Saturday, April 4, 2015

Awal April, 5 Nyawa Melayang



04 Apr 2015 01:20
Sulut Mencekam
Awal April, 5 Nyawa Melayang
MyPassion

BOLMONG— Kondisi keamanan di Sulut semakin mencekam. Mengapa? Awal April saja, lima nyawa melayang sia-sia. Rabu (1/4) lalu, terjadi tiga kasus pembunuhan. Di Langowan ayah tiga anak tewas di tombak, di Kota Cakalang anak menghabisi ibu kandungnya. Lalu di Manado Hj Aminah Potabuga (60), Warga Kelurahan Mahawu, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting. Istri almarhum mantan Ketua MUI Sulut KH Fauzi Nurani ini, tewas dihantam martil di kepala lalu digorok tersangka YH alias Yamin (30), asal Gorontalo tinggal di Kelurahan Mahawu—selengkapnya lihat grafis.

Kamis (2/4), lagi-lagi warga Nyiur Melambai heboh kasus pembunuhan. Kejadiannya, di Pasar Mopuya Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow. Tak tanggung-tanggung, korban tewas dan kritis masing-masing dua orang.

Korban tewas teridentifikasi bernama Rian Linu (21) dan Mario Linu (21). Yang kritis Brian Supit (20) dan Rian Rumondor (20). Keempat korban tercatat Warga Desa Dondomon Selatan Kecamatan Dumoga Utara.

Rian dan Mario meregang nyawa akibat ditusuk besi, sementara Brian dan Rian ditikam pisau. Tersangkanya melibatkan tiga penambang emas masing-masing berinisial DK alias Doni (24), RU alias Roy (24) dan ADC alias Dwi (24), ketiganya Warga Doloduo III, Kecamatan Dumoga Barat. Kejadiannya, dini hari sekira pukul 01.30 Wita, Kamis (2/4). Ketiga tersangka kini sudah mendekam di sel tahanan Polres Bolmong, setelah berhasil diringkus tim buser, sekira pukul 08.00 Wita.

Menurut pengakuan ketiga tersangka, peristiwa berdarah ini berawal, malam itu sekira pukul 23.00 Wita, Doni dan Roy mengendarai sepeda motor dari Desa Motugat hendak pulang ke rumah. Ketika melintasi Pasar Mopuya, sepeda motor keduanya gunakan pecah ban. Keduanya lalu menghubungi Dwi untuk minta menjemput.

Karena tertidur, Dwi baru menjemput keduanya dini hari sekira pukul 00.00 Wita. Motor yang pecah ban, dititip di salah satu kios di Pasar. Ketiganya pulang menggunakan motor milik Dwi menuju rumah yang kebetulan berdekatan lorong Mujair. Belum juah dari Pasar, ketiganya dicegat korban Cs dalam kondisi mabuk.

Ketiga pelaku tanpa alasan jelas dikeroyok. Dwi dan Doni langsung melarikan diri. Sementara Roy menjadi bulan-bualanan. Tiba-tiba salah satu korban mencabut pisau dan akan menikam. Tidak ingin jadi korban, Roy mendahului menikam dengan besi.

Karena sembarang tikam, ternyata Rian dan Mario, Brian dan Rian menjadi korban. keempatnya tersungkur berlumuran darah. Melihat lawannya roboh, Roy dikenal pemain bola di kampungnya berposisi striker, bergegas menyusul kedua temannya yang terlebih dahulu menyelamatkan diri.

Akibat tusukan tersangka Roy, Rian tewas dalam perjalanan ke rumah sakit Kotamobagu, sementara Mario meregang nyawa saat dibawa ke RS Kandou Manado. Sedangkan Brian dan Rian hanya di rawat di Puskesmas.

Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Iver Manossoh didampingi Kanit I Ipda Mohammad Rosid, membenarkan kasus pengeroyokan yang mengakibatkan dua tewas dan dua luka-luka."Ketiga tersangka sudah diamankan untuk proses penyidikan lanjut," tegas perwira polisi dikenal akrab dengan kalangan pers itu.


SUM,BER  (manadopostonline.com)

Maaf ts juga bingung ini masalah nya apa gan ? terus kenapa kok kayaknya gak keliput media ?

Link: http://adf.ly/1DI2CL

Blog Archive