Friday, April 17, 2015

Blokir Bisnis Esek-esek Online, Massa FPI Ancam Razia Warnet


DEPOK (Pos Kota) – Terkait marak bisnis esek-esek menjamah dalam situs online. Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, Habib Idrus Al Gadri akan menurunkan anggota laskar untuk melakukan sweeping di warnet-warnet, jika pemerintah kota tidak sigap segera merazia warnet.

"Kota Depok yang dicanangkan sebagai kota anak tidak berjalan semestinya. Marak kasus pelecehan seksual di Kota Depok salah satu sorotan juga terkait belakang ini juga marak bisnis esek-esek yang sedang menjamur di situs online,"ujarnya kepada Pos Kota di kantor sekretariatnya Kp. Lio, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (15/4).

Menurut Habib yang juga ketua yayasan ibadah haji, pihaknya mendesak pemerintah Kota Depok segera bertindak tegas turut serta mendukung pemblokiran situs-situs porno dan melakukan razia terhadap prostitusi terselubung dengan memanfaatkan jasa internet.

"Semestinya Satpol PP gerak cepat menanggapi permasalahan seperti ini. Dengan melakukan pengawasan ketat ke tempat-tempat penyedia jasa layanan internet. Termasuk razia, karena kebanyakan warnet disalah gunakan sebagai ajang kumpul anak-anak dibawa umur mengakses situs porno,"katanya.

Idrus menilai, pemblokiran dapat lebih cepat dilakukan sama dengan halnya pemerintah memberedel sejumlah situs-situs islam.

"Kenapa kalau giliran situs Islam cepat dan mudah sekali diblokir, sementara yang jelas-jelas merugikan justru penanganannya lamban," cetusnya.

Idrus mengungkapkan, jika dalam waktu dekat pemerintah kota tidak segera merespon cepat. Maka FPI bersama laskar akan turun langsung.

"Selain itu, dalam bisnis prostitusi online, akan kita cari bukti-bukti otentiknya dulu. Jika memang ditemukan ada terjaring bisnis prostitusi di warnet segera akan dilaporkan ke pihak berwajib. Jika tidak ada langkah tegasn jangan salah kami jika FPI bersikap,"demikian.

Sebelumnya, terkait kasus pembunuhan Deudeuh Alfi Sharin,26,yang dibunuh oleh teman kencannya sendiri di tempat kostannya daerah Tebet. Setelah diselidiki petugas kepolisian ternyata bisnis prostitusi secara online banyak.

Di salah satu media sosial (medsos), korban memaparkan identitas, tarif kencan, serta nomor kontak. Selain itu korban juga memajang foto-foto syur di medos tersebut sebagai memikat para pria hidung belang.

(angga/sir)

http://poskotanews.com/2015/04/16/blokir-bisnis-esek-esek-online-massa-fpi-ancam-razia-warnet/

Ada ada aja, bisa2nya punya pemikiran brilian seperti ini..

Link: http://adf.ly/1FCGMb

Blog Archive