Wednesday, April 15, 2015

Katanya Sistem Pengamanannya Canggih, Soal UN ternyata Bocor, Bocor, Bocor lagi?


Menteri Anies Buktikan Keamanan UN 2015 Berbasis Komputer
13 Apr 2015 at 11:46 WIB

Katanya Sistem Pengamanannya Canggih, Soal UN ternyata Bocor, Bocor, Bocor lagi?
Menteri Anies Baswedan memantau persiapan UN Online. (Liputan6.com/Atem Allatif)

Liputan6.com, Jakarta - Ujian Nasional (UN) 2015 berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperkenalkan metode ujian berbasis komputer atau CBT (Computer Base Test).

Meski sistem CBT dapat menghemat waktu siswa mengerjakan soal, namun tak berarti bebas kendala. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, di hari pertama UN dengan CBT di SMK Negeri 2 Jayapura, Papua, sempat mengalami kendala karena seluruh komputer mati saat turun listrik 5 menit jelang waktu ujian berakhir.

"(Mati listrik) Terjadi pas sekali, saat Walikotanya berkunjung ke sekolah. Tapi hanya terjadi sebentar, lalu listrik menyala kembali," kata Anies di kawasan Pondok Cabe, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (13/4/2015).

Namun, matinya listrik ternyata tidak menghilangkan semua jawaban yang telah siswa isi di komputer. Kejadian itu membuktikan keamanan software CBT yang telah bekerja sesuai harapan.

"Terbukti kan softwarenya mampu menyimpan data terakhir. Coba bayangkan kalau menjelang ujian selesai datanya hilang?" sambung Anies.

Ke depannya, lanjut Anies, Kemendikbud akan meningkatkan metode CBT, karena lebih efisien dari segi anggaran Ujian Nasional. Anies membandingkan, ujian sistem manual dengan kertas memerlukan biaya percetakan serta pendistribusian yang menurutnya memakan banyak anggaran.

Sementara, bila menggunakan software CBT, pendistribusian soal melalui internet akan memangkas biaya penyelenggaraan Ujian Nasional yang pasti diadakan tiap tahunnya. Selain itu, software ini memiliki sistem keamanan yang terjamin, dimana soal bisa dibuka hanya pada saat waktu ujian sudah dimulai. Hal ini diyakininya, mampu menutup celah kebocoran soal.

"Coba bayangkan, misalnya cetaknya di Sulawesi, pendistribusian harus ke daerah-daerah pelosok seperti Pulau Talaud. Kalau pakai komputer bisa lebih sederhana (pengadaan soal), prosesnya lebih efektif dan dari biaya, lebih efisien, dan terjamin integritasnya," jelas dia.

Sistem UN berbasis komputer juga diprediksi Anies menghemat waktu pengerjaan 30 menit lebih cepat dibanding metode konvensional. Dalam rangka merealisasikan penggunaan metode CBT yang masif di seluruh sekolah di Indonesia, Kemdikbud akan merencanakan pengadaan 'Testing Center' di sekolah-sekolah yang sudah ditunjang fasilitas komputer dalam jumlah banyak, sehingga sekolah yang memiliki komputer terbatas dapat mengikutsertakan siswanya di 'Testing Center'
http://news.liputan6.com/read/221241...basis-komputer


Soal Ujian Bocor, Bocor, Bocor, Anies Lapor ke Bareskrim
RABU, 15 APRIL 2015 | 16:06 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan melaporkan kasus bocornya naskah soal ujian nasional ke Badan Reserse Kriminal Polri. "Senin sore, kami langsung lapor ke Bareskrim, karena ini pelanggaran hukum," kata Anies di kantornya, Rabu, 15 April 2015.

Anies mengaku mendapat kabar bocornya 30 paket soal tersebut pada Senin, 13 April 2015. Soal itu diunggah oleh sebuah akun di Google Drive. Panitia ujian nasional pun langsung melakukan pengecekan, apakah yang bocor itu benar soal asli ujian nasional. (Baca: Kepala SMA Negeri 3 Ini Berani Melawan Keputusan Menteri Anies)

"Kami melihat dari kode komputer di kertas yang diunggah itu. Ternyata benar, itu soal ujian nasional," ucap Anies. Dia menuturkan file yang diunggah akun tersebut langsung dari master soal yang diberikan Kementerian kepada sekolah.

Setelah dilacak, tutur Anies, akun yang mengunggahnya itu berasal dari satu dari total 17 percetakan resmi yang bekerja sama dengan Kementerian. Dia enggan mengungkap nama percetakan itu. Anies hanya menjelaskan percetakan itu di Jakarta dan mengirimkan naskah soal di dua daerah.

Anies menuturkan pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan di Kementerian hingga pukul 24.00. Tim dari Kementerian pun sudah diinterogasi selama tujuh jam oleh kepolisian. (Baca: Soal Ujian Bocor, Bocor, Bocor, Anies Lapor ke Bareskrim)

Sebelum melapor ke Bareskrim, Senin siang itu juga, Anies langsung menghubungi pihak Google Inc yang berpusat di Amerika Serikat untuk segera menutup akses ke akun itu. Dia menulis surat resmi ke Google Inc. "Satu jam kemudian, akses akun Google Drive itu ditutup oleh Google," katanya
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...r-ke-Bareskrim


Anies: Soal Ujian Nasional Bocor di Internet
RABU, 15 APRIL 2015 | 16:28 WIB

Katanya Sistem Pengamanannya Canggih, Soal UN ternyata Bocor, Bocor, Bocor lagi?
Ekspresi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, saat memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko


TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengakui ada 30 buah paket soal ujian nasional yang bocor di dunia maya. "Jumlah itu 0,25 persen dari total 11.730 buah paket soal yang dibuat oleh Kementerian," ujarnya di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Rabu, 15 April 2015.

Anies mengatakan kebocoran terjadi karena ada pihak yang mengunggah 30 paket soal itu ke Internet. Soal ujian diunggah dari akun Google Drive dalam format PDF. Anies mendapat laporan tentang bocornya soal ujian itu sekitar pukul 10.00 pada hari pertama UN, Senin, 13 April 2015.

Panitia UN mengecek keaslian naskah ujian yang diunggah di Internet tersebut. "Kami melihat dari kode komputer di kertas yang diunggah itu. Ternyata benar, itu soal UN," ucap Anies.

Senin siang itu juga, Anies langsung menghubungi pihak Google Inc yang berpusat di Amerika Serikat untuk meminta segera menutup akses ke akun itu. Dia juga menulis surat resmi ke Google Inc. "Satu jam kemudian, akun itu ditutup aksesnya oleh Google," tuturnya.

Anies masih mengklaim UN tahun ini berlangsung lebih baik dan tenang, karena kebanyakan siswa tidak merasa tegang dan takut menjalaninya. "Kebocoran soal pun terjadi kurang dari 1 persen," katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...or-di-Internet


Naskah UN Bocor, Kepala Bareskrim: Orang Percetakan Terlibat
RABU, 15 APRIL 2015 | 19:23 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Budi Waseso, menyatakan jajarannya tengah menyelidiki kasus bocornya soal ujian nasional. Dari hasil penyelidikan sementara, kasus tersebut melibatkan oknum percetakan.

"Ini masih didalami, tapi kami sudah ikuti semua," kata mantan Kepala Polda Gorontalo itu di Kantor Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 15 April 2015. "Sudah kami blok jalur dan jaringannya."

Kebocoran soal ujian nasional ini juga dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Menurut Anies, ada 30 paket soal ujian yang bocor di dunia maya. Kebocoran terjadi karena ada pihak yang mengunggah 30 paket soal itu ke Internet.

Anies mengaku, begitu mengetahui ada kebocoran naskah ujian nasional untuk Sekolah Menangah Atas dan sederajat itu, langsung melaporkan Kepolisian RI. Kebocoran juga diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta, Retno Lestyarti.

Budi melanjutkan, jajarannya langsung menelusuri jejak bocornya soal. Penyidik tengah menggeledah sejumlah tempat yang diduga terkait bocornya soal ujian. Bareskrim enggan menyebutkan lokasi penggeledahan. "Pokoknya di Jakarta," ujar Waseso.

Menurut Waseso, penggeledahan dilakukan agar penyidik segera mendapatkan alat bukti. "Sekarang masih diikuti tim, nanti kalau sudah bulat baru kami beri tahu," ucap lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1984 itu.
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...takan-Terlibat

---------------------------------

Pokoknya apa pun yang berbau duit di negeri ini, gampang bocornya, bapak!




Link: http://adf.ly/1EyyzA

Blog Archive