Monday, April 13, 2015

edan layalis mega siapkan pemakzulan untuk jokowi


intelijen - Dalam rentang waktu sangat
singkat, pemerintahan Presiden Joko Widodo
(Jokowi) dua kali dipermalukan. Sebab, dua
surat keputusan penyelesaian konflik internal
dua partai politik yang diterbitkan Menteri
Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, dibatalkan
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
"Masalah kompetensi dan kapabilitas sang
menteri? Atau, karena Yasona berpolitik dengan
mengelola konflik internal dua partai itu agar
terus berlarut-larut?" tanya politikus Partai
Golkar Bambang Soesatyo dalam pernyataan
kepada intelijen, Minggu (12/4).
Menurut Bamsoet, panggilan akrabnya,
mencurigai Yasonna menjadi bagian dari
gerakan kelompok tertentu yang tengah
menjalankan skenario busuk menjatuhkan
presiden di tengah jalan.
"Saya mengendus, ada skenario besar yang
teroganisir menyerang Presiden Jokowi melalui
orang-orang dekatnya dari dalam," papar
Bamsoet.
Bamsoet melihat saat ini, serangan Jokowi
justru dari dalam pemerintahan mulai dari sisi
ekonomi yakni, menciptakan instabilitas
ekonomi melalui kenaikan harga kebutuhan
pokok rakyat seperti BBM, Gas elpiji, listrik,
beras, transportasi dan lain-lain.
"Dari sisi hukum. Yakni, gerakan sistimatis
pelemahan upaya pemberantasan korupsi,
menciptakan ketidakpastian hukum dan lain-
lain," jelas Bamsoet
Lanjut Bamsoet, dari sisi kehidupan sosial
masyarakat. Yakni, menciptakan rasa ketakutan
dan ketidaknyaman rakyat dengan
meningkatnya tindakan kekerasan. Mulai dari
fenomena para begal motor, terorisme ISIS dan
bentuk kriminal lainnya.
"Dari sisi politik. Yakni, menciptakan turbelensi
politik di parlemen melalui pertikaian partai
politik agar menimbulkan kegaduhan terus
menerus yg diharapkan melahirkan kebencian
serta antipati partai politik kepada pemerintah,
khususnya kepada presiden Jokowi," papar
Bamsoet.
Kata Bamsoet, Yasonna diduga menjadi bagian
dari skenario itu yang bertugas menciptakan
turbelensi politik untuk menggoyang Jokowi
tersebut.
"Jadi, wajar kalau Yasonna bersikap tidak
menghormati keputusan hukum PTUN. Baik
terhadap keputusan PTUN terhadap Golkar
maupun keputusan PTUN terhadap PPP.
Tujuannya sangat jelas. Ya itu tadi. Agar
instabilitas politik tetap terjaga. Dan Jokowi
tidak bisa bekerja," pungkas Bamsoet.
www.intelijen.co.id/edan-loyalis-mega-di-kabinet-siapkan-pemakzulan-jokowi/ tenyata adaa musuh dalam selimut.

Link: http://adf.ly/1Ebfsl

Blog Archive