Saturday, April 11, 2015

Harga Gas Elpiji Sudah Empat Kali Naik Di Era Jokowi, Naik/Turun Dua Minggu Sekali



Harga Gas Elpiji Melejit, Rakyat Menjerit


Iwan Gumilar - 08 April 2015 12:02 WIB

Harga Gas Elpiji Sudah Empat Kali Naik Di Era Jokowi, Naik/Turun Dua Minggu Sekali
Foto: Harga gas elpiji 12 kg di Sumedang, Jawa Barat, bahkan mencapai Rp150 ribu/MTVN_Ismail

Metrotvnews.com, Bandung: Masyarakat mengeluh atas kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram sebesar Rp8.000 per tabung. Setidaknya sudah empat kali harga gas elpiji naik dalam setahun terakhir di era Presiden Joko Widodo. Harga kebutuhan bahan pokok pun melambung tinggi.

1 April 2015, Pemerintah menaikkan harga gas elpiji 12 kg dari Rp134 ribu per tabung menjadi Rp142 ribu per tabung. Masyarakat mengeluh sebab penaikan harga gas elpiji ini tidak disosialisasikan secara resmi.

Ahmad Sihabudin, warga Bandung, Jawa Barat, yang menggunakan gas elpiji 12 kg, mengaku berat dengan kenaikan harga gas ini. Pasalnya, kenaikan harga gas elpiji ini juga diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Ia mengaku dengan penghasilannya saat ini sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Manajer Pemasaran PT Limas Raga Inti, Hari Wahyudi mengaku banyak masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga gas elpiji secara mendadak ini. Menurutnya kenaikan harga gas elpiji ini menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan anjloknya nilai tukar rupiah.

Masyarakat pun berharap Presiden Jokowi dan jajaran menterinya segera menstabilkan harga BBM dan gas elpiji. Sebab, kenaikan bahan bakar itu diikuti dengan kenaikan sejumlah bahan pokok lainnya.
TTD

http://jabar.metrotvnews.com/read/20...akyat-menjerit


Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg di Tangan Pertamina


By Fiki Ariyanti

on 02 Apr 2015 at 18:32 WIB

Harga Gas Elpiji Sudah Empat Kali Naik Di Era Jokowi, Naik/Turun Dua Minggu Sekali
Rencana menyesuaikan harga elpiji non subsidi seperti 12 kg masuk dalam aksi korporasi Pertamina.


Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga elpiji 12 kilogram (Kg) antara Rp 6.500-Rp 8.000 per tabung mulai 1 April 2015. Keputusan ini terasa mendadak karena sebelumnya tidak ada sosialisasi ke masyarakat.

Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina (Persero), Muchamad Iskandar memberikan pembelaan kepada wartawan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

"Itu hak kita, seperti menaikkan Pertamax. Harganya naik ya naik saja, turun ya turun saja. Karena itu mekanismenya bukan pemerintah," terang dia.

Perlu diketahui, Pertamina dulu selalu berkoordinasi dengan pemerintah jika berniat menaikkan harga elpiji non subsidi meski itu merupakan aksi korporasi perusahaan pelat merah tersebut. Namun kini harga elpiji 12 kg akan dilepas kepada mekanisme pasar sehingga tidak ada kewajiban Pertamina lapor ke pemerintah.

"Itu dulu karena untuk menjaga segala macamnya, tapi sekarang semua dikembalikan sesuai mekanisme sebenarnya. Rule of the game yang diatur pemerintah cuma subsidi. Yang tidak subsidi tidak diatur," tegas Iskandar.

Dia menjelaskan, harga jual elpiji naik karena harga pasar gas elpiji meningkat. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memperparah keadaan, sehingga harga elpiji 12 kg harus dikoreksi.

"Kita naikkan harga elpiji bagi orang yang mampu, sama dengan Pertamax. Yang tidak mampu, ya pakai subsidi. Kalau harga pasarnya turun, pasti kita turunkan," cetus Iskandar. (Fik/Ahm)

http://bisnis.liputan6.com/read/2206...ngan-pertamina

gue heran beda nya isi tabung gas elpiji 3 kg dan 12 kg apa??
kalo pertamax vs premium oke lah karena ada perbedaan kualitas produk...

nah kalo elpiji 3 kg vs 12 kg apa ada perbedaan kualitas produk/gas..??

apa dasar yang menyatakan elpiji 12 kg bukan barang subsidi padahal penggunanya adalah rumah tangga bukan industri..??

apakah indonesia sudah menganut sistem ekonomi kapitalis..??? yang menyerahkan harga pada mekanisme pasar..???

Link: http://adf.ly/1ENRKF

Blog Archive