Friday, April 24, 2015

(berita 86)Babak Belur Dipukul Oknum Polisi


PARINGIN - Lima orang anak di bawah umur dan satu orang pemuda usia 21 tahun dijemput paksa oleh sejumlah polisi bintara muda yang bertugas di Polres Balangan tanpa alasan yang jelas, Kamis (16/4).

"Saat anak saya digiring, saya tanya ada apa. Terus salah satu diantaranya menjawab supaya lebih jelas datang ke Polres," ungkap salah seorang ayah dari anak yang dijemput, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Gunung Pandau, Minggu (19/4) .

Diungkapkannya, saat semua orang tua tiba di Polres Balangan, tidak ada tanda-tanda keberadaan anak-anaknya. Setelah sekitar dua jam menunggu, barulah mereka datang sambil menangis turun dari mobil yang digunakan untuk menjemput dengan kondisi memar-memar di sejumlah bagian tubuh.

Menurut pengakuan dari salah seorang anak, sebelum digiring ke Polres Balangan, ia bersama lima temannya yang lain terlebih dulu digiring ke Polsek Batu Mandi.

"Kami tidak terima kalau anak-anak kami diperlakukan seperti ini, secara lisan kami memang menerima permintaan maaf dari pihak Polres Balangan. Namun proses hukum harus terus berlanjut," tegas H Guntur, ayah dari Ihen (21), salah seorang pemuda yang dijemput paksa.

Selain itu, lanjutnya, agar ke depannya tidak terjadi lagi hal serupa, pihaknya meminta agar antara anak-anak dan sejumlah bintara yang melakukan penjemputan paksa harus dipertemukan untuk saling bermaafan dan menggelar aruh sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.

Saat dikonfirmasi Senin (20/4) kemarin, Kapolres Balangan AKBP Sudrajad Hariwibowo tidak menampik terkait adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan itu hanya kesalahpahaman.

"Kami sudah meminta maaf kepada keluarga apabila memang anggota saya bersalah. Permasalahan ini sedang diselidiki, dan apabila memang terbukti bersalah, maka anggota yang terlibat pasti akan diberi sanksi," ungkapnya.

Terkait tuntutan orang tua untuk menggelar aruh atau selamatan sesuai adat istiadat masyarakat setempat agar menjalin silaturahmi, pihaknya menyambut baik akan hal itu.

Berdasarkan pengakuan salah seorang anak yang dijemput paksa, AH (19), sebelum dijemput paksa ia bersama teman-temannya memang sempat terlibat cekcok dengan dua orang saat jalan-jalan sore.

"Namun kami tidak tahu kalau ternyata dua orang itu adalah bintara, karena mereka berpakaian biasa," ujar pelajar kelas dua SMA tersebut kepada wartawan.

Keenam anak yang dijemput paksa tersebut yaitu Ihen (21), Rsm (17), AH (19), Mi (15), Hf (16), dan MH (18), semuanya merupakan warga Desa Gunung Pandau. (why/jpnn)

http://kaltengpos.web.id/berita/detail/18766/babak-belur-dipukul-oknum-polisi.html

baca berita ini
disitu kadang saya merasa sedih


Link: http://adf.ly/1FjfQV

Blog Archive