Thursday, April 9, 2015

Hakim Selingkuh di RI Ditolerir, Hakim Nonton Video Porno di Inggris Dipecat



Kamis, 09/04/2015 09:57 WIB
Hakim Selingkuh di RI Ditolerir, Hakim Nonton Video Porno di Inggris Dipecat
Andi Saputra - detikNews

Hakim Selingkuh di RI Ditolerir, Hakim Nonton Video Porno di Inggris Dipecat

Hakim Selingkuh di RI Ditolerir, Hakim Nonton Video Porno di Inggris Dipecat
Jakarta - Pengakuan Ina Mutmainah yang mengaku dikadali oleh hakim dari Kalianda, Lampung berinisial MH membuat goncang jagat peradilan Indonesia. Ina sangat kecewa Mahkamah Agung (MA) mentolerir MH dengan tidak memecatnya. Lalu, bagaimana dengan standar moral hakim di negara lain?

Inggris baru saja memberhentikan hakimnya yang kedapatan nonton video porno di kantor pada pertengahan Maret 2015 lalu. Tiga hakim dipecat dan satunya mengundurkan diri secara sukarela.

"Tiga hakim, Timothy Bowles, Warren Hibah, dan Peter Bullock telah diberhentikan dari kantor pengadilan menyusul penyelidikan soal tuduhan bahwa mereka melihat materi pornografi di kantor pengadilan dengan peralatan IT kantor," bunyi pernyataan Kantor Investigasi Komisi Yudisial Inggris sebagaimana dikutip dari judicialconduct.judiciary.gov.uk, Kamis (9/4/2015).

Para hakim itu diduga menonton film dewasa dari komputer kantor tempat mereka bekerja.

"Ketua Mahkamah Agung (Inggris) merasa lega bahwa materi itu tidak termasuk gambar anak-anak atau konten ilegal lainnya, tetapi ini adalah penyalahgunaan yang tidak bisa dibenarkan," lanjut pernyataan itu.

Hakim di London, Kenneth Toft mengatakan bahwa penggunaan peralatan IT resmi untuk melihat materi pornografi adalah tindakan buang-buang waktu dan uang publik.

"Pengadilan adalah suatu kantor terhormat yang tidak boleh disalahgunakan,"
ujarnya.

Hakim Selingkuh di RI Ditolerir, Hakim Nonton Video Porno di Inggris Dipecat

Beda Inggris, beda pula di Indonesia. Mahkamah Agung Republik Indonesia kerap mengabaikan rekomendasi Komisi Yudisial (KY) tentang pemberhentian dengan hormat/tidak dengan hormat terhadap para hakim yang berbuat asusila. Seperti rekomendasi pemecatan hakim Agung Wicaksono yang berselingkuh dengan hakim Vica Natalia. Selain itu, hakim PN Demak berinisial TI yang digerebek warga tengah berduaan di rumah dengan teman selingkuhannya yang juga guru senam.

Bahkan, hakim dari Ternate, Reza Latuconsina hanya diskorsing 2 tahun padahal ia digerebek warga tengah berduaan di kamar dengan seorang perempuan petugas pengadilan. Reza menyembunyikan teman perempuannya di almari saat digerebek.

Terakhir, MA menolak rekomendasi pemberhentian hakim dari Kalianda berinisial MH yang telah berselingkuh dengan Ina Mutmainah. Bahkan dari perselingkuhan itu melahirkan seorang anak. Atas sikap MA itu, Ina lalu menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Indonesia memang berbeda dengan Inggris. Tetapi untuk kode etik hakim, berlaku secara universal di seluruh dunia yaitu Bangalore Principal. Indonesia mengakui dan mengadopsi kode etik ini yang juga berlaku untuk seluruh hakim di berbagai negara, termasuk Inggris. Apalagi Indonesia merupakan negara berasaskan Pancasila dengan sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahkan dalam setiap putusan, hakim selalu mencantumkan irah-irah pembuka putusan berupa 'Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa'.

Menurut Franz Magnis Suseno, menjadi hakim bukan sembarang profesi. Dia termasuk profesi luhur. Lebih dari itu, profesi hakim memuat sesuatu yang suci yaitu hakim harus menjamin keadilan dalam masyarakat. Di mana keadilan adalah prinsip moral paling mendasar dalam menata kehidupan masyarakat dan menyelesaikan konflik.

"Dengan demikian hakim berpartisipasi pada kemutlakan kebaikan dan kebenaran ilahi. Atau dengan kata lain, menjadi hakim berarti dipanggil oleh Yang Ilahi untuk memancarkan keadilan Ilahi ke dalam masyarakat," kata Franz Magnis sebagaimana dikutip dari makalahnya yang diberikan dalam pembekalan calon hakim agung 2013 di Mega Mendung, Bogor pada 24 April 2013 lalu.

Lalu, mengapa penerapan standar moral sanksi hakim Indonesia lebih rendah dari Inggris?

http://news.detik.com/read/2015/04/0...nggris-dipecat

masya allah penulis berita berani beraninya membandingkan hakim di negara religius dengan hakim di negara sekuler

Link: http://adf.ly/1E8kZg

Blog Archive