Thursday, April 16, 2015

Jokowi sesumbar akan perangi kecurangan UN. Tak sampai 24 jam kemudian bocor!


Presiden Jokowi Nyatakan Perang terhadap Kecurangan UN

Rabu, 15 April 2015 - 11:18 wib

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, pemerintah bersikap total untuk memerangi kecurangan dan kebocoran pada ujian nasional (UN). Bahkan, dia meminta semua pihak untuk melaporkan kebocoran dan kecurangan yang terjadi.

Jokowi menyatakan, perang terhadap kecurangan dan bocornya soal ini digaungkan karena pemerintah menerapkan indeks integritas yang hanya berlaku di era pemerintahannnya saja.

"Dari awal sudah disampaikan bahwa kita total memerangi kecurangan dan kebocoran. Laporkan kebocoran dan kecurangan karena kita ada target indeks integritas tadi," ungkap Jokowi.

Di sela-sela pemantauan UN di SMAN 2 Jakarta, Jokowi menjelaskan, indeks integritas ini penting karena menggiring sekolah tidak menargetkan persentase kelulusan semata. Namun seberapa tinggi penerapan kejujuran di sekolah tersebut sehingga tidak ada siswa mencontek dari bocoran soal yang tidak diketahui kebenarannya.

"Pemerintah sudah mempunyai perangkat untuk melihat kejujuran di sekolah yang bersangkutan dan dia menegaskan semua potensi kecurangan akan terlihat dari perangkat tersebut," tegasnya.

Jokowi menuturkan, UN tahun ini tidak lagi menjadi penentu kelulusan dan ini menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Sebab hal ini akan menurunkan tekanan dan risiko kepada siswa dan sekolah.

Mantan Walikota Solo itu juga melihat pelaksanaan UN computer based test (CBT) pada hari pertama berjalan dengan baik. Meski ada kendala, dia melihat masalah tersebut hanya terjadi di tiga sekolah dan tidak terlalu menganggu.

"Rintisan UN CBT saya lihat cukup berhasil karena hanya ada kendala di tiga sekolah. Itu berarti hanya 0,6 persen dari 515 sekolah dan artinya (UN CBT) berjalan dengan baik," ujarnya.
http://news.okezone.com/read/2015/04...-kecurangan-un


Jokowi: UN 2015 Mengukur Tingkat Kejujuran Siswa
1 hari lalu


Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berfoto bersama para peserta Ujian Nasional (UN) di SMA N 2 Jakarta, Jakarta, Selasa (14/4). Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung pelaksanaan UN di sekolah tersebut. © ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/mes/15. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki…

Presiden Jokowi memantau proses pelaksanaan Ujian Nasional 2015 tingkat SMA/SMK dan MA di SMA Negeri 2 dan SMK 1 Budi Utomo, Jakarta Pusat.‎ Jokowi mengungkapkan, UN saat ini berbeda dengan ujian pada tahun-tahun sebelumnya, sebab UN menjadi tolok ukur kelulusan pelajar.

"Pertama Ujian Nasional sekarang ini tidak lagi menjadi penentu kelulusan, dan itu akan menurunkan tekanan dan risiko terhadap siswa dan kita harapkan itu meningkatkan kejujuran siswa, itu lebih penting lagi‎," ujar Jokowi di sela-sela kunjungannya ke SMA Negeri 2, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015).

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menyatakan, berdasarkan laporan yang ia terima, pelaksanaan UN di hari kedua ini berlangsung tertib. Diharapkan, pelaksanaan UN hingga hari terakhir tetap berjalan dengan baik dan tertib.

"‎Kedua, kemarin kita lihat di hari pertama berjalan baik di seluruh Indonesia, saya tidak mendengar ada sesuatu dan berjalan tenang dan baik. Kemudian mengenai rintisan UN berbasis kompetensi, juga menurut saya cukup berhasil, karena hanya ada kendala di 3 sekolah, kalau di presentase 0,6 persen‎," kata dia.

Jokowi menjelaskan, pelaksanaan UN saat ini tidak menjadi satu-satunya dasar penentu kelulusan, namun ada yang dinamakan sebagai indeks integritas. Nilai integritas seorang siswa, lebih penting dibandingkan nilai UN.

"Dijelaskan Pak Anies (Mendikbud Anies Baswedan), indeks integritas ini penting, bukan hanya kelulusan, karena memang ini bukan penentu kelulusan, sehingga indeks integritas penting. Diukur indeks integritas seperti apa, mana sekolah yang memiliki kejujuran tinggi dan mana yang tidak jujur kelihatan, ada yang bisa ngecek mana yang jujur dan mana yang tidak," kata Jokowi.

Jokowi mengaku, sejak awal meminta kepada Menteri Anies untuk lebih mengutamakan nilai kejujuran dalam proses UN dari pada memperoleh nilai tinggi tapi dengan cara-cara yang kurang baik.

"Tahun ini dari awal, saya sampaikan bahwa kita total kita memerangi yang namanya kecurangan, dan kebocoran, dilaporkan kalau ada kecurangan dan kebocoran, mungkin itu yang bisa saya sampaikan," tandas Jokowi.
http://u.msn.com/id-id/berita/other/...swa/ar-AAaYiLw


Anies: Soal Ujian Nasional Bocor di Internet
RABU, 15 APRIL 2015 | 16:28 WIB


Ekspresi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, saat memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko


TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengakui ada 30 buah paket soal ujian nasional yang bocor di dunia maya. "Jumlah itu 0,25 persen dari total 11.730 buah paket soal yang dibuat oleh Kementerian," ujarnya di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Rabu, 15 April 2015.

Anies mengatakan kebocoran terjadi karena ada pihak yang mengunggah 30 paket soal itu ke Internet. Soal ujian diunggah dari akun Google Drive dalam format PDF. Anies mendapat laporan tentang bocornya soal ujian itu sekitar pukul 10.00 pada hari pertama UN, Senin, 13 April 2015.

Panitia UN mengecek keaslian naskah ujian yang diunggah di Internet tersebut. "Kami melihat dari kode komputer di kertas yang diunggah itu. Ternyata benar, itu soal UN," ucap Anies.

Senin siang itu juga, Anies langsung menghubungi pihak Google Inc yang berpusat di Amerika Serikat untuk meminta segera menutup akses ke akun itu. Dia juga menulis surat resmi ke Google Inc. "Satu jam kemudian, akun itu ditutup aksesnya oleh Google," tuturnya.

Anies masih mengklaim UN tahun ini berlangsung lebih baik dan tenang, karena kebanyakan siswa tidak merasa tegang dan takut menjalaninya. "Kebocoran soal pun terjadi kurang dari 1 persen," katanya
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...or-di-Internet


Naskah UN Bocor, Kepala Bareskrim: Orang Percetakan Terlibat
RABU, 15 APRIL 2015 | 19:23 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan jajarannya tengah menyelidiki kasus bocornya naskah soal ujian nasional. Dari hasil penyelidikan sementara, kasus tersebut melibatkan oknum dari pihak percetakan.

"Ini masih didalami, tapi kami sudah ikuti semua," kata mantan Kepala Polda Gorontalo itu di kantor Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 15 April 2015. "Sudah kami blok jalur dan jaringannya."

Kebocoran soal ujian nasional ini juga dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Menurut Anies, ada 30 paket soal ujian yang bocor di dunia maya. Kebocoran terjadi karena ada pihak yang mengunggah 30 paket soal itu ke Internet.

Anies menjelaskan, begitu mengetahui ada kebocoran soal UN untuk Sekolah Menengah Atas dan sederajat itu, dia langsung melapor ke Kepolisian RI. Kebocoran juga diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta Retno Lestyarti.

Budi melanjutkan, jajarannya langsung menelusuri jejak bocornya soal itu. Penyidik tengah menggeledah sejumlah tempat yang diduga terkait dengan bocornya soal. Bareskrim enggan menyebutkan lokasi penggeledahan. "Pokoknya di Jakarta," ujar Waseso.

Menurut Waseso, penggeledahan dilakukan agar penyidik segera mendapatkan alat bukti. "Sekarang masih diikuti tim. Nanti, kalau sudah bulat, baru kami beri tahu," ucap lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1984 itu.
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...takan-Terlibat


Seusai Penggeledahan, Bareskrim Amankan Pegawai Perum Percetakan Negara
Rabu, 15 April 2015 | 23:02 WIB


Suasana di gerbang masuk Gedung Perum Percetakan Negara, di Salemba, Jakarta Pusat saat tengah berlangsungnya penggeledahan oleh Bareskrim Polri, Rabu (15/4/2015). Penggeledahan dilakukan menyusul terungkapnya kasus pembocoran naskah soal Ujian Nasional yang diduga dilakukan oleh pihak internal yang ada di perusahaan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com — Bareskrim Polri mengamankan pegawai Perum Percetakan Negara seusai melakukan penggeledahan selama empat jam di Gedung Perum Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2015).

Penggeledahan dilakukan menyusul terkuaknya kasus kebocoran naskah soal ujian nasional yang diduga dilakukan oleh kalangan internal di perusahaan tersebut. Meski demikian, belum diketahui seputar jumlah pegawai yang diamankan itu.

Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Chozin hanya bisa memastikan bahwa pegawai yang diamankan langsung dibawa ke Mabes Polri dan akan dimintai keterangan sebagai saksi.

"(Jumlah) belum diinfokan. Tapi, tentunya (pegawai) dari sini. Yang jelas sudah dibawa langsung ke Bareskrim. Teman-teman nanti bisa minta info langsung ke Bareskrim," kata Chozin seusai penggeledahan.

Selain mengamankan saksi yang berasal dari internal perusahaan, Chozin menyebut bahwa penyidik Bareskrim juga mengamankan sejumlah barang bukti. Barang yang diamankan adalah barang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus kebocoran naskah soal ujian nasional.

Meski demikian, Chozin mengaku tidak bisa memastikan apa saja barang-barang yang diamankan. Sebab, hal tersebut menjadi kewenangan dari Bareskrim.

"Baru selesai diinformasikan di Bareskrim. Mereka baru selesai ambil bukti-bukti dan saksi-saksi. Jadi, nanti keterangan selanjutnya mereka sampaikan besok di Bareskrim," ujar Chozin.
http://megapolitan.kompas.com/read/2...cetakan.Negara


Soal UN Bocor, Ini Pembelaan Perum Percetakan Negara
Rabu, 15 April 2015 | 21:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perum Percetakan Negara menyatakan bahwa mereka adalah perusahaan security printing yang sudah sejak lama mendapat tugas negara untuk mengamankan dokumen negara, termasuk dokumen ujian negara. Mereka menyatakan telah memenuhi persyaratan Botasupal untuk melaksanakan pekerjaan security printing.

"Dalam pelaksanaan percetakan ujian negara ini, kami bekerja sama dengan kepolisian sejak pengambilan materi, serah terima materi, dalam proses pencetakan hingga pengiriman materi kepada user," seperti tertuang dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada para wartawan di Gedung Perum Percetakan Negara, Rabu (15/4/2015).

Terkait indikasi adanya kebocoran, Perum Percetakan Negara menegaskan bahwa mereka bukan satu-satunya percetakan yang melaksanakan pekerjaan security printing. Karena itu, mereka meminta agar segenap pihak menjunjung asas praduga tidak bersalah terhadap mereka.

"Mohon asas praduga tak bersalah kita junjung tinggi. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama dengan kepolisian dalam proses pemeriksaan. Semoga semangat kami untuk mendukung tugas negara tidak dicederai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," dalam keterangan yang dituangkan pada selempar kertas itu.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan, pengunggah soal-soal UN di tempat penyimpanan data (drive) Google adalah milik perusahaan percetakan di Jakarta. Dia menjelaskan, bocoran itu baru diketahui pada Senin sore.

"Secara umum, yang melakukan pengunggahan itu adalah perbuatan ilegal. Pelakunya salah satu perusahaan percetakan di Jakarta," ujar Mendikbud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu siang, seperti dikutip dari Antara.

Mendikbud mengatakan, pihaknya tidak akan mendiamkan persoalan tersebut. Gangguan tersebut, sambung Anies, mencederai guru-guru dan siswa yang belajar keras.

"Masuk laporan mengenai bocoran soal yang ada di akun Google drive. Kami langsung koordinasi dengan Kemenkominfo, dilakukan pemblokiran, karena itu ada di Google, kami langsung telepon Google," kata Anies.

Mendikbud juga melapor kepada Plt Kapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti dan Bareskrim agar ditindak secara hukum. "Secara umum, yang mengunggahnya melakukan perbuatan yang salah," tambah dia. Penyidik kepolisian dari Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di Gedung Perum Percetakan Negara sejak Rabu sore.

Penggeledahan dilakukan secara tertutup. Pihak keamanan perusahaan melarang wartawan untuk ikut masuk ke dalam gedung. Penggeledahan masih berlangsung sampai dengan berita ini diturunkan. Belum ada keterangan yang disampaikan, baik dari perwakilan Kemendikbud, penyidik kepolisian, maupun dari internal perusahaan.
http://megapolitan.kompas.com/read/2...cetakan.Negara


Menteri Anies Imbau Siswa Tak Terima Bocoran UN
Senin, 13 April 2015 − 12:27 WIB

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melakukan sidak di beberapa sekolah SMA sederajat di Jakarta, untuk melihat langsung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer.

Dia mengungkapkan, sempat mendapat kabar bahwa terdapat kebocoran soal UN tersebut. Namun Anies mengatakan, soal UN tetap aman.

"Dari sisi pengamanan, meski sempat ada kabar bocor, katanya ada yang fotokopi sebulan lalu, tetapi tidak ada," u‎jar Anies usai menggelar sidak di beberapa sekolah SMA sederajat di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Anies mengimbau kepada siswa-siswi SMA sederajat yang sedang melaksanakan UN, agar tidak menerima tawaran dari pihak manapun yang menawarakan bocoron jawaban soal UN.‎

Dia juga meminta agar orangtua murid mengingatkan anak-anak mereka agar tidak menerima bocoran. "Orangtua jangan percaya kalau ada yang tawari jawaban," tegasnya.

Anies juga mengingatkan pada siswa-siwi SMA sederajat, agar yakin terhadap prestasinya di sekolah tanpa mengharapkan bocoran UN. "Anda akan tetap lulus kalau sekolah putuskan Anda lulus dengan baik," tandasnya.
http://edukasi.sindonews.com/read/98...-un-1428902845

--------------------------------

Bagaimana kalau soal ujian UN itu memang sengaja dibocorkan untuk memperkeruh kondisi di masyarakat dan mendelegitimasasi pemerintahan Jokowi? Think's!

panastak style

Blog Archive