Wednesday, April 8, 2015

Inilah Skenario Konspirasi Melengserkan Jokowi versi 2 anggota DPR


Politisi PDIP dan Anggota DPR, Effendi Simbolon:
Orang yang Ingin Melengserkan Jokowi ada di Istana
Jumat, 30 Januari 2015, 17:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon menegaskan banyak pihak yang ingin melengserkan pemerintahan Joko Widodo. Tapi, Jokowi malah menyambut orang itu dengan baik dan meminta pendapatnya.
Hanya saja Effendi tak mau menyebut orang atau kelompok. Namun, Effendi hanya menyebutkan orang yang harus diwaspadai Jokowi berada di Istana.

"Nanti pasti tahulah, Jokowi harus waspada dengan nyamuk-nyamuk di Istana" ujar Effendi Simbolon kepada ROL, Jumat (30/1) Ia membantah, PDIP dan dirinya yang ingin melengserkan Jokowi.
Padahal Jokowi tidak pernah mendengarkan pendapat dari partainya sendiri. Sebagai kader partai, Jokowi harusnya meluangkan waktu untuk partai. Tapi, sejak dilantik jadi Presiden Jokowi tidak pernah hadir dikantor PDIP.

"Bagaimana mungkin partai yang mengusungnya, malah memakzulkannya," kata politisi PDIP itu.
http://www.republika.co.id/berita/na...-ada-di-istana


Bamsoet Curiga Yasonna Ikut Konspirasi Jatuhkan Jokowi
MINGGU, 05 APRIL 2015 , 13:29:00

JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo curiga Menkumham Yasonna Laoly menjadi bagian dari konspirasi tertentu yang tengah menjalankan skenario busuk menjatuhkan presiden di tengah jalan. Menurut Bambang, skenario untuk menyerang Presiden Jokowi melalui orang-orang dekatnya itu sangat tertorganisir.

"Serangan dilakukan serentak melalui empat sisi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pertama, sisi ekonomi dengan menciptakan instabilitas ekonomi melalui kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat seperti BBM, LPG, listrik, beras dan transportasi," kata Bambang Soesatyo, Minggu (5/4).

Kedua, lanjut politikus yang dikenal dengan nama sapaan Bamsoet itu, serangan dari sisi hukum melalui gerakan sistematis pelemahan upaya pemberantasan korupsi sehingga menciptakan ketidakpastian hukum.

"Ketiga, dari sisi kehidupan sosial masyarakat. Yakni, menciptakan rasa ketakutan dan ketidaknyaman rakyat dengan meningkatnya tindakan kekerasan. Mulai dari fenomena para begal motor, dan terorisme ISIS," ungkapnya.

Keempat, kata Bamsoet, serangan dari sisi politik. Yakni, menciptakan turbelensi politik di parlemen melalui pertikaian partai politik agar menimbulkan kegaduhan terus menerus yang diharapkan melahirkan kebencian serta antipati partai politik kepada pemerintah, khususnya kepada presiden Jokowi.

"Dan Yasonna diduga menjadi bagian dari skenario itu yang bertugas menciptakan turbelensi politik untuk menggoyang Jokowi. Jadi, wajar kalau Yasonna bersikap tidak menghormati keputusan hukum PTUN. Baik terhadap keputusan PTUN terhadap Golkar maupun keputusan PTUN terhadap PPP. Tujuannya sangat jelas. Ya itu tadi. Agar instabilitas politik tetap terjaga. Dan Jokowi tidak bisa bekerja," pungkas bendahara umum Partai Golkar ini.
http://m.jpnn.com/news.php?csal296177


Anggota DPR Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo Sebut Jokowi Diserang dari Berbagai Penjuru
Monday, 06 April 2015, 22:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo, mengatakan Presiden Joko Widodo sedang diserang dari berbagai penjuru oleh kelompok tertentu. Menurutnya, Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly, menjadi bagian dari kelompok itu dan tengah menjalankan skenario penjatuhan presiden.

"Yasonna diduga bertugas menciptakan turbulensi politik untuk menggoyangkan pemerintahan Jokowi," ujar Bambang, Senin (6/4).

Ia menuturkan, pertama Presiden Jokowi diserang dari sisi ekonomi. Instabilitas ekonomi sengaja diciptakan dengan menaikkan harga kebutuhan pokok rakyat seperti bahan bakar minyak (BBM), gas elpiji, listrik, beras, dan transportasi.

Kedua, kata dia, Jokowi diserang dari sisi hukum, yakni dengan adanya gerakan sistematis upaya pelemahan pemberantasan korupsi dan penciptaan ketidakpastian hukum. Ketiga, Jokowi diserang dari sisi kehidupan sosial masyarakat dengan menciptakan rasa ketakutan dan ketidaknyamanan rakyat dengan meningkatnya tindakan kekerasan.

"Mulai dari fenomena para begal motor, terorisme ISIS dan bentuk kriminal lainnya," kata Bambang.

Keempat, Jokowi diserang dari sisi politik. Penyerangan dilakukan dengan menciptakan turbelensi politik di parlemen melalui pertikaian partai politik, sehingga menimbulkan kegaduhan terus menerus.

"Yang diharapkan melahirkan kebencian serta antipati partai politik kepada pemerintah, khususnya kepada presiden Jokowi," jelasnya
http://www.republika.co.id/berita/na...rbagai-penjuru

-----------------------------

Emang TNI diam aja kalau ada upaya melanggar konstitusi ?


:

Link: http://adf.ly/1DzXyw

Blog Archive