tingkat suku bunga suatu negara, yang mata uangnya digunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia, akan memicu pembalikan arus modal asing (reversal) dari negara-negara berkembang seperti Indonesia. "Ini menjadi tantangan terbesar dari sisi eksternal," katanya.

Dampak ketidakpastian global, lanjut Bambang, juga tercermin dari defisit neraca transaksi berjalan Indonesia yang masih cukup besar. Meskipun pada kuartal III 2014 defisitnya mengecil ke kisaran tiga persen, tetapi masih berisiko membengkak kembali ketika terjadi anomali."Waspada karena kadang-kadang ada siklus yang bisa membuat defisit transaksi berjalan membesar, biasanya kuartal II, ketika pemilik modal melakukan reptariasi keuntungannya," ucapnya menegaskan.

Untuk itu, Bambang menekankan pentingnya memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia dari tekanan eksternal. Caranya, mengkombinasikan antara kebijakan moneter dan fiskal, serta perbaikan struktur sektor riil. "Untuk sektor riil, kurangi ekspor komoditas yang selama ini mendominasi 65 persen ekspor, terutama konoditas pertambangan dan perkebunan. Karena itu sangat rentan terhadap gejolak ekonomi dunia," katanya.
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/...bisa-memburuk/

Ekonomi memburuk, orang Indonesia mulai berhemat dan kurangi belanja
Jumat, 6 Februari 2015 09:16

Merdeka.com - Keyakinan konsumen Indonesia di kuartal IV 2014 masih tercatat yang tertinggi kedua di dunia, dengan skor 120. Sama halnya dengan konsumen Filipina. Sementara konsumen India, menurut survei Nielsen, menjadi konsumen paling optimis di dunia dengan skor 129.

Survei tersebut memotret terjadinya penurunan keyakinan konsumen Indonesia akan kondisi perekonomian nasional. Utamanya usai kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di penghujung 2014. "Kita melihat penurunan signifikan untuk Indonesia dan pola ini berulang kali terjadi setiap kali ada kenaikan BBM. Namun secara umum tingkat keyakinan konsumen rekatif stabil," ujar Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (6/2).

Kondisi ekonomi masih menjadi kekhawatiran utama bagi konsumen Indonesia. Pada akhirnya, kekhawatiran konsumen ini justru berdampak buruk bagi perekonomian nasional dewasa ini.

Survei ini juga mengungkapkan, kebanyakan konsumen beranggapan Indonesia sedang mengalami resesi ekonomi. Karena itu 80 persen di antara mereka mulai mengurangi porsi atau kebiasaan belanja atau hal yang bersifat konsumtif yang tidak perlu dan mendesak. Semisal Lebih mengurangi belanja pakaian baru, menunda upgrade barang teknologi, mengurangi hiburan di luar rumah dan menghemat pemakaian gas dan listrik. "Namun konsumen Indonesia belum mau banyak kompromi dalam hal komunikasi, belanja makanan, dan layanan keuangan," ucapnya.

Konsumen Indonesia juga masih tercatat dalam golongan rajin menabung. Kebanyakan mengalokasikan kelebihan dana untuk ditabung dan investasi. "Temuan terakhir ini menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia tetap merencanakan masa depan finansial mereka dengan penuh perhitungan. Konsumen memiliki penghasilan untuk menginvestasikan kelebihan dana mereka dan memperkuat tabungan mereka, dan ini mendorong adanya permintaan yang lebih tinggi untuk layanan finansial dan perbankan.
http://www.merdeka.com/uang/ekonomi-...i-belanja.html


100 Hari Pemerintahan Jokowi-JK, Ekonomi Rakyat kian Memburuk
Kamis, 29 Januari 2015 , 09:05:00

JAKARTA - 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Kondisi kehidupan ekonomi dan sosial politik rakyat malah dirasa makin memburuk. Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng menyatakan, kondisi tersebut terjadi lantaran ketidakpastian kebijakan ekonomi yang menyebabkan harga kebutuhan pokok (sembako) bergejolak tidak terkendali.

Menurutnya, sejak awak penyusunan kabinet kerja sudah sangat terasa adanya praktik bagi-bagi jabatan. Mulai dari pengangkatan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said serta jajaran direksi perusahaan pelat merah Pertamina dan tim Reformasi Tata kelola Migas. "Ada satu kata kunci dalam permasalahan Pemerintahan saat ini, yaitu pembajakan harta kekayaan negara dan rakyat. Dapat disimpulkan ini merupakan pergantian mafia lama diganti dengan mafia baru," kata Daeng di Jakarta, Rabu (28/1).

Seperti yang terjadi dalam sektor migas. Kata Daeng, saat ini sektor tersebut dipegang oleh kelompok tertentu. Mulai dari reformasi di jajaran direksi Pertamina hingga penunjukan Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Daniel Purba. "Lalu kemarin ISC dikabarkan telah deal dengan sonangol dengan skema B to B untuk import minyak mentah, artinya tidak discount all market price, Intinya sih sama saja kita impor, tapi pengimpornya yang berbeda, begitu juga tender crude oil yang kemaron dilaksanakan jauh dari transparansi yang selama ini di gemborkan, ada kebohongan publik disini " jelasnya
http://www.jpnn.com/read/2015/01/29/...-kian-Memburuk


------------------------------

Selagi memberikan rasa aman saja kepada rakyatnya agar bisa mencari penghidupan dengan tenang, kayaknya rezim sekarang kok nggak mampu? Terus apa donk konstribusi para elit yang baru berkuasa itu?


Blog Archive