Tuesday, April 14, 2015

[GOLKAR] Polri: Tersangka Mandat Palsu Hadir di Munas Ancol!!


Polri: Tersangka Mandat Palsu Hadir di Munas Ancol!!

Penyidik Bareskrim Polri sudah menetapkan dua tersangka kasus mandat palsu untuk Munas Partai Golkar di Ancol. Namun, Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono menyebut kedua tersangka merupakan pendukung Ical.

Agung boleh-boleh saja menduga ada rekayasa di balik penetapan status tersangka terhadap Ketua DPD Golkar Pasaman Barat inisial HB dan Sekretaris DPD Golkar Pandeglang inisial DY. Penyidik bertindak berdasarkan fakta.

"Dua orang ini yang hadir di Munas Ancol. Berdasarkan fakta, itu saja yang jadi pedoman," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).

Dia menyatakan, penyidik masih mendalami motif di balik pemalsuan surat mandat. Penyidik belum menjadwalkan waktu pemeriksaan terhadap HB dan DY. "Belum dijadwalkan," cetus Rikwanto.

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Jambi, Zoerman Manaf dengan laporan No. 289/III/2015/Bareskrim tanggal 11 Maret 2015, tentang Pemalsuan Surat dalam pasal 263 KUHP.

Sekjen Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) Idrus Marham menilai dua orang itu bukan pemain utama. Dia meminta Polri mengusut otak pelaku pemalsuan.

"Dua (tersangka) itu kan pelaksana di lapangan saja. Tapi, sutradaranya perlu diungkap," kata Idrus.

Pihak Ical, tambah Idrus, berharap Mabes Polri mengusut otak di balik pemalsuan surat mandat itu. Sebab, pemalsuan surat mandat dinilai merusak pendidikan politik dan memberikan preseden buruk.

Sementara, Ketua DPP Golkar kubu Agung, Melkiades Laka Lena mengatakan HB adalah loyalis Ical yang hadir di Munas Bali dan di Munas Ancol. Pada saat persidangan Mahkamah Partai, HB hadir sebagai saksi kubu Ical.

"Orang yang sama dituntut di Mabes Polri sebagai orang yang membuat surat mandat palsu. Secara akal sehat ada masalah di sini. Saksi kemudian ditersangkakan, ada apa ini, ini pertanyaan," tegasnya.

Sementara DY, tambah Melki, adalah karyawan di salah satu perusahaan Ical. Menurutnya, penetapan status tersangka dan menyebut keduanya pendukung Agung jelas rekayasa.



Link: http://adf.ly/1ErBQR

Blog Archive