Sunday, April 26, 2015

Inilah Inovasi Anak Teknik Industri USU


* Ciptakan Es Krim Rasa Salak Sidempuan Beromset Jutaan Rupiah
MEDAN | Maraknya perkembangan kuliner saat ini membuat Gemadana Irza Siregar (23) dan Alyefi Asrar (23), mahasiswa Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (USU) menciptakan varian baru rasa es krim.

Jika selama ini es krim didominasi oleh coklat, vanilla atau stroberi, maka dua mahasiswa ini menawarkan rasa baru eskrim rasa salak. Bisnis ini mereka beri nama Zalacca Ice Cream.

Usaha ini berawal dari program Kreatifitas Mahasiswa Dinas Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2011 yang diikuti oleh Gemadana dan Alyefi. Sebagai penerima beasiswa Bidik Misi USU, mereka berkewajiban untuk mengajukan proposal dan mengikuti serangkaian seleksi dari Dikti. Tanpa disangka, proposal yang mereka ajukan diterima dan menerima dana bantuan untuk mewujudkan bisnis ini.

"Awalnya saya dan Aly (Alyefi Asrar) hanya coba-coba saja membuat proposal usaha itu. Ternyata Dikti menerima dan memberi modal awal 6 juta rupiah. Dengan ditambah modal dari dana pribadi kami sebesar 4 juta rupiah, mulailah merintis usaha ini. Uang Rp 10 juta yang terkumpul, kami gunakan untuk membeli peralatan dengan cara mencicil," ujar Gema.

Ditemui di sela – sela kesibukan perkuliahannya, Gemadana yang akrab disapa Gema menceritakan kisah awal usaha ini. Menurut Gema, bisnis ini dirintis sejak 3 tahun lalu. "Yang membuat ide dengan menjual eskrim ini adalah saya. Saya ingin membuat sesuatu yang unik dan berbeda aja. Saya rasa semua orang suka eskrim, tapi harus cari rasa yang baru. Nah, lahirnya eskrim salak ini," ujar Gema.

Zalacca Ice Cream sendiri adalah es krim rasa salak pertama di Indonesia. Sesuai dengan namanya, es krim ini benar – benar terbuat dari buah salak yang diolah bersama bijinya. Bahan baku eskrim ini adalah komoditas buah salak dari Kota Padang Sidempuan yang memiliki rasa yang khas, manis dan sedikit kelat.

Ide ini muncul atas keprihatinan Gema terhadap Salak Sidempuan yang kurang dimanfaatkan dalam industri kuliner. Padahal, salak sidempuan sudah dikenal di masyarakat Sumatera Utara khususnya Kota Medan sekitarnya, namun pemanfaatannya hanya sebatas buah pencuci mulut.

Gema beranggapan dengan olahan tangan – tangan terampil, salak Sidempuan dapat menghasilkan hasil olahan kuliner yang ekonomis. http://bareskrim.com/2015/04/24/inil...-industri-usu/

Link: http://adf.ly/1Fqd71

Blog Archive