Thursday, April 23, 2015

Kayak Partai Warisan aja! Keluarga Cendana: Golkar Kami Ambil Alih!


Keluarga Cendana: Golkar Kami Ambil Alih!
23 APR 2015

Rimanews - Keluarga Cendana menggugat pihak-pihak yang menjadikan Partai Golkar sebagai alat kekuasan. Putra mantan Presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo, mengancam akan mengambil alih Golkar jika konflik di internal Beringin tak kunjung usai.

"Kalau Selama ini ternyata tidak mampu menangani, maka biarkan kami yang ambil alih dan menyerahkan kembali Partai Golkar ke pangkuan rakyat," kicau Bambang dalam Twitter pribadinya, Kamis (23/04/2014).

Bambang menegaskan, Golkar didirikan oleh mendiang ayahnya, untuk rakyat.
"Partai Golkar didirikan Almarhum Soeharto bukan untuk dijadikan Alat kekuasaan segelintir tapi untuk wadah aspirasi rakyat," tegasnya.

Karena itu, dia mengimbau kepada dua kubu di internal Golkar yang tengah berseteru untuk kembali bersatu mengembalikan kejayaan Partai Beringin.

"Jika ingin bersatu mari bersatu,jika ingin pergi kami keluarga pendiri tidak keberatan sedikit pun,kami yakin rakyat masih Bersama kami," tutupnya
http://nasional.rimanews.com/politik...mi-Ambil-Alih-


Aburizal Bakrie Ketua Umum Golkar, Titiek Soeharto Wakil Ketua

Partai Golkar versi Aburizal Bakrie merampungkan musyawarah nasionalnya di Nusa Dua, Bali, dengan memilih kembali Aburizal (Ical) sebagai ketua umum secara aklamasi. Ical menjadi satu-satunya calon ketua umum, setelah kandidat-kandidat lain mengundurkan diri.
Aburizal menjadi ketua umum Golkar yang pertama sejak 30 tahun lebih, yang terpilih untuk masa jabatan kedua kali. Setelah era Amir Murtono (1983 - 1988), tidak ada lagi ketua umum Golkar yang menjabat dua periode.

Konglomerat pemilik perusahaan Bakrie itu terpilih lagi memimpin Golkar untuk lima tahun ke depan, setelah sebelumnya berhasil menyingkirkan para pesaing dan pengeritiknya. Ical lalu memecat belasan orang yang dianggap menentang kebijakannya, antara lain wakil ketua umum Agung Laksono.

Sebelumnya, kubu Agung Laksono menyatakan munas Golkar di Bali tidak sah. Mereka membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar dan memecat Ical dari jabatan ketua umum. Kubu Agung Laksono menguasai kantor pusat Golkar di Jakarta dan kini mempersiapkan musyawarah nasional versi mereka yang direncanakan berlangsung Januari 2015.
Kembalinya dinasti Soeharto

Siti Hediati Hariadi alis Titiek Soeharto dipilih munas di Bali menjadi salah satu dari sembilan wakil ketua umum. Politisi lain yang juga dipilih menjadi wakil ketua umum antara lain Nurdin Halid dan Fadel Muhammad. Nurdin Halid adalah mantan ketua umum PSSI yang menjadi salah satu pendukung utama Ical. Ia kemudian dipilih menjadi ketua panitia munas di Bali.

Pemilihan Aburizal Bakrie secara aklamasi tidak mengejutkan, karena sebelumnya beredar rekaman suara Nurdin Halid dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan daerah Golkar. Dalam rekaman itu, Nurdin menyatakan bahwa Ical harus menang secara aklamasi dan mengatur skenarionya.

Nurdin Halid sendiri membantah telah terjadi perpecahan dalam tubuh Golkar. Ia menyebut hasil munas di Bali "sudah berdasarkan konstitusi Golkar".

Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang hadir di munas Bali juga membantah Golkar pecah. "Perpecahan apa? Tidak ada perpecahan," tandasnya. Hal yang sama dikemukakan Presiden PKS Anis Matta.
http://www.dw.de/aburizal-bakrie-ket...tua/a-18109750

-----------------------------

GOLKAR yang utuh tidak dipecah-pecah akan punya kesempatan untuk menaikkan seorang keluarga Cendana, yaitu Titiek Soeharto, yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Golkar. Sebelum 2019, Ical dipastikan lengser, dan bisa diramalkan bakal penggantinya adalah Titiek Soeharto ini. Dengan menjadi Ketua Umum Golkar, terbukalah jalan bagi Titiek Soeharto untuk menjadi calon Capres dari partai Golkar di Pilpres 2019 kelak, melawan Puan Maharani binti Taufik Kiemas dari PDIP.




Link: http://adf.ly/1FgkZa

Blog Archive