Monday, April 13, 2015

[BAHAYA] Asosiasi Pengusaha: Tak Mungkin Pabrik Pakai Air Matang untuk Bikin Es


Jakarta - Polisi menyegel pabrik es batu di kawasan Cakung, Jakarta Timur, karena diduga memakai zat berbahaya dalam produksinya. Kalangan pegiat kesehatan mengimbau agar digunakan air matang. Namun mungkinkah itu dilakukan untuk industri?Ketua Ikatan Pengusaha Industri Es Jabodetabek, Rauzi Thaher, menjelaskan sangat sulit bagi pabrik untuk menggunakan air matang. Jumlah air yang mereka gunakan per hari sangat banyak, meski dia tak bisa menyebutkan secara rinci jumlahnya."Semua airnya mentah. Tidak mungkin kita pakai air matang, kan banyak itu. Yang pasti pabrik itu bisa memproduksi sampai 7.000 balok es, ada juga yang ratusan," terang Rauzi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (10/4/2015).

Menurut Rauzi, ada total 30 pabrik es yang beroperasi di Jabodetabek sejak puluhan tahun lalu. Namun kini, jumlahnya sudah berkurang hingga tersisa 18 pabrik. Sebagian pabrik ada yang menggunakan air tanah sebagai bahan baku produksi es. Nah, ada juga yang menggunakan air sungai, seperti kasus pabrik di Cakung, Jakarta Timur. Mereka mengambil air dari Kali Malang, lalu diproses menjadi batu es."Ada tiga pabrik kalau nggak salah yang pakai air Kali Malang. Saya sudah ingatkan agar mereka produknya dijaga. Di Cakung itu sudah nggak boleh pakai air tanah soalnya," imbuh Rauzi.Bagaimana dengan air dari PDAM? Menurut Rauzi, pabrik tidak menggunakan air tersebut karena mutunya kurang baik. Karena itu, mereka memilih menggunakan air tanah atau air sungai.

Proses pengolahan air mentah itu di setiap pabrik berbeda-beda. Ada yang mengolahnya di sebuah tangki raksasa sampai jernih. Lalu, dimasukkan ke cetakan-cetakan. Setelah itu, baru didistribusikan ke depot-depot es."Setiap es itu kita dinginkan sampai suhu minus 14 sampai minus 17 derajat. Itu masih ada nggak bakterinya? Seharusnya yang dicek sama petugas bukan airnya, tapi esnya," tegas Rauzi.

Kepolisian melakukan penyelidikan soal keberadaan produsen es batu beracun setelah mendapatkan laporan ada warga yang keracunan setelah meminum es pada 4 Maret lalu. Setelah diselidiki, es batu ini ternyata mengandung bakteri dan bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker.Air bahan baku pembuatan es batu tersebut diambil dari sungai yang ada di Kali Malang. Setelah ditampung lalu diberi bahan kimia berupa kaporit, soda api, tawas, ANP, dan anti foam. Es tersebut diproduksi dan distribusikan ke warung-warung dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 30.000 per balok. Dalam sehari, target penjualannya 2.000 balok.

http://m.detik.com/news/read/2015/04/10/135734/2883633/10/

Payah, gini ini yg hrs dinaikkan standar kebersihan dan kesehatannya
Apalagi yg mengkonsumsi juga anak2 usia sekolah, sampe ada yg meninggal lagi

Link: http://adf.ly/1EfNcd

Blog Archive