Wednesday, April 8, 2015

'Dihajar' Yusril, akhirnya Yasonna say: "Mungkin Saya Salah Tafsir Putusan MP Golkar"


Yasonna: Mungkin Saya Salah Tafsir Putusan MP
Selasa, 7 April 2015 | 03:03 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengaku tidak yakin dengan putusannya terkait pengesahan kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono.

Yasonna mengatakan, dirinya bisa saja salah dalam mengartikan atau membaca putusan hasil pengadilan Mahkamah Partai (MP) Golkar.

"Saya kira bisa saja saya salah dalam menafsirkan putusan itu (mahkamah partai). Kalau itu memang kesalahan pandang dan kesalahan putusan, nanti biar pengadilan yang memutuskan," kata Yasonna, dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Jakarta, Senin (6/4/2014) malam.

Meski demikian, Yasonna tetap yakin dengan putusannya yang mengesahkan kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol, Jakarta. "Saya tetap yakin dengan putusan saya," tegas Yasonna.

Yasonna mengakui, persoalan Golkar tersebut hanya perbedaan penafsiran dengan kubu Aburizal Bakrie alias Ical soal hasil putusan Mahkamah Partai Golkar. Dimana, menurut Menkumham, mahkamah partai memenangkan kubu Agung Laksono, sedangkan kubu Ical menilai mahkamah partai tidak memenangkan pihak manapun.

"Mungkin dalam persoalan ini kita melihatnya dalam konteks yang berbeda. Boleh kita berbeda pendapat soal ini, maka mari selesaikan melalui pengadilan. Saya menghargai proses hukum," tegas Yasonna.
http://nasional.inilah..com/read/det...sir-putusan-mp


Yusril: Menkumham-Agung jangan Pakai Ilmu Plintir
Selasa, 7 April 2015 | 01:02 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie alias Ical meminta agar kubu Agung Laksono dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) tidak menafsirkan hukum dengan ilmu 'plintir'.

Kuasa Hukum Partai Golkar versi Munas Bali, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pemahaman hukum harus dilakukan dengan ilmu hukum.

"Pahami putusan hukum itu dengan ilmu hukum, jangan pakai ilmu plintir. Ilmu plintir ini isinya hanya legitimasi kepentingan sendiri," kata Yusril, melalui rilisnya, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Menurutnya, putusan hukum itu jelas dan terang maknanya. Sebab, putusan itu harus ditafsir dengan hukum, bukan dengan politik.

"Hukum itu ada ilmunya, namanya ilmu hukum. Jangan menafsirkan hukum ikuti logika orang awam yang tidak paham hukum," tegas Yusril
http://nasional.inilah..com/read/det...i-ilmu-plintir


Yusril: Menteri Yasonna, Ente Jual, Ane Beli
Senin, 6 April 2015 | 22:23 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) menantang Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) untuk bertarung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait kisruh internal Partai Golkar.

Kuasa Hukum Partai Golkar versi Munas Bali, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, Menkumham dan Agung cs sebagai tergugat hendaknya mematuhi putusan sela yang berisi penundaan berlakunya surat pengesahan tersebut.

"Bahwa Yasonna mau bertarung melawan kami di pengadilan, kami jawab 'ente jual, ane beli'," kata Yusril, melalui rilisnya, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Yusril mengajak semua pihak agar fair dalam menghadapi putusan hukum. Hal itu sebagai langkah untuk memperjelas kisruh yang terjadi di internal partai berlambang pohon beringin itu.

"Jangan biasakan plintir-plintir sesuatu sehingga membuat hal yang sudah jelas menjadi nggak jelas," tegas Yusril.

Selain itu, kata Yusril, Menkumham Yasonna benar penundaan itu menyebabkan Agung cs tidak bisa mengambil kebijakan dan keputusan partai.

"KPU juga tidak ada alasan mengatakan bahwa Agung cs masih berwenang ambil keputusan dalam Pilkada akan datang," kata Yusril.
http://nasional.inilah..com/read/det...-jual-ane-beli


Dugaan Mandat Palsu Golkar Ancol Mulai Terkuak
Kamis, 2 April 2015 | 18:21 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Pihak keluarga Almarhum R. Moh Ridwan yang mandatnya diduga dipalsukan oleh Partai Golkar kubu Agung Laksono melapor ke Bareskrim Mabes Polri secara pribadi karena tak terima anggota keluarganya yang sudah meninggal terseret namanya dalam perseteruan partai Golkar.

"Kami laporkan mengingat situasi poltik, pertikaian kubu Ical dan Agung Laksono. Klien kami melapor individu, selaku masyarakat. Tidak ada urusan dengan masalah internal golkar," ujar Kuasa Hukum Ridwan, Hendra Heriansyah, usai melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2015).

Hendra menambahkan, pihak keluarga Ridwan tak terima anggota keluarga mereka yang sudah meninggal pada Oktober 2011 lalu itu dianggap menghadiri Munas Ancol.

"Hal ini kami sampaikan karena menyangkut nama baik kelaurga yang tidak ada kaitannya dengan masalah politik. Kenapa? Seolah-olah Ridwan ini zombie, mayat berjalan, mana mungkin orang meninggal bisa hadir di Munas Ancol," terangnya.

Meski tak mau menyebut langsung siapa dari kubu Agung yang ia laporkan, secara tersirat Hendra membidik Agung Laksono sebagai pihak yang terlapor.

"Kita tidak sebut langsung Agung, tapi secara yuridis yang terlibat munas Ancol, beliau," tandasnya.

Sebelumnya, Golkar Kubu Aburizal Bakrie (Ical) yang diwakili oleh Sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Idrus Mahram dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid melaporkan surat mandat palsu partai Golkar yang dilakukan oleh kubu Agung laksono ke kantor Bareskrim Mabes Polri pada bulan lalu.

Partai Golkar kubu Agung dinilai telah memalsukan surat mandat perserta Munas, pemalsuan tanda tangan, hingga kop surat. Ditambah ada pihak yang sudah meninggal dunia namun dimasukkan dalam daftar nama yang mengikuti Munas Ancol yang tak lain adalah R Moh Ridwan.
http://nasional.inilah..com/read/det...-mulai-terkuak

--------------------------

Di Indonesia itu banyak orang yang pintar, bapak!
Makanya jangan bersikap 'adigang, adigung, adiguna' kalau sedang berkuasa ....




Link: http://adf.ly/1DzLrx

Blog Archive