Wednesday, April 15, 2015

Hanya di Indonesia, Ketua Parpol Mengatas-namakan Negara Berunding dgn Negara Asing?


Dubes Belarusia Temui Surya Paloh, Bahas Kerjasama dengan Indonesia
Selasa, 14/04/2015 11:35 WIB

Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh‎ menerima kunjungan Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Vladimir Lopato Zagorsky. Pertemuan dilangsungkan di Kantor DPP Partai NasDem.

Zagorsky datang dengan salah seorang stafnya, bersetelan jas hitam, tiba di Kantor DPP NasDem, Jl RP Soeroso, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015) pukul 10.00 WIB. Dia beringsut masuk ke ruangan Surya Paloh.

Awal pertemuan dibuka untuk sorotan kamera media massa, selebihnya pertemuan b‎erlangsung tertutup. Di dalam ruangan, ada pula Ketua DPP NasDem Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Silverius Sony dan Ketua Fraksi NasDem di MPR Bachtiar Aly.

Usai pertemuan sejam, Zagorsky akhirnya keluar ruangan namun Surya Paloh tetap berada di ruangannya. Zagor‎sky menjelaskan pembicaraan dengan Surya membahas soal kerjasama bidang ekonomi, bisnis, pariwisata, hingga pendidikan.

"‎Kita berbicara soal pertukaran delegasi bisnis. Kerjasama dengan Belarusia tak hanya fokus pada Belarusia saja, namun juga dengan Rusia, Khazakstan, Armenia, dan Belarusia sendiri," kata Zagorsky.

Kerjasama bidang agrikultur dan swasembada beras juga menjadi bahasan. Soal pariwisata, Belarusia ingin meningkatkan jumlah warganya yang berkunjung ke Indonesia.

"Ke Bali dan bagian lain di Indonesia," katanya.

‎Di bidang pendidikan, Belarusia ingin mempromosikan pendidikan tingginya yang menurut Zagorsky punya kualitas bagus, terutama di bidang tekhnik. Zagorsky berharap program beasiswa akan difinalisasi segera‎

"‎Dua menteri dari masing-masing pihak diharapkan bisa membuat kesepakatan, segera," kata Zaogorsky yang lantas beringsut masuk mobil meninggalkan lokasi.‎
http://news.detik.com/read/2015/04/1...ngan-indonesia


Surya Paloh Terima Kunjungan Dubes Belarusia, Bahas Kerjasama Bilateral
14 April 2015 15:00 wib

Hanya di Indonesia, Ketua Parpol Mengatas-namakan Negara Berunding  dgn Negara Asing?
Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Vladimir Lopato Zagorsky, Selasa (14/4/2015). Foto: Angga Yuniar/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Nasional Demokrat (NasDem) menerima kunjungan Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Vladimir Lopato Zagorsky. Kedatangan Vladimir langsung diterima Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 1 jam ini membahas berbagai kebijakan kerjasama antara Indonesia dan Belarusia.

"Ini adalah pertemuan yang baik antara saya Duta Besar Belarus dan Surya Paloh selaku Ketua Umum dari NasDem. Poin utama dalam pertemuan kita ini membahas kerjasama bilateral di bidang ekonomi, pendidikan, perdagangan, agrikultur, dan potensi wisata antara Belarus dan Indonesia," kata Vladimir seusai menghadiri pertemuan tertutup di Kantor DPP NasDem, Jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015).

Vladimir menambahkan, kerjasama delegasi bisnis Indonesia dengan Belarusia tidak hanya melibatkan Belarusia. Nantinya Indonesia juga bisa memperoleh keuntungan dari negara-negara yang berdekatan dengan Belarusia, seperti Rusia, Khazakstan, dan Armenia.

"Ketika Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Belarusia. Indonesia tidak hanya akan berfokus pada Belarusia yang hanya berjumlah 10 juta orang, tetapi kerjasama juga akan berdampak pada 200 juta orang di Rusia, Khazakstan, dan Armenia," jelasnya.

Pertemuan ini juga membahas tentang kesepakatan peningkatan jumlah turis antara Belarusia dan Indonesia. Melalui Vladimir, Belarusia berharap banyak warga Indonesia yang akan berwisata ke Belarusia.

Begitupun sebaliknya, warga Belarusia akan didorong untuk berwisata ke Indonesia. Vladimir mengharapkan agar Indonesia bisa melakukan visa on arrival bagi warganya.

"Ke Bali dan tempat wisata Indonesia yang lain," jelasnya.

Dalam bidang pendidikan, Vladimir juga mencoba meyakinkan Indonesia tentang bagusnya pendidikan di Belarusia. Vladimir mengharapkan adanya pertukaran pelajar antara Indonesia dan Belarus. "Saya berharap kedua menteri dari Belarusia dan Indonesia bisa segera melakukan kesepakatan kerjasama ini," harapnya.
http://news.metrotvnews.com/read/201...sama-bilateral


Akhirnya Rachmawati Soekarnoputri Ungkap Kebohongan Surya Paloh Ke Publik
Desember 6, 2014

Surya Paloh adalah orang yang belakang ini menjadi sorotan publik, karena kedekatannya dengan Jokowi. Ternyata banyak kader Nasdem yang kecewa dengan sikap Surya Paloh yang terkesan menggunakan dukungan politik partai Nasdem ke Jokowi demi kelancaran bisnisnya.

Hal ini seperti dugaan Rachmawati Soekarnoputri terkait dukungan yang diberikan Partai Nasdem kepada Joko Widodo dalam Pilpres lalu, terbukti.

Tokoh nasional itu dulu menduga kengototan Sura Paloh merapat ke PDIP salah satunya karena ada kepentingan bisnis. Di tambah keputusan mendukung Jokowi tidak melalui forum resmi partai, Rachma saat itu memilih mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem.

Beberapa hari ini beredar luas pemberitaan mengenai peran Surya Paloh dalam kerjasama Pertamina dengan Sonangol EP sebagai pemasok sebagian kebutuhan minyak Indonesia. Paloh disebut-sebut menjadi pembisik utama nama Sonangol EP ke telinga Jokowi.

Paloh tak menampik kabar tersebut. Ia mengakui menyarankan Presiden Jokowi agar Pertamina bekerjasama dengan Sonangol. Adalah PT Surya Energi Raya, perusahaan minyak milik Surya Paloh, yang mempertemukan Pertamina dan Sonangol. Namun, Surya Paloh membantah dirinya memiliki kepentingan bisnis dalam impor minyak Angola.

Grup Sonangol adalah kongsi lama Surya Paloh. Tahun 2009, Surya Energi mendapat pinjaman modal dari China Sonangol International Holding Ltd. Anak usaha Sonangol EP tersebut menyuntikkan dana 200 juta dollar AS ke Surya Energi untuk menggarap Blok Cepu.

Surya Energi adalah pemilik 75 persen saham PT Asri Darma Sejahtera. Sementara 25 persen saham perusahaan ini dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Asri Darma inilah yang memboyong 4,5 persen saham blok minyak jumbo di Cepu

"Nah loh, ketahuan juga akhirnya. Terungkap juga kenapa pemilik partai Nasdem ngotot berkoalisi mendukung Jokowi. Ternyata ada udang di balik batu, ada uang di balik bisnis energi crude oil Sonangol," kata Rachma kepada kantor berita politik RMOL sesaat lalu (Jumat, 5/12).

"Kalau lah rezim penguasa sudah bukan kelas negarawan, tapi klas profitur dengan ideologi kapitalisme, sudah dapat dipastikan Indonesia akan tenggelam, seperti Jokowi memerintahkan menenggelamkan kapal 'asing'," demikian putri Bung Karno itu
http://silontong.com/2014/12/06/akhi...loh-ke-publik/


----------------------------

Kacau dah negara ini. Presidennya memang kemana?



Link: http://adf.ly/1Eygsj

Blog Archive