Saturday, April 18, 2015

Jokowi Buka Kongres PKPI di Medan


REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN--Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka kongres ke-empat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu.

Dalam acara tersebut, presiden berkesempatan memberikan pidato pembukaan yang menjabarkan beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia, seperti masih tingginya tingkat pengangguran.

"Yang pertama adalah jumlah pengangguran yang masih tinggi di mana pada tahun 2014 masih tercatat sebanyak 7,2 juta orang," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kesempatan tersebut.

Kemudian yang kedua adalah tingkat kemiskinan yang juga masih sangat tinggi di mana pada 2014 masih tercatat sebesar 10,96 persen.

Tantangan yang ketiga adalah kesenjangan sosial antara kaya miskin, barat dan timur yang masih terlihat kesenjangan ekonomi yang sangat besar.

Selanjutnya yang keempat adalah masalah korupsi yang berdasarkan indeks korupsi di ASEAN, Indonesia menempati peringkat ke-enam setelah Singapura, Filipina, Malaysia dan Thailand. "Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pemerintah bersama-sama," ujar Presiden Jokowi.

Kemudian kondisi ekonomi yang sangat tidak memungkinkan dengan pertumbuhan ekonomi yang lemah, terlebih lagi akhir-akhir ini di mana nilai tukar Rupiah yang masih tertekan oleh Dolar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPD Irman Gusman, Menkumham Yasona Laoli, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto,

Ketua Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar hasil munas Ancol Agung Laksono, Mantan Wakil Presiden ke-enam Tri Sutrisno, dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Sumur  (nasional.republika.co.id)

---------------------------------
Setelah di acara partai sebelumnya hanya dibiarkan duduk dipojokan,
akhirnya pak presiden diberi kesempatan naik podium juga

jadi terharu, terutama saat mengupas persoalan ekonomi,
sayang kelupaan kalo ekonomi masyarakt juga makin ancur-ancuran dikarenakan pak presiden seenaknya naikin BBM




Link: http://adf.ly/1FHdV1

Blog Archive