Thursday, April 16, 2015

Jokowi ternyata dianggap masih "bau kencur" oleh Elit PDIP. Makanya harus manut?


PDIP Masih Anggap Jokowi Orang Baru di Dunia Politik
15 APR 2015

Jokowi ternyata dianggap masih bau kencur oleh Elit PDIP. Makanya harus manut?

Rimanews - PDIP mengganggap wajar langkah Presiden Joko Widodo yang mengundang sejumlah pengamat politik ke Istana Negara Kemarin. Sebagai orang baru dalam dunia politik, Jokowi dinilai tepat meminta masukan dari berbagai pihak.

"Ya itu langkah bagus ya, meminta masukan kan bagus donk. Apalagi dalam kancah politik kan Jokowi ini baru ya, dia kan dari Walikota, Gubernur," kata Ketua DPP PDIP Trimedya Pandjaitan, di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Namun, Trimedya menolak jika ada anggapan yang menyebut Jokowi lebih memilih meminta masukan dari pengamat politik ketimbang meminta masukan dari partainya sendiri yaitu PDIP. "Ya nggak lah lebih banyak ketemu PDIP. Kan kalian nggak tahu aja Jokowi sering ketemu PDIP," ucapnya.

Seperti diketahui, pengamat politik yang hadir dalam pertemuan kemarin itu yakni Ikrar Nusa Bhakti, Hanta Yudha, Yunarto Wijaya, Nico Harjanto, Philip J Monte, Thamrin Tamagola, Dodi Ambardi dan Muhammad Qodari.
http://nasional.rimanews.com/politik...-Dunia-Politik


Effendi Simbolon: Tanpa Mandat Megawati, Jokowi Bukan Siapa-Siapa
KAMIS, 5 FEBRUARI 2015 - 18:55

Jakarta, Seruu.com - Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait mazhab partai yang berlambang banteng itu. Menurut dia, aliran PDIP yang nasionalis melahirkan nawacita serta roh trisakti dengan jargon revolusi mental.

"Kan gitu, orangnya juga sosok merakyat dengan model ala kadarnya, sederhana tapi kok produk-produk kebijakannya neolib, wajarlah kalau lingkaran setannya luar biasa," ujar Effendi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Effendi mengatakan Jokowi harus tetap bersikap nasionalis. PDIP, kata Effendi tetap mendukung pemerintahan Jokowi. Tetapi, PDIP tetap mengingatkan arah kebijakan Jokowi.

"Kita mengingatkan Pak Jokowi juga jangan ragu-ragu anda adalah kader PDIP kok. Anda 14 Maret 2014 diberi mandat penuh ketua umum PDIP, sebagai capres dari kader jadi bukan dari unsur nonkader. Jadi jangan kemudian berganti baju," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR itu meminta Jokowi mengembalikan kabinet kerja kepada kabinet Trisakti.‎ "‎Kalau kerja engga mikir bagaimana? Ya kan konotasinya bisa, kerja doang sih engga bisa mikir ya susah. Kerja terus," katanya.

Effendi kembali mengingatkan Jokowi dapat menjadi Presiden karena mendapatkan surat mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

‎"Pak Jokowi bukan siapa-siapa kalau tanggal 14 Maret 2014 tidak ada mandat dari ketua umun PDIP," tandasnya.
http://utama.seruu.com/read/2015/02/...an-siapa-siapa


Megawati Minta Jokowi Tunduk kepada Partai
9 April 2015

Rimanews - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pesan politik kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai hubungan antara parpol pengusung dan pemerintah.

"Pekerjaan rumah lainnya adalah bagaimana mengatur mekanisme kerja antara pemerintah dan partai politik (parpol) pengusungnya," kata Megawati Seokarnoputri ketika menyampaikan pidato politik pada pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (9/04/2015).

Menurut Megawati, hal ini penting mengingat hubungan keduanya adalah amanah konstitusi dan prinsip dalam demokrasi.
Landasan konstitusionalnya pun, kata dia, sangat jelas yakni UU No 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang mengamanatkan bahwa presiden dan wakil presiden dicalonkan oleh parpol atau gabungan papol.

"Itulah mekanisme konstitusional yang kita kenal. Hukum demokrasilah yang mengatur itu, bahwa presiden dan wakil presiden memang sudah sewajarnya menjalankan garis kebijakan politik partai. Untuk itulah, mengapa kebijakan partai menyatu dengan kehendak rakyat, dan mengapa partai harus mengorganisir rakyat sehingga suara-suara yang tersembunyi sekalipun dapat disuarakan partai," jelasnya.

Presiden kelima Republik Indonesia menjelaskan, prinsip demokrasi inilah yang yang dijalankankannya sebagai ketua umum partai politik pengusung pemerintahan.

Penjelasan ini, kata dia, sangat relevan, mengingat ada sementara pihak dengan mengatasnamakan independensi, selalu mengatakan bahwa partai adalah beban demokrasi.

"Saya tidak menutup mata terhadap berbagai kelemahan partai politik. Di sinilah kritik dan otokritik kami jalankan," katanya.
Ia menambahkan, ada yang pihak mengatakan bahwa partai hanya sebagai ornamen demokrasi dan sekadar alat tunggangan kekuasaan politik, sama saja mengerdilkan makna dan arti kolektivitas partai yang berasal dari rakyat.

Megawati menegaskan, sikap politik dari PDI Perjuangan sebagai partai pengusung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sesuai dengan amanah konstitusi.

"Kesadaran awal ketika saya memberikan mandat kepada Bapak Jokowi, adalah komitmen ideologis yang berpangkal dari kepemimpinan Trisakti. Suatu komitmen untuk menjalankan pemerintahan negara yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," katanya.
http://m.nasional.rimanews.com/polit...kepada-Partai-

------------------------------

Pada gila kekuasaan semuanya yak!
Kalo tahu si Jokowi itu bau kencur, kenapa dulu dia dipaksakan maju menjadi capres PDIP? Think's!






Link: http://adf.ly/1F2FD4

Blog Archive