Wednesday, April 22, 2015

Heboh…! Hakim Bentrok dengan Jaksa di PN Medan



Gara-garanya, Si Jaksa Minta Vonis Terdakwa Diringankan...

Keributan terjadi di ruangan hakim. Saking hebohnya, sekuriti sampai datang melerai. Informasinya, pemicu masalah terkait pemintaan jaksa agar vonis terdakwa diringankan. Lho, kok bisa ya? Aya-aya wae jaksa neh…


Insiden yang terjadi, Selasa (21/4) siang tersebut, terjadi di ruangan hakim Hiras Sihombing SH, Syaiponi SH, Supomo SH dan Agus Setiawan SH.

Menurut pegawai pengadilan, Edi Shabana, orang yang terlibat keributan adalah oknum jaksa P Siahaan dan hakim Hiras.

"Aku lihat tadi dia (jaksa) keluar dari ruangan hakim sambil marah-marah gak jelas," katanya kepada awak media.

Menurut Edi, ketika keributan terjadi, pintu ruangan hakim terbuka. Sempat terdengar juga kalau hakim Hiras menyebut dirinya wakil Tuhan.

"Aku gak tau apa masalahnya, tapi sempat ku dengar kalau hakim Hiras bilang dirinya itu wakil Tuhan," tambahnya.

Senada juga dikatakan Dodi, sekuriti Pengadilan Negeri (PN) Medan yang sempat melerai keributan.

"Tadi aku pas jaga, terus kudengar ribut-ribut di ruang Pak Hiras. Langsung kudatangi dan kusuruh lah keluar oknum jaksa yang berada di dalam dari ruang hakim," jelasnya.

Untuk memastikan apa yang terjadi, kru koran ini pun mencoba untuk mengonfirmasi hakim yang terlibat keributan. Namun ketika masuk ke ruang hakim Hiras, terlihat Wakil Ketua PN Medan, Marsudin Nainggolan sedang melakukan interogasi. 15 menit kemudian, Wakil Ketua PN pun keluar, tapi enggan memberikan komentar.

Namun ketika hakim Hiras dikonfirmasi, dirinya terbuka untuk menjelaskan. Diceritakannya, awal masalah ketika oknum jaksa P Siahaan masuk ke ruangannya. Saat itu dirinya sedang makan siang.

"Dia (jaksa) minta kalau perkara pembobol ATM divonis rendah. Hari ini vonisnya. Padahal, bukan saya ketua majelis hakimnya," ungkap Hiras.


Mendengar permintaan jaksa tersebut, kata Hiras, dirinya langsung menegaskan kalau dirinya adalah wakil Tuhan. "Saya bilang kalau saya wakil Tuhan. Terus saya mengusirnya," lanjutnya.

Dirinya pun mengatakan kalau oknum jaksa yang mendatanginya meminta agar hukuman yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan.

"Itu kan terdakwanya ada 3, yang satu dituntut 1 tahun dan yang lainnya masing-masing 8 bulan. Jadi dia (jaksa) meminta agar putusan dikurangi lah. Terus saya bilang kalau saya ini hakim anggota dan harus ada musyawarah dulu dari hakim lainnya," ungkap hakim yang sudah diangkat menjadi hakim tinggi ini. (bay/rul)


sumur 

jaksanya mabok sogokan jadinya salah alamat

Link: http://adf.ly/1FbONZ

Blog Archive