Monday, April 13, 2015

Ekonomi Memburuk, Pasar Properti di Jawa Barat Lesu


BISNIS.COM, Jakarta - Pasar properti komersial di Jawa Barat pada kuartal I 2015 dinilai melambat dengan penurunan permintaan hingga 30 persen. Penurunan terjadi akibat masih buruknya kondisi makroekonomi Indonesia sehingga memicu pelemahan daya beli masyarakat.

Ketua Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Barat Irfan Firmansyah mengatakan pada kuartal I 2015 daya beli masyarakat cukup terganggu dengan kondisi makroekonomi yang belum stabil. Kendati demikian, penurunan bukan hanya terjadi pada sektor properti tetapi sektor lain pun ikut terpukul.

"Permintaan menurun sejak awal Januari yang diperkirakan mencapai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Secara makro, kondisi ini terjadi tidak hanya pada properti, yang dipicu faktor suku bunga belum turun, harga BBM fluktuatif, dan faktor ekonomi lainnya," katanya kepada Bisnis.com, Rabu, 8 April 2015.

Dalam kondisi tersebut, dia berharap pemerintah mendorong pengembang untuk mengajak sektor perbankan menurunkan suku bunga KPR komersial. Kondisi serupa terjadi pada permintaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Irfan mengaku sudah memperkirakan inflasi, pengaruh harga BBM, serta kenaikan upah pada awal tahun lalu yang akan menjadi penghambat daya beli masyarakat menjadi rendah.

Salah satu cara untuk mengatasinya yakni dengan menaikkan kesepakatan harga jual rumah untuk MBR dari tahun lalu. Hal tersebut sudah disampaikan oleh REI kepada pemerintah. "Pertimbangannya adalah terus berkejar-kejarannya harga jual yang ada saat ini karena kenaikkan harga tidak terjadi setiap saat dan sementara itu, fluktuasi harga cukup berpengaruh."

Mengenai target pembangunan rumah subsidi di Jabar, pihaknya tidak berpatokan terlalu tinggi. REI Jabar hanya menargetkan kenaikan sekitar 5.000 unit rumah dari tahun lalu sebanyak 20 ribu unit.

"Target tidak naik terlalu jauh dari target tahun lalu, pada tahun ini REI Jabar akan membangun sekitar 25 ribu MBR yang sebarannya antara lain di daerah Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Subang, dan Sukabumi," ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI) memperkirakan penjualan rumah MBR cukup bagus pada tahun ini. AP2ERSI sendiri menargetkan penjualan rumah MBR pada tahun ini mencapai 5.000 unit.

Ketua AP2ERSI Ferry Sandiyana mengatakan pasar MBR khususnya di daerah Jawa Barat masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun, kata Ferry, memang terdapat beberapa masalah seperti harga tanah.

http://www.tempo.co/read/news/2015/0...awa-Barat-Lesu

=============================

pengembang bisa kasih diskon 50% atau bikin promo buy 1 free 1 mungkin bisa laku..

kalo properti yg lagi sepi ane malah berharap para pengembang tau diri dan nurunin harga sendiri.. soalnya harga properti sekarang tinggi banget sampe ga masuk akal.. rumah pinggiran jakarta milyaran



Link: http://adf.ly/1Eepzo

Blog Archive